Giliran Partai Berkarya Dilanda Kisruh – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Giliran Partai Berkarya Dilanda Kisruh

KETERANGAN PERS.Jan Benyamin bersama pengurus Partai Berkarya NTT saat memberikan keterangan kepada wartawan di sekretariat partai tersebut, Selasa (10/7).

CARLENS BISING/TIMEX

Dua Kubu Siapkan Caleg

KUPANG, TIMEX-Partai Berkarya yang dipimpin Hutomo Mandala Putra (HMP) atau Tomy Soeharto dilanda kisruh di tengah proses mempersiapna para calon legislatif.

Kisruh tersebut muncul karena terdapat dua kubu yang mengklaim sebagai pengurus DPW Partai Berkarya NTT. Kubu pertama dipimpin Jan Benyamin dan kubu kedua dipimpin Antonius Kaunang.

Jan Benyamin dalam keterangannya kepada wartawan di Sekretariat Partai Berkarya NTT menjelaskan, dirinya adalah ketua DPW Partai Berkarya berdasarkan Surat Keputusan DPP nomor 053 tertanggal 7 Maret 2018 yang diteken Neneng Tutty sebagai Ketua Umum dan Sekjen, Badaruddin Picunang.

“Lalu, dalam Rapimwil bulan Mei 2018, sudah sepakat semua bahwa tidak ada pergantian pengurus, kecuali ada penggemukan pengurus. Jadi SK 53 itu tetap berlaku dan kami lakukan perekrutan caleg serta konsolidasi ke DPD kabupaten/kota,” kata Jan Benyamin.

Setelah 98 persen caleg terisi pada akhir Mei 2018, justru keluar SK baru dengan nomor 034 tertanggal 21 Juni 2018 yang isinya menurut Jam sangat janggal. Pasalnya, di dalam SK yang diteken Hutomo Mandala Putra itu tertulis proses Rapimwil di NTB, bukan NTT. Lalu diperbaiki beberapa hari kemudian. “Di dalam SK tersebut ada poin yang mengatakan mencabut SK nomor 053, bahkan juga mencabut SK nomor 075 yang sudah dicabut ketika ada SK nomor 053. Ini artinya secara hukum SK itu tidak sah Itu SK yang tidak jelas,” tandas Jan yang didampingi belasan pengurus lainnya.

Di dalam SK terbaru tersebut, Jam ditugaskan sebagai Ketua Dewan Pakar DPW Partai Barkarya NTT. Sementara Antonius Kaunang ditunjuk menjadi Ketua DPW Partai Berkarya NTT menggantikan Jan Benyamin.

Hutomo Mandala Putra sendiri didapuk menjadi Ketua Umum Partai Berkarya dalam Rapimnas yang berlangsung Maret 2018 di Solo Jawa Tengah. Tomy menggantikan Neneng Tutty yang kini menjabat Mendahara Umum Partai Berkarya.

Sementara itu, Antonius Kaunang yang dikonfirmasi terpisah mengaku tidak ingin partai tersebut gaduh. Menurut Antonius, dirinya bersama Jan Benyamin sudah bertemu langsung Tomy Soeharto dan mendengar langsung pesan dari putra Presiden kedua RI, Soeharto itu.

“Saya merasa tidak ada kubu-kubuan. Setelahsaya terima SK 034 itu, saya sudah sah karena ditandatangani Hutomo Mandala Putra (HMT) sebagai Ketum. Dan setelah terima SK, saya sudah koordinasi dengan DPD kabupaten/kota dan persiapkan caleg,” kata Antonius.

Dia kembali tegaskan, pihaknya tidak ingin ada polemik karena sedang konsentrasi untuk mempersiapkan caleg. Dia pun tegaskan, kepengurusan Tomy Soeharto sudah disahkan Kemenkumham, bahkan sudah didaftarkan ke KPU RI.

“Minggu lalu saya dengan Pak Jan sama-sama bertemu dengan Ketum, HMP dan ketum berpesan supaya jangan ada lagi konflik di daerah. Jadi kami berharap teman-teman jangan lagi membuat suasana menjadi panas,” sambung dia.

Menurut dia, dalam pertemuan dengan Ketum, HMP, turut hadir Sekjen, Priyo Budi Santoso, Bendahara Umum yang juga mantan Ketum, Neneng Tutty dan beberapa pengurus lain.(cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!