Timor Express

Timor Express

SPORTIVO

PENENTU. Samuel Umtiti merayakan gol tunggalnya ke gawang Belgia bersama Antoine Griesman serta Raphael Varane.

AFP

ST.PETERSBURG,TIMEX – Entraineur Prancis Didier Deschamps berada di puncak karirnya. Dalam dua tahun terakhir, Didi mencapai dua final beruntun. Yakni final Euro 2016 kemudian disusul final Piala Dunia 2018.
Pria berusia 49 tahun tersebut terlihat sangat larut dalam suka cita yang didapatkan timnya. Didi memeluk erat Samuel Umtiti, bek pencetak gol kemenangan Prancis atas Belgia kemarin (11/7) di Stadion Krestovsky seusai laga.
“Ya, kami berada di final lagi setelah dua tahun lalu. Saya masih ingat apa yang terjadi dua tahun silam,” kata Didi seperti diberitakan The Guardian. “Kali ini kami masuk ke final untuk memenanginya karena kami belum melupakan apa yang terjadi di final (Euro) lalu,” tambah eks pelatih AS Monaco, Marseille, dan Juventus itu.
Didi mengatakan pasca kekalahan di final Euro yang terselenggara di tanah airnya sendiri maka bayang-bayang kegagalan selalu hadir di pikiran skuadnya. Dengan kampiun Piala Dunia maka Prancis akan lepas dari dosa masa lalu.
“Saya berharap final kali ini akan berbeda dari sebelumnya. Karena kami gagal menang di final Euro tahun lalu itulah mengapa mencapai final kali ini rasanya sangat membekas di hati saya,” ujar Didi.
Sepanjang karir pemain dan pelatih Didi, maka final Piala Dunia ini adalah yang keempat. Ketika jadi pemain, Didi masuk final Piala Dunia 1998 dan Euro 2000. Kemudian
Bagaimana jika gagal lagi? Apakah Didi akan mundur atau malah Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) akan memecatnya? Semua kemungkinan masih terbuka lebar.
Namun seandainya gagal lagi setidaknya Didi sudah tahu siapa yang pantas untuk menggantikannya. Siapa lagi kalau bukan bekas rekan setimnya saat juara Piala Dunia 1998.
Sebelum Piala Dunia 2018 bergulir, Didi berkomentar kalau eks pelatih Real Madrid Zinedine Zidane merupakan sosok yang pantas menggantikannya. Toh, Zidane menganggur setelah melepaskan jabatannya dua hari setelah menang Liga Champions untuk ketiga kalinya secara berturut bersama Real.
“Bukan kewenangan saya untuk menentukan posisi pelatih Prancis namun presidenlah yang punya kekuasaan itu. Namun saya yakin pada satu poin jika Zidane satu saat akan menjadi pelatih,” ucap Didi kepada ESPN awal Juni lalu. “Hal itu akan terjadi memang jika sudah saatnya,” tambah pria kelahiran Bayonne Prancis itu.
Zidane saat ini memang menjadi kandidat terkuat. Bapak empat anak itu sudah teruji di level klub. Kurang dari tiga tahun, Zidane menambahkan sembilan piala ke lemari Real.
Penyerang Prancis Olivier Giroud kepada TF1 kemarin mengatakan menapak ke dinal membuatnya berpikir tentang apa yang dilakukan Zidane pada Piala Dunia 1998 lalu.
“Hasil ini adalah mimpi masa kecil saya dan ini menjadi momen yang tak terlupakan. Saya masih ingat bagaimana Zizou (Zidane, red.) berada di Arc de Triomphe untuk merayakan kemenangan dan saya berharap saya bisa melakukan sama seperti yang dilakukan Zizou,” tutur Giroud kemarin.
Sementara itu, kemenangan yang didapat Prancis kemarin mendapat respon yang beraneka ragam. Beberapa pundit menyebut Deschamps bermain dengan mengandalkan serangan balik. Padahal skuad Prancis bisa melakukan lebih dari sekedar praktek serangan balik.
Namun ada juga yang membela, kalau menang dengan strategi pragmatis buat apa harus bermain dengan ruwet dan ruwet. (dra/dns/jpg/rum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!