Jasindo Bayar Pemprov NTT Rp 116 Juta – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Jasindo Bayar Pemprov NTT Rp 116 Juta

BAYAR KLAIM. Kepala Jasindo Cabang Kupang May Dance Parhusip (dua dari kanan), Rabu (11/7) menyerahkan secara simbolis klaim asuransi kerusakan Gedung Sasando kepada Karo Umum Setda NTT, Zakarias Moruk (dua dari kiri). Turut menyaksikan penyerahan klaim tersebut yakni Kepala Badan Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi NTT, Hali Lanan Elias (kanan) dan Marketer Jasindo Jordi Ranu Aprilian.

TOMMY AQUINODA/TIMEX

 Klaim Asuransi Kerusakan Gedung Kantor Gubernur NTT

KUPANG, TIMEX – PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Kantor Cabang Kupang, Rabu (11/7) kemarin menyerahkan secara simbolis klaim asuransi kerusakan Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT sebesar Rp 116.753.400. Klaim asuransi tersebut diserahkan oleh Kepala Jasindo Cabang Kupang May Dance Parhusip kepada Kepala Biro (Karo) Umum Setda NTT, Zakarias Moruk disaksikan Kepala Badan Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi NTT, Hali Lanan Elias.

Kepada Timor Express, Hali Lanan Elias memberi apresiasi kepada Jasindo yang sangat responsif terhadap pengajuan klaim asuransi oleh Pemprov NTT, pasca kerusakan plafon bagian depan Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT Minggu (28/1) lalu, akibat hujan disertai angin keras yang melanda wilayah Kupang dan sekitarnya.

“Ini hanya secara simbolis karena penyerahan klaim secara fisik sudah dilakukan. Bagi kami, asuransi yang punya nama besar ini sudah maksimal dalam melaksananakan kewajibannya sesuai dengan kesepakatan kerja sama,” kata Hali Lanan yang kini juga mengemban tugas sebagai Komisari Utama Bank NTT.

Hali Lanan mengaku, aset Pemprov NTT yang diasuransikan tak hanya bangunan, tetapi juga kendaraan dinas. Hal ini sejalan dengan Instruksi Mendagri yang mengharuskan agar barang milik/dikuasai pemerintah daerah yang berisiko besar dan mengakibatkan kerugian daerah, hendaknya diasuransikan pada perusahaan asuransi sesuai peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah.

“Yang kami asuransikan ke Jasindo itu bangunan dan kendaraan. Sejauh ini kerja sama kami dengan Jasindo tidak ada masalah,” tandasnya.

Sementara Kepala Jasindo Cabang Kupang May Dance Parhusip mengatakan, penyerahan klaim asuransi secara fisik kepada Pemprov NTT selaku nasabah Jasindo sudah dilakukan pada 25 Juni 2018. Dan nilai yang dibayarkan Jasindo sudah sangat sesuai berdasarkan verifikasi mendalam atas kerusakan bangunan.

“Pada saat survei atau penilaian obyek, kita lakukan sesuai SOP yang kita miliki. Jadi nilai yang kita serahkan pasti sudah sangat sesuai,” kata May Dance Parhusip didampingi Marketer, Jordi Ranu Aprilian dan F.X. Mahendra Kotualubun.

Dalam kerja sama dengan Pemprov NTT, May Dance mengaku, jaminan yang dicover Jasindo adalah property all risk untuk bangunan. Sedangkan untuk kendaraan, ada sebagian yang all risk dan sebagiannya lagi total lost. Dan oleh karena Pemprov NTT selaku nasabah sudah menjalankan kewajibannya secara baik, maka ke depannya Jasindo akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang cepat serta penanganan klaim yang sesuai SOP.

“Properti all risk itu yang kita cover misalkan kerusakan akibat kejatuhan pesawat, kebakaran, bencana alam, force majeur. Apabila ada unsur kesengajaan, pasti sesuai undang-undang kita akan tolak. Kita tidak toleransi terhadap unsur kesengajaan,” terang dia.

Lebih lanjut, Marketer Jasindo Cabang Kupang, Jordi Ranu Aprilian mengatakan, sesuai regulasi dalam hal ini Peraturan Menteri Keuangan Nomor 247 /PMK.06/2016 tentang Pengasuransian Barang Milik Negara, semua aset pemerintah idealnya harus diasuransikan untuk menjaga stabilitas permodalan dan keuangan negara.

Mengenai proses pengajuan klaim, Jordi menjelaskan, saat ada kerusakan barang yang dijaminkan nasabah, pihak asuransi akan melakukan analisa. Analisa dimaksudkan untuk mengetahui apakah kerusakan atau kerugian tersebut benar-benar murni karena kejadian alam atau karena kesalahan pada konstruksi.

“Kalau memang kerugian atau kerusakan diakibatkan karena bencana alam, asuransi pasti akan membayar ganti rugi. Tapi kalau setelah analisa mendalam ternyata kerugian disebabkan karena kesalahan konstruksi yang memang fatal, kita tentu tidak akan toleransi,” jelasnya.

Berkaitan dengan kerusakan Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Jordi mengatakan, pada awalnya Jasindo menyerahkan kepada Pemprov untuk mengestimasi biaya perbaikan. Setelah dianalisa penyebab kerusakan bangunan, Jasindo melakukan verifikasi ulang untuk memastikan kesesuaian antara kerugian yang dialami dengan estimasi biaya yang dibuat Pemprov. “Kalau semua sudah beres, kita akan bayar,” ungkapnya. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!