Penting Tingkatkan Pengetahuan Kesehatan Ibu – Timor Express

Timor Express

SUROSA

Penting Tingkatkan Pengetahuan Kesehatan Ibu

TAMBOLAKA, TIMEX – Ibu adalah sumber kehidupan bagi suami dan anak-anak di rumah. Ibu mengolah makanan yang akan menjadi sumber gizi, sekaligus bisa menjadi sumber penyakit bagi suami dan anak-anak.

“Karena itu, sangatlah penting untuk meningkatkan pengetahuan para ibu mengenai kesehatan,” kata Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Ndara Tanggu Kaha saat membuka kegiatan sosialisasi kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) di Kecamatan Kodi Utara, Rabu (11/7).

Kegiatan yang digelar di ruang rapat kantor Kecamatan Kodi Utara ini dihadiri Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Theresia S,  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, Yustianus Kaleka,  Camat Kodi Utara, Jeremias Tanggu, Kepala Puskesmas Kodi, Marselina N Malo, perwakilan guru dan kepala sekolah, tokoh masyarakat dan kader kesehatan berjumlah 20 orang.

Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ndara Tanggu Kaha dalam sambutannya  mengatakan, salah satu misi Pemerintah Kabupaten SBD saat ini adalah meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Hal ini mengandung makna adanya perbaikan baik dari segi infrastruktur kesehatan maupun dari segi kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan.

Selain itu, misi tersebut juga mengandung arti adanya upaya dan keberhasilan dalam mengatasi, mencegah dan bahkan memberantas  penyakit menular maupun tidak menular.

Untuk menyukseskan misi pemerintah di bidang kesehatan lanjut Ndara, salah satu program utama yang digalakkan adalah meningkatkan pengetahuan para ibu karena ibulah pilar utama kesehatan keluarga. Pengetahuan ibu menjadi sangat penting karena ibu adalah sumber kehidupan dalam rumah, baik untuk suami terutama untuk anak-anaknya.

Dalam kaitannya dengan campak dan rubella kata Ndara, pada umumnya yang terkena virus campak dan rubella adalah anak-anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun. Usia ini anak-anak masih berada dalam pengawasan ibu.

Karena itu, peningkatan pengetahuan ibu mengenai pentingnya kesehatan menjadi sangat urgen.

Ndara memaparkan data bahwa untuk Kecamatan Kodi Utara, total sasaran imunisasi MR tahun 2018 sebanyak 27.668 orang yang berada di wilayah pelayanan dua puskesmas yakni Puskesmas Billa Cenge sebanyak 11.620 orang dan Puskesmas Kodi sebanyak 16.048 orang. Sementara itu, untuk seluruh Kabupaten SBD, target sasaran imunisasi MR 135.240 orang yang tersebar di 11 kecamatan dengan rentang usia 8 bulan sampai 15 tahun.

Sementara, Camat Kodi Utara, Yeremias Tanggu mengatakan, campak dan rubella merupakan penyakit yang memiliki banyak akibat. Sadar atau tidak sadar, kedua penyakit ada dalam keluarga. Sebab menurut catatan Dinas Kesehatan dari 66 ribu penduduk Kecamatan Kodi Utara, sebanyak 1,5 persen diantaranya pernah terkena penyakit campak.

Kader posyandu dan penyuluh kesehatan menurutnya merupakan perpanjangan tangan pemerintah dan Dinas Kesehatan untuk dapat menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat. Pihaknya mengajak semua kader yang hadir untuk berusaha menyadarkan masyarakat akan begitu pentingnya memberantas campak dan rubella demi generasi yang akan datang.

“Kita perlu memberikan penguatan kepada masyarakat bahwa tujuan dari gerakan kampanye imunisasi measels dan rubella adalah agar seluruh masyarakat hidup sehat, terbebas dari penyakit campak dan rubella yang dapat menyerang kapan saja. Dengan ini kita mau menjaga generasi kita agar terbebas dari penyakit yang berakibat kepada turunnya daya intelektual dan mental,” katanya.

Kepala Bidang Pencegahan Penularan Penyakit pada Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Theresia S mengatakan, imunisasi dilaksanakan dalam rangka pencegahan dengan meningkatkan daya tahan tubuh pada anak-anak. Yang menjadi ujung tombak dari pelaksanaan program kampanye imunisasi MR menurut Theresia adalah para guru di sekolah dan orang tua serta kepala desa. Selain itu, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk mendorong masyarakat serta anak-anak untuk dapat mengikuti program imunisasi MR. Hal ini terutama ditekankan untuk anak-anak usia sekolah yang sudah tidak sekolah lagi.

“Tentu kita berharap agar para kader dan penyuluh kesehatan dapat menemukan mereka di manapun mereka berada untuk mengajak mereka mendapatkan imunisasi,” katanya.

Supaya program ini berhasil, ia meminta agar semua pihak yang terlibat harus lebih dahulu tahu dan punya persepsi yang sama bahwa vaksin gratis dan penting untuk anak-anak agar anak-anak sehat dan terbebas dari penyakit campak dan rubela. Perlu juga ada pemahaman bersama bahwa penyakit campak dan rubella bisa diatasi kalau mau anak-anak mengikuti imunisasi.

Kegiatan tersebut menurut Theresia, akan dilakukan serentak secara NTT mulai 1 Agustus sampai 30 September 2018. Untuk skala NTT, Kabupaten SBD mempunyai sasaran imunusasi kedua terbanyak di NTT setelah Kabupaten TTS.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kodi, Marselina dalam materinya menyampaikan bahwa campak adalah infeksi yang disebabkan oleh virus. Gejala campak berupa ruam merah pada seluruh tubuh yang disertai demam, batuk dan pilek. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan bahwa campak merupakan salah satu penyebab utama meninggalnya anak di dunia, walaupun tersedia vaksin campak yang aman dan terjangkau. Hal ini terutama terjadi di negara berkembang. Namun, penggunaan vaksin campak mengakibatkan terjadinya penurunan kematian akibat campak sebesar 79 persen dari tahun 2000 hingga 2014 di seluruh dunia.

Sementara itu, rubella atau campak Jerman merupakan penyakit menular atau infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah berbentuk bintik-bintik pada kulit. Umumnya rubella sering terjadi pada anak dan remaja yang belum mendapat vaksin campak, gondok dan lain-lain.

Dirinya meminta kesediaan dan ketulusan hati dari kader posyandu, para kepala desa dan guru untuk mengajak masyarakat membawa anak-anaknya ke puskesmas agar mendapatkan imunisasi campak.

“Kaki kami tidak cukup kuat, tangan kami tidak cukup panjang dan mulut kami tidak cukup lebar untuk menyampaikan pesan kesehatan ini sendiri. Kami membutuhkan bantuan bapak ibu sekalian untuk menjadi perpanjangan tangan kami dalam meneruskan pesan ini kepada masyarakat,” katanya. (mg28/ays)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!