Demo Berlanjut di SMAN 4 – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Demo Berlanjut di SMAN 4

PROTES.Orangtua calon peserta didik melakukan aksi protes di SMAN 4 Kota Kupang dengan dikawal polisi dan Pol PP Kota Kupang, Kamis (12/7).

NTHO TIHU/TIMEX

PPDB 2018 di Kota Kupang

KUPANG, TIMEX-Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingakat Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kota Kupang masih menyisakan masalah. PPDB denan sistem online yang berdasarkan zonasi menuai protes berkepanjangan.

Kali ini, SMA Negeri 4 Kota Kupang menjadi sasaran amuk orangtua calon peserta didik. Puluhan orangtua bahkan menyeruduk sekolah tersebut, Kamis (12/7) untuk menunjukkan kekesalannya, karena anak mereka tidak diakomodir dalam pendaftaran gelombang kedua dengan kuota yang ditetapkan Dinas Pendidikan NTT.

Aksi tersebut berawal ketika Dinas Pendidikan NTT memberikan tambahan kuota 72 siswa kepada sekolah tersebut. Namun dalam pelaksanaannya, hanya 34 orang yang diterima. Bahkan pihak sekolah justru mengakomodir siswa dari luar zona tersebut.

Yohana Tobo salah satu orangtua siswa yang melakukan aksi protes kepada Timor Expres mengatakan, nama-nama siswa yang dikirim dari Dinas Pendidikan sebanyak 72 orang yang harus diterima. Namun pihak sekolah hanya menerima sebanyak 34 orang.

Dari ke 34 siswa tersebut ada yang di luar zonasi, sementara siswa yang ada di dalam zona yang sudah ditentukan tidak diterima. “Sesuai penjelasan kepala sekolah, siswa yang diterima adalah siswa yang tinggal di seputaran sekolah dengan jarak 3 kilo meter berjumlah 72 orang, sementara yang diterima hanya 32 orang,” jelas Yohana.

Yohana menuntut agar nama-nama yang sudah dikeluarkan oleh Dinas Pedidikan harus diterima. Jika tidak diterima aksi protes ini akan terus berlanjut. “Kalau mau aman, siswa yang ada diterima semua. Kalau tidak terima maka tidak perlu menerima 34 siswa lainnya,” Tegas Yoahan.

Anthonius Tasib menambahkan, penerimaan 72 siswa itu telah disepakati oleh dinas pendidikan, namun kenyataannya hanya menerima 34 orang dan pihak sekolah mengarahkan siswa yang tidak diterima segera melakukan pendaftaran di SMAN 9.

“Kami masyarakat di sekitar kelurahan Oesapa sangat bangga karena memiliki sekolah yang berdekatan dengan rumah. Namun sangat disayangkan,, bukan anak kami yang diterima malah orang luar yang diterima,” beber Anthonius.

Dilanjutkan, siswa yang sudah terdata masuk dalam zonasi SMAN 4 harus diutamakan, dan jika kurang, baru menerima siswa dari luar.
“Yang dekat ditolak, yang jauh diterima. Ini kan bertolak belakang dengan sistem yang ada,” tutup Anthonius Tasib warga RT: 012/RW: 005, Kelurahan Oesapa itu.

Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Kupang, Agustinus Bire Logo melalui Tim Pemantau PPDB, Florence pun memberikan penjelaskan kepada para orangtua tersebut. Florence mengatakan untuk 72 orang siswa yang belum diterima, akan dilakukan pendaftaran kembali tanggal 13 Juli jam 14.00 dengan syarat membawa kartu keluarga dan identitas yang menerangkan bahwa siswa tersebut benar-benar warga Kelurahan Oesapa.

Solusi ini dilakukan karena 72 orang siswa ini tidak bisa diterima semuanya dan diharapkan orangtua agar jarak rumah ke sekolah melebihi dari 3.000 meter (3 KM) maka akan diarahkan untuk mendaftar di SMAN 9.

“Solusi ini yang kami pilih sebenarnya pihak sekolah tidak bisa terima lagi, karena ruang belajar tidak ada lagi. Sehingga untuk membuktikan bahwa benar-benar warga oesapa, harus bawa kartu keluarga. Bagi bapak ibu yang anaknya tidak diterima atau tinggal di luar kelurahan Oesapa akan diarahkan mendaftar di SMAN 9,” tegas Florence yang didampinggi Kepala Sekolah SMAN 4, Agustinus Bire Logo.(mg29/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!