Timor Express

RAKYAT TIMOR

Empat Tersangka Dana Desa Baudaok Diperiksa

USAI DIPERIKSA. Tersangka Silvester James Manek saat keluar dari ruang kerja Kasi Pidsus Kejari Belu usai menjalani pemeriksaan tambahan, Kamis (11/7).

FRANS BORGIAS KOLO/TIMEX

ATAMBUA TIMEX – Empat orang tersangka dugaan korupsi dana desa Baudaok Kecamatan Lasiolat (bukan Tastim, red) sejak, Rabu hingga Kamis (11/7) menjalani pemeriksaan tambahan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Belu. Pemeriksaan tambahan masih sebatas hak tersangka untuk mendapat dampingan penasihat hukum selama  menjalani proses hukum.

“Penyidik belum masuk ke substansi perkaranya. Masih sebatas pertanyaan mengenai hak mereka untuk menunjuk penasihat hukum untuk mendampingi mereka selama proses hukum berjalan,” jelas Kasi Pidsus Kejari Belu, Danny Agusta Salmun di ruang kerjanya, Kamis (11/7).

Pemeriksaan tambahan keempat tersangka dimulai dari Kepala Desa Baudaok, Robertus Ullu, bendahara, Matheus Halle dan ketua TPK, Agusto Sances yang sudah ditetapkan sebagai tersangka sekaligus sudah menjalani masa tahanan sejak, Kamis (5/7) lalu. Hari pertama pemeriksaan lanjutan para tersangka, dua tersangka yaitu Roberthus Ullu dan Agusto Sances rampung. Sedangkan tersangka Matheus Halle belum tuntas sehingga dilanjutkan kemarin sampai tuntas bersama tersangka Silvester James Manek.

“Setelah tanya mengenai hak mereka untuk menunjuk penasihat hukum ternyata semuanya tidak menunjuk penasihat hukum dengan alasan tidak punya uang untuk bayar penasihat hukum. Sehingga, mereka percayakan kepada penyidik untuk menunjuk penasihat hukum. Jadi sesuai kepercayaan para tersangka, kami akan menunjuk seorang penasihat hukum untuk mendampingi mereka selama proses penyidikan berlangsung sampai proses persidangan di pengadilan,” katanya.

Ditegaskan, keempat tersangka masih menjalani masa tahanan sesuai mekanisme aturan hukum yang berlaku.

Masa tahanan para tersangka selama 20 hari setelah itu akan diperpanjang 40 hari ke depan sambil menunggu proses penyerahan barang bukti dan tersangka ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Belu.

“Saat ini kami lagi intens merampungkan berkas perkara untuk dilimpahkan tahap satu ke JPU guna diteliti kalau sudah dinyatakan lengkap baru kami serahkan tahap dua ke JPU. Tapi kalau masih ada petunjuk pasti kami akan perpanjang masa tahanan 40 hari lagi,” ujarnya.

Sementara, mengenai proses hukum dugaan korupsi dana desa di tiga desa di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka yakni Desa We Ulun, Webriamata dan Desa Halibasar, Danny menegaskan, saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh tim penyidik.

“Bersabarlah kami masih fokus selesaikan kasus dana desa Baudaok dulu setelah itu baru kita lanjut dengan tiga desa di Wewiku. Tunggulah lambat atau cepat pasti proses hukumnya tuntas sesuai mekanisme aturan yang ada,” tegasnya.

Ia menegaskan, pihaknya juga akan melanjutkan proses hukum dugaan korupsi pada Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka yang proses penyelidikannya sudah selesai beberapa bulan lalu.

“Khusus kasus di Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan Malaka, memang  tahap penyelidikan sudah selesai, tapi penyidik masih perlu gelar perkaranya untuk menentukan sikap apakah perlu ditingkatkan ke penyidikan atau tidak,” katanya. (ogi/ays)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!