Wisuda Ilegal, Hendrikus Djawa Ditahan – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Wisuda Ilegal, Hendrikus Djawa Ditahan

DITAHAN. Hendrikus Djawa (tengah) saat digiring menuju ruang konferensi pers di Mapolresta Kupang, didampingi Kasat Reskrim AKP Pinten Bagus Satrianing Budi (depan kanan), Kamis (12/7).

OBED GERIMU/TIMEX

263 Mahasiswa PGRI
Pungut Rp 4,5 Juta Per Mahasiswa

KUPANG, TIMEX – Penyidik Sat Reskrim Polres Kupang Kota telah menangkap dan menahan Hendrikus Djawa sebagai tersangka.
Dia dijebloskan ke tahanan Mapolres Kupang Kota sejak Senin (25/6). Tim penyidik yang dipercayakan menangani perkara ini terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka kasus dugaan tindak pidana penyelenggaraan perguruan tinggi yang memberikan gelar akademik tanpa hak tersebut.
Dalam kasus ini, Hendrikus Djawa disangka telah melakukan tindak pidana dengan melakukan kegiatan wisuda terhadap 263 mahasiswa Universitas PGRI NTT sejak 14 Oktober 2017.
Dia diduga melanggar Pasal 67 ayat 2 juncto Pasal 21 ayat 5 atau Pasal 67 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Wakapolres Kupang Kota Kompol Edward Jacky Tofany Umbu Kaledi dalam keterangan persnya di Mapolres Kupang Kota, Kamis (12/7) siang, mengatakan, dalam melakukan tindak pidana tersebut, Hendrikus Djawa mengatasnamakan dirinya sebagai Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (YPLP) pada Universitas PGRI NTT.
Dengan menyatakan dirinya sebagai Ketua YPLP, lanjut Wakapolres, tersangka Hendrikus Djawa kemudian melantik Rektor, Wakil Rektor dan Dekan Fakultas Universitas PGRI NTT, selanjutnya melaksanakan wisuda terhadap 263 orang mahasiswa.
Padahal sesuai Surat Keputusan (SK) Menteri Ristekdikti RI bahwa pencabutan izin pendirian Universitas PGRI NTT dan pencabutan izin pembukaan program studi pada Universitas PGRI NTT di Kota Kupang yang diselenggarakan oleh YPLP PGRI NTT, sudah dinyatakan ditutup melalui SK Nomor: 208/M/KPT/2017 pada tanggal 31 Mei 2017.
Namun dengan modus operandi yang dilakukan dengan mengatasnamakan dirinya sebagai Ketua YPLP PGRI NTT, Hendrikus Djawa telah melakukan sejumlah tindakan yang melanggar ketentuan hukum.
Dari kesepakatan dan rangkaian yang sudah dilakukan, jelas mantan Wakapolres Manggarai Barat itu, Hendrikus Djawa mengumumkan bahwa pendaftaran wisuda dapat dilaksanakan bagi mahasiswa PGRI NTT, dengan memungut biaya wisuda senilai Rp 4,5 juta per orang.
Masih menurut Wakapolres yang didampingi Kasat Reskrim AKP Pinten Bagus Satrianing Budi, setelah ditutupnya Universitas PGRI NTT, tersangka masih mewisudakan 263 orang dalam lima periode.
Wisuda periode pertama dilaksanakan pada bulan Oktober 2017 dengan mewisudakan 185 orang mahasiswa, kemudian periode kedua pada bulan November 2017 dengan 65 orang wisudawan.
Sementara itu, wisuda periode ketiga dilakukan Hendrikus Djawa pada bulan Desember 2017 dengan hanya 3 orang wisudawan, kemudian periode keempat pada bulan April 2018 sebanyak 5 orang dan wisuda periode kelima pada 31 Mei 2018 dengan mewisudakan 4 orang mahasiswa PGRI NTT.
“Sejumlah barang bukti terkait perkara ini telah diamankan penyidik, berupa SK pengangkatan Rektor, Wakil Rektor dan Dekan PGRI NTT. Ada juga ijazah para wisudawan dan transkrip nilai, foto copy ijazah dan surat keterangan penyelesaian studi, sejumlah skripsi, slip setoran pembayaran wisuda di bank, stempel rektor, dekan dan panitia wisuda serta sejumlah barang bukti dokumen lainnya,” urai mantan Kasat Lantas Polres Kupang Kota itu.
Ditambahkan, penyidik masih terus mengembangkan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi tambahan dan mencari pihak lain yang dinilai turut bertanggung jawab dalam perkara dimaksud. (joo/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!