Tiga Bupati Harus Mundur – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Tiga Bupati Harus Mundur

Paling Lambat September 2018
Jika Tetap Maju di Pemilu 2019

KUPANG, TIMEX – Meski belum ada satu pun partai politik yang mendaftarkan bakal calon legislatif (Bacaleg) ke KPU, namun beberapa nama bupati dan wakil bupati di NTT sudah masuk dalam daftar caleg di beberapa partai politik.
Hingga saat ini, tiga bupati telah menyatakan siap mencoba peruntungan ke DPR RI, yakni Bupati TTS, Paul V. R. Mella dari Partai Golkar, Bupati Kupang Ayub Titu Eki dari Partai Golkar dan Bupati Sumba Tengah Umbu Sappi Pateduk dari PDIP. Sementara Wakil Bupati Sumba Barat Daya Ndara Tanggu Kaha dari Partai Gerindra.
Sesuai putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 15/PUU-XI/2013, kepala daerah dan wakil kepala daerah yan mencalonkan diri menjadi anggota DPR, DPD, DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten/kota harus mengundurkan diri dari jabatannya dengan menyampaikan surat pengunduran diri tanpa ditarik kembali. Pemberhentian dari jabatan paling lambat enam bulan sebelum pencoblosan.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT, Maryanti Luturmas-Adoe yang diwawancara Timor Express Jumat (13/7) mengatakan hingga Jumat 13 Juli, belum ada satu pun partai politik yang mendaftarkan calon legislatif ke KPU NTT.
Ditanya terkait adanya kepala daerah yang menjadi caleg, Tanti, sapaan Maryanti tegaskan, mereka harus mundur dari jabatannya enam bulan sebelum pileg pada April 2019 mendatang. “SK (surat Keputusan) pemberhentian paling lambat tanggal 19 September 2018,” jelas Tanti.
Bupati TTS, Paul Mella dan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki baru akan berakhir masa jabatannya pada Maret 2019 mendatang. Bupati Sumba Tengah, Umbu Sappi Pateduk segera mengakhiri jabatannya pada November 2018 nanti. Sementara Wakil Bupati SBD, baru akan berakhir masa jabatannya di September 2019 atau lebih dari satu tahun lagi.
Setelah pendaftaran caleg oleh parpol pada 17 Juli nanti, akan diikuti pendaftaran calon presiden dan wakil presiden pada 4-10 Agustus 2018. Selanjutnya, masa kampanye 23 September 2018-13 April 2019, dan masa tenang 14-16 April 2019. Pemungutan suara pilpres dan pileg 17 April 2019.
Sebelumnya, Bupati TTS, Paul Mella mengatakan dirinya sudah memastikan akan bertarung menuju Senayan, sehingga siap mundur dari jabatan. “Saya sudah minta restu masyarakat TTS dan siap bertarung,” kata Paul Mella.

Golkar Godok Caleg DPRD Provinsi//

Sebelumnya beberapa partai politik yang dikonfirmasi koran ini belum mau menyebut nama-nama calon legislatif tingkat provinsi NTT. Khusus daerah pemilihan Kota Kupang, beberapa nama sudah dipastikan akan diusung.
Di Partai Golkar misalnya, mantan Wali Kota Kupang, Jonas Salean menduduki posisi teratas sebagai kandidat dengan hasil survei tertinggi diikuti Muhammad Ansor. Selanjutnya ada Agatha Helena Deze, Restu Dupe, Beny Taopan dan Riesta Mega Sari.
Melalui surat yang dikeluarkan DPD I Golkar NTT disebutkan, akan digelar rapat penyampaian hasil penetapan calon legislatif pada Minggu (15/7) di Kantor Golkar NTT.
Di Partai Demokrat misalnya, beberapa nama juga sudah beredar untuk daerah pemilihan Kota Kupang. Kardinald Kale Lena yang sebelumnya diisukan maju caleg DPR RI, saat ini kembali diisukan maju kembali di DPRD NTT sebagai caleg incumbent. Ada pula Mell Adoe yang juga mantan Ketua DPRD NTT.
Ketua DPW Partai Nasdem NTT, Ray Fernandes sebelumnya mengatakan, Partai Nasdem akan mendaftar secara serentak pada Sabtu 14 Juli 2018.
Khusus dapil Kota Kupang, beberapa nama incumbent sudah dipastikan tidak masuk dalam bursa calon. Misalnya, Alex Ena dari Partai Nasdem, Viktor Lerik yang sebelumnya lolos dari Partai Gerindra, kini menyeberang ke Partai Nasdem dan maju DPR RI. Sementara Anton Belle dari PDIP memilih untuk tidak bertarung. (cel/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!