Halal Bi Halal Jalin Kedekatan dengan Allah – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Halal Bi Halal Jalin Kedekatan dengan Allah

CERAMAH. Ustazd Usman Mamang sedang memberikan ceramah pada acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Lohayong Solor (KBLS ) Cabang Kupang di Kompleks Mesjid Attin Kampung Maleset, Namosain  Kupang, pada Minggu (15/7).

IST

Keluarga Besar Lohayong Solor Cabang Kupang 

NAMOSAIN, TIMEX – Ada sebuah tradisi masyarakat muslim dinegeri ini, yaitu halal bi halal.

Satu kebiasaan yang hanya di negeri ini. Halal bi halal muncul  sebagai ungkapan saling menghalalkan kesalahan dan kekhilafan, saling memafkan satu dengan yang lain.

Setiap kita sadar tidak ada yang lepas dari kesalahan. Manusia tempatnya salah dan lupa.

Hari raya Idul Fitri dengan kegiatan halal bi halal nya membuat kita umat muslim yang melebur kesalahnnya dengan berbagai maaf tanpa sekat yang membatasi satu sama lain.

Hal inilah momentum yang sangat tepat dalam kegiatan halal bi halal Keluarga Besar Lohayong Solor (KBLS) Cabang Kupang yang  digagas oleh Yayasan Gewayantan Cabang Kupang bertempat di kompleks Mesjid Attin Kampung Maleset, Namosain , Kupang pada Minggu (15/7).

Dalam laporan ketua panitia halal bi halal 1439H/2018, Yahya Asnun, mengatakan bahwa kegiatan ini untuk memupuk rasa silaturahim antar sesama keluarga besar Lohayong Solor yang ada di Kupang untuk senantiasa bersatu, dalam bingkai kekeluargaan dan persaudaraan sejati dan bermartabat.

“Acara ini dihadiri sekira 300an keluarga besar Lohayong Solor yang berada di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya,” kata Yahya.

Acara tersebut juga diselingi dengan meriahnya kesenian khas daerah dolo-dolo dan lainnya yang adalah sebuah tradisi khas masyarakat kita setiap tahunnya.

Pada hikmah halal bi halal kali ini yang disampaikan oleh Ustazd Usman Mamang, ada tiga pelajaran yang bisa dipetik adalah yang pertama, memperkokoh tali persaudaraan antar sesama dengan tebar salam seiring membersihkan diri dari segala bentuk kesalahan dan  kembali kepada ampunan Allah yang maha luas.

“Karena itulah hakekat dari kalimat indah minal a’idin wal faizin, kembali kepada fitrah melawan hawa nafsu, kembali kepada jati diri yang suci, bersih, bening dan penuh ketulusan. Pelajaran kedua dari halal bi halal adalah membersihkan hati kita dari hasat dengki terhadap sesama. Kita singkirkan penyakit hati dalam momentum halal bi halal tidak ada lagi kedengkian, kita ganti dengan kelapangan jiwa, kita obati kesombongan dengan kerendahan hati, kita buang permusuhan dan kita isi persaudaraan yang hakiki,” kata Ustazd Usman Mamang.

Ustazd Usman mengajak keluarga besar Solor Lohayong untuk memupuk kepedulian dan kebersamaan sebagai mahkluk ciptaan Allah SWT

Sebagai makhluk sosial kata dia, kita tidak bisa lepas dari pergaulan dan kebersamaan yang dibangun lewat sikap tolong menolong.

Menurut dia, saatnya setiap muslim membumikan berkah-berkah kesalahan Ramadan dengan menebar rasa bahagia pada setiap orang dengan memupuk, merawat dan menjaga agar kita mendapatkan buah indahnya ikatan persaudaraan.

“Syawal, sebagai bulan indahnya kebersamaan dalam kasih sayang,  adalah sebuah waktu istimewa untuk dapat bersilaturahim saling mengenal dan saling mendoakan, sehingga kita mampu mensinergikan hubungan baik dengan Allah dan sesama,, dalam ikatan halal bi halal keluarga besar Lohayong Solor yang berada di Kupang,”  pungkasnya. (*/joo)

 

 

 



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!