Timor Express

HUKUM

Mantan Sekda TTS Dihukum 1 Tahun Penjara

Salmun Tabun

Putusan PK Mahkamah Agung 

KUPANG, TIMEX – Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia telah mengeluarkan putusan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan terdakwa Salmun Tabun yang juga mantan Sekda Kabupaten TTS.

Panitera Muda (Panmud) Pengadilan Tipikor Kupang, Daniel Sikky, yang dikonfirmasi Timor Express, Senin (16/7), membenarkan.

Menurut Daniel, pihaknya juga sudah menerima salinan putusan PK tersebut, dan telah diteruskan juga ke Kajari Kabupaten TTS sebagai Penuntut Umum.

Dia menjelaskan, majelis hakim pada tingkat PK di MA dalam amar putusan menjatuhkan vonis pidana penjara selama 1 tahun dan pidana denda sebesar Rp 50 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan.

Vonis hukuman tersebut kata Daniel, diputuskan dalam rapat musyawarah majelis hakim pada Selasa 15 Mei 2018 oleh Prof. Dr. Surya Jaya, dengan hakim yang ditetapkan oleh Ketua MA RI sebagai Ketua Majelis adalah Dr. H. Suhadi dan H. Syamsul Rakan Chaniago, sebagai anggota serta Istiqomah Berawi sebagai panitera pengganti.

Salinan putusan ditandatangani Panitera Muda Pidana Khusus Roki Panjaitan.

Salmun Tabun juga, lanjut Daniel, dihukum membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp 37.527. 272,73, dikompensasi dengan uang yang telah disetorkan kepada penyidik sebesar Rp 45.000.000, sehingga sisa uang Pemohon PK sebesar Rp 7.472.727,27 dikembalikan kepada Pemohon PK.

“Dalam amar putusan tersebut juga, majelis hakim juga menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terpidana dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,” sebut Daniel.

Selain itu juga menetapkan barang bukti 1-162 selengkapnya sebagaimana termuat dalam amar putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kupang Nomor 21/PID.SUS.TPK/2017/PN.Kpg tanggal 12 September 2017 terlampir dalam berkas perkara.

“Majelis hakim dalam putusannya juga membebankan kepada terpidana untuk membayar biaya perkara pada tingkat PK sebesar Rp 2.500,” imbuhnya.

Masih menurut Daniel, petikan putusan MA RI Nomor 12 PK/Pid.Sus/2018 dengan terdakwa Salmun Tabun tersebut juga telah dikirim ke Kejari Kabupaten TTS dengan surat pengantar Nomor: W26.UI/2089/HN.01.10/VII/2018 tanggal 13 Juli 2018 yang ditandatangani Panitera Muda Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kupang H.L.M.Sudisman.

Terpisah, Philipus Fernandez selaku penasihat hukum Salmun Tabun, yang dikonfirmasi Koran ini, mengaku belum menerima salinan putusan tersebut.

“Salin putusan belum disampaikan ke saya selaku penasihat hukum pemohon PK. Saya segera cek ke panitera Pengadilan Tipikor,” kata Philipus.

Advokat senior di Kupang itu juga belum mau berkomentar lebih soal putusan PK atas kliennya. ”Tunggu saya baca lengkap dulu petikan putusannya,” pungkas Philipus. (joo)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!