Pertamina Lubricants Luncurkan Enduro Student Program – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Pertamina Lubricants Luncurkan Enduro Student Program

WIRAUSAHA MUDA. Sebagian peserta Enduro Student Program (ESP) pose bersama Sales Region Manager V PT Pertamina Lubricants Budi Suharyanto, Sekretaris Dinas Nakertrans Provinsi NTT Maria Sumarni, serta sejumlah pejabat lainnya di Aula UPT PTK Provinsi NTT, Senin (16/7).

TOMMY AQUINODA/TIMEX

Ciptakan Entrepreneur Muda di NTT

KUPANG, TIMEX – PT Pertamina Lubricants, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri domestik dan internasional, Senin (16/7) meluncurkan Enduro Student Program (ESP) di Provinsi NTT. Program pelatihan dan entrepreneurship perbengkelan roda dua ini merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan dari Pertamina Lubricants dalam rangka menciptakan tenaga muda produktif dan mandiri Indonesia.

Peluncuran program ini ditandai dengan penyematan seragam ESP kepada perwakilan peserta oleh Sales Region Manager V PT Pertamina Lubricants Budi Suharyanto, sekaligus penyerahan perserta kepada Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (UPT PTK Nakertrans) Provinsi NTT.

Turut hadir dalam acara ini, diantaranya SAM Retail Bali Nusra Naufal Nusaputra, Sekretaris Dinas Nakertrans Provinsi NTT Maria Sumarni, Kepala UPT PTK Beny Gaya, perwakilan dari Korem 161/WS Kupang, serta perwakilan kepala SMKN 2 Kupang dan SMKN 5 Kupang.

Adapun peserta yang memenuhi kualifikasi untuk mengikuti pelatihan ESP berjumlah 48 orang. Mereka berasal dari tiga kota yakni Kota Kupang, Larantuka dan Adonara. Dengan rincian 17 peserta dari Kota Kupang, 15 peserta dari Larantuka dan 16 peserta dari Adonara.

Sales Region Manager V PT Pertamina Lubricants Budi Suharyanto dalam sambutan mengatakan, ESP yang adalah bagian dari CSR PT Pertamina Lubricants diluncurkan pada tahun 2016 lalu. Program ini selaras dengan komitmen CSR PT Pertamina Lubricants, bekerja sama dengan mitra, untuk mendukung kemandirian tenaga muda produktif Indonesia dibidang otomotif. Dan dengan ESP ini, diharapkan kemandirian masyarakat dapat terbangun secara berkelanjutan dimana para peserta dapat terus membangun mimpi mereka, membuka lapangan pekerjaan, membangun ekonomi setempat dan menjadi inspirator bagi rekan-rekan mereka.

“ESP diluncurkan pertama kali di Cilacap pada tahun 2016, di Gresik dan Lamongan pada pertengahan 2017 dan dilanjutkan di Blora, Tuban dan Bojonegoro juga pada tahun 2017. Di Kupang kita pernah buat pelatihan bagi 65 peserta, tapi waktunya singkat,” ujar Budi.

Sejalan dengan tema “Semangat Membangun Tenaga Muda Produktif Indonesia”, Budi mengatakan, program ESP telah berhasil mencetak wirausaha-wirausaha muda di bidang perbengkelan roda dua. Untuk di Cilacap, ESP telah mencetak enam wirausaha muda dengan rintisan lima bengkel motor yang kini sudah berhasil menorah prestasi penjualan dan pelayanan pelanggan yang baik bagi masyarakat sekitar di Cilacap. Untuk ESP di Gresik dan Lamongan, program ini sudah mencetak lebih dari 10 bengkel mandiri.

“Jadi, kegiatan ESP di NTT diharapkan dapat menghasilkan wirausaha muda yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dengan melahirkan bengkel-bengkel mandiri,” katanya.

Budi menambahkan, Pertamina Lubricants percaya bahwa mengembangkan keahlian dan minat para tenaga muda produktif sangatlah penting untuk memajukan industri pelumas dan ekonomi masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Untuk itu, kedepannya, program ini akan dilanjutkan dan direplikasi ke wilayah pabrik PT Pertamina Lubricants lainnya dan juga di wilayah Sales Region Pertamina Lubricants dari seluruh Indonesia.

“Khusus di NTT kita juga akan lakukan evaluasi. Jika berjalan baik, kita akan lakukan ESP di kota kabupaten lain selain Kota Kupang. Program berkelanjutan ini diharapan dapat membangun semangat jiwa anak muda untuk menumbuhkan usaha perbengkelan di wilayah NTT,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Dinas Nakertrans Provinsi NTT Maria Sumarni, mengatakan, ESP merupakan ide cemerlang dari PT Pertamina Lubricants yang harus diapresiasi. Sebab program ini penting bagi pengembangan kompetesi dan peningkatan kualitas calon tenaga kerja serta terciptanya wirausawan muda di NTT. Khususnya di Kota Kupang, Larantuka dan Adonara.

“Program ini sangat mendukung program nawacita pemerintahan Jokowi-JK. Harapannya, program ini dapat menekan angka pengangguran,” tuturnya.

Maria menyebutkan, data Dirjen Binalattas menunjukan bahwa dari 133,94 juta angkatan kerja Indonesia, tingkat pengangguran terbuka saat ini paling tinggi adalah lulusan SMK sebesar 8,92 persen. Disusul lulusan Diploma sebesar 7,92 persen, lulusan SMA sebesar 7,19 persen, lulusan Perguruan Tinggi sebesar 6,31 persen. Data ini menunjukan bahwa angkatan pengangguran didominasi oleh lulusan sekolah formal. Untuk itu, peluang emas lewat ESP ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh peserta.

“Setelah mendapatkan pelatihan dan kembali ke kampung halaman, kalian adalah model yang harus memberi motivasi kepada adik-adik serta anak muda lain dalam menciptakan lapangan kerja baru. Dengan komitmen, ketekunan serta optimis yang kuat untuk berwirausaha, kalian pasti bisa sukses,” ungkap Maria seraya meminta peserta untuk mengikuti ESP dengan baik dan serius.

Untuk diketahui, ESP terdiri dari berbagai tahapan. Pada tahapan pertama, peserta akan mengikuti pelatihan teknis dan non-teknis sepeda motor selama 1 bulan di UPT PTK/BLK. Untuk sesi pelatihan non-teknis, peserta dibekali beberapa materi, diantaranya character building dan wawasan kebangsaan, pengelolaan limbah dan lingkungan, kewirausahaan, product knowledge pelumas dan creative thinking. Materi ini diberikan agar peserta memiliki pengetahuan dan motivasi yang cukup untuk mendirikan sebuah bengkel mandiri nantinya. Selanjutnya pelatihan teknis meliputi pelatihan mekanik teori dan praktik dengan instruktur/fasilitator otomotif yang handal. Materi yang akan diterima adalah seperti pengenalan, perawatan dan perbaikan kendaraan roda dua.

Setelah lulus dari UPT PTK nantinya, peserta melanjutkan program dengan melakukan praktek kerja (magang) di bengkel mitra binaan PT Pertamina Lubricants. Peserta akan menerima mentorship dan pelatihan kerja langsung oleh mekanik yang sudah berpengalaman. Pada tahap magang, peserta terjun langsung secara real untuk belajar teknis keterampilan bengkel sepeda motor sekaligus belajar menjalankan bisnis bengkel skala kecil dan medium. Setelah melalui proses magang selam 45 hari, peserta akan dibekali dengan pelatihan wirausaha, pelatihan lingkungan dan perencanaan bisnis oleh para ahli di bidangnya. Pada tahap akhir akan dilakukan pendampingan untuk memulai usaha perbengkelan secara berkelompok dengan bantuan modal in-kind alat perbengkelan dari PT Pertamina Lubricants.

Tentang PT Pertamina Lubricants
PT Pertamina Lubricants merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri serta base oil untuk pasar domestik dan internasional yang tersebar di Asia, Afrika, dan Australia. Pertamina Lubricants mengoperasikan 3 unit produksi di Gresik, Cilacap, dan Jakarta serta 1 unit produksi di Thailand dengan total kapasitas lebih dari 535 juta liter per tahun. Produk Pelumas Pertamina telah mendapatkan pengakuan dari dunia Internasional, salah satunya dibuktikan dengan menjadi technical partner Automobili Lamborghini. Dengan kerjasama ini, produk pelumas Pertamina Fastron Platinum, SAE 10W-60, VW 504.00/507.00 menjadi produk resmi yang akan digunakan Automobili Lamborghini untuk setiap event motorsport yang akan ditangani tim Lamborghini Squadra. (tom)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!