34 Mantan Kada-Cakada Ikut Caleg – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

34 Mantan Kada-Cakada Ikut Caleg

Mantan Kepala dan Wakil Kepala Daerah dan Calon Kepala Daerah Ikut Caleg

PAN

Calon Anggota DPR RI:

1. Chris Rotok: Mantan Bupati Manggarai, Calon Wakil Gubernur NTT (Dapil NTT-1)

2. Anton Bagul Dagur: Mantan Bupati Manggarai Barat (Dapil NTT-1)

Calon Anggota DPRD Provinsi NTT:

1. Selfester Banfatin: Calon Bupati Kupang (Dapil NTT-2)

2. Paolus Nong Susar: Wakil Bupati Sikka (Dapil NTT-5)

3. Oskarianus Meta: Calon Wakil Bupati Nagekeo

4. Yefta Mella: Calon Wakil Bupati TTS (Dapil NTT-8)

5. Alexander Kase: Calon Wakil Bupati TTS (Dapil NTT-8)

PARTAI GOLKAR

Calon Anggota DPR RI:

1. Julianus Poteleba: Mantan Bupati Sumba Barat (Dapil NTT-2)
2. Ayub Titu Eki: Bupati Kupang (Dapil NTT-2)
3. Paul Mella: Bupati TTS (Dapil NTT-2)

Calon Anggota DPRD NTT:

1. Jonas Salean: Mantan Wali Kota Kupang (Dapil NTT-1)
2. Frans Sarong: Calon Bupati Manggarai Timur (Dapil NTT-4)
3. Ansgerius Takalapeta: Mantan Bupati Alor (Dapil NTT-6)
4. Valens Tukan: Mantan Wakil Bupati Flores Timur (Dapil NTT-6)
5. Gabriel Manek: Mantan Bupati TTU (Dapil NTT-7)

PARTAI GERINDRA

Calon Anggota DPR RI

1. Ndara Tanggu Kaha: Wakil Bupati SBD (Dapil NTT-2)

Calon Anggota DPRD Provinsi NTT

1. Gasa Maximus: Mantan Wakil Bupati Manggarai Barat (Dapil NTT-4)

PARTAI DEMOKRAT

Calon Anggota DPR RI

1. Yosep Tote: Bupati Manggarai Timur (Dapil NTT-1)
2. Benny Litelnoni: Mantan Wakil Gubernur NTT (Dapil NTT-2)

Calon Anggota DPRD Provinsi NTT

1. Ampera Seke Selan: Calon Bupati TTS (Dapil NTT-8)

PARTAI NASDEM

Calon Anggota DPRD Provinsi NTT

1. Umbu Marisi: Calon Bupati Sumba Tengah (Dapil NTT-3)
2. Obed Naitboho: Bupati TTS (Dapil NTT-3)

PARTAI HANURA

Calon Anggota DPR RI
1. Ibrahim A. Medah: Mantan Bupati Kupang (Dapil NTT-2)
2. Paulus Moa: Mantan Bupati Sikka (Dapil NTT-1)

Calon Anggota DPRD Provinsi NTT
1. Paulus Yohanes Nuwa Veto: Wakil Bupati Nagekeo (Dapil NTT-5)
2. Gaspar Batu Bata: Calon Bupati Nagekeo (Dapil NTT-5)

PDI PERJUANGAN

Calon Anggota DPR RI
1. Frans Lebu Raya: Mantan Gubernur NTT (Dapil NTT-1)
2. Umbu sappi Pateduk: Bupati Sumba Tengah (Dapil NTT-2)

Calon Anggota DPRD Provinsi NTT

1. Nelson Matara: Calon Bupati Kupang (Dapil NTT-2)
2. Viktor Mado Watun: Mantan Wakil Bupati Lembata (Dapil NTT-6)
3. Emelia Nomleni: Calon Wakil Gubernur NTT (Dapil NTT-8)

PKB

Calon Anggota DPRD Provinsi NTT

1. Daniel Hurek: Mantan Wakil Wali Kota Kupang (Dapil NTT-1)
2. Taolin Ludovikus: Mantan Wakil Bupati Belu (Dapil NTT-7)
3. Johanis Lakapu: Calon Bupati TTS (Dapil NTT-8)

Lima Parpol Belum dapat Tanda Terima

KUPANG, TIMEX – Proses pendaftaran hingga verifikasi bakal calon legislatif sedang berlangsung di KPU, baik kabupaten/kota, provinsi dan KPU RI.
Dari lebih dari 10.000 bacaleg kabupaten/kota, provinsi dan pusat dari seluruh wilayah NTT, muncul sejumlah nama besar. Dari kalangan politisi terdapat para calon incumbent, mantan anggota dewan dan tidak sedikit politisi muka baru.
Menariknya, dari nama-nama besar yang muncul, 34 orang di antaranya merupakan kepala daerah aktif, mantan kepala daerah/wakil kepala daerah dan juga mantan calon kepala daerah/wakil kepala daerah yang gagal dalam pilkada 2018.
Untuk bakal calon DPR RI, mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya akan bertarung di daerah pemilihan NTT 1 dari PDIP. Dapil 1 meliputi Flores, Lembata dan Alor. Sedangkan dapil 2 meliputi Timor, Sumba, Sabu Raijua dan Rote Ndao. Benny Litelnoni yang juga mantan wakil gubernur NTT juga mencalonkan diri dari Partai Demokrat di dapil NTT 2. Christian Rotok yang juga mantan bupati dua periode, mantan calon gubernur NTT dan mantan calon wakil gubernur NTT. Chris Rotok bertarung di dapil NTT 1 dari PAN. Ada pula Ibrahim Medah dari Hanura yang juga mantan bupati dua periode, mantan ketua DPRD NTT, mantan calon gubernur NTT yang kini menjadi anggota DPD RI. Iban Medah akan bertarung di dapil NTT 2. Sementara Paulus Moa yang merupakan mantan bupati Sikka dan mantan calon wakil gubernur NTT akan bertarung di dapil NTT 1 dari Hanura.
Berbeda dengan mantan calon wakil gubernur NTT 2018, Emelia Nomleni dari PDIP yang maju calon anggota DPRD NTT dapil 8 meliputi Kabupaten TTS. Emi juga merupakan mantan anggota DPRD NTT dua periode.
Sekretaris DPD PDIP NTT, Nelson Matara yang diwawancara Timor Express mengakui, Frans Lebu Raya yang baru saja melepas jabatan gubernur pada Senin (16/7) itu dipastikan akan bertarung merebut kursi di Senayan. “Memang belum ada pemberitahuan resmi ke kami. Tapi yang mendaftar itu ada Pak Frans, Andre Parera juga di dapil NTT 1. Kalau di dapil NTT 2 itu ada Herman Hery juga,” jelas Nelson, mantan wakil Ketua DPRD NTT dan juga mantan calon bupati Kupang yang kembali bertarung ke DPRD NTT itu.
Sebelumnya, Ketua DPW Partai Perindo NTT, Jonathan Nubatonis yang diwawancara Timor Express, Selasa (17/7) menjelaskan, Perindo sebagai partai yang baru pertama kali mengikuti pemilu, namun telah mempersiapkan kadernya secara baik. Bahkan Perindo siap meraih lebih banyak kursi di parlemen.
Jonathan sendiri merupakan mantan Anggota DPD RI yang kini siap bertarung ke DPR RI. Sementara Sekretaris DPW Perindo NTT, Hendrik Rawambaku yang juga mantan anggota DPRD NTT itu siap merebut kembali kursinya di DPRD NTT. “Caleg kami memang tidak ada yang dari mantan kepala daerah, tetapi ada yang mantan dewan dan ada yang dari partai lain. Kami sudah komit dari awal untuk tidak usung caleg mantan napi,” tandas Jonathan.
Terpisah, Ketua DPD PAN NTT, Awang Notoprawiro menjelaskan pada pemilu kali ini PAN menargetkan minimal mendapat 8 kursi di DPRD NTT. Pasalnya, caleg-caleg PAN yang bertarung adalah orang-orang pilihan dan tokoh di daerahnya masing-masing. “Ada mantan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Ada juga calon bupati dan wakil yang tidak lolos maju lewat PAN. Kami optimistis PAN dapat 8 kursi dari 8 dapil,” jelas Awang.
Ia juga yakin PAN mendapat dua kursi untuk DPR RI. Pasalnya, dari dapil 1 akan bersaing dua caleg PAN, yakni Christian Rotok, mantan Bupati Manggarai yang baru saja bertarung di Pilgub NTT. Tak hanya itu, mantan Bupati Manggarai Barat Anton Bagul Dagur juga bersaing menuju Senayan. “Kami optimistis minimal satu kursi dari dapil 1 dan satu dari dapil 2,” kata Awang.

Pendaftaran Bacaleg NTT di KPU Ditutup

Suasana tegang di Aula Komisi pemilihan Umum (KPU) NTT menjelang pukul 00.00 Wita, Selasa (17/7). Betapa tidak, hingga menit-menit terakhir pendaftaran bakal calon legislatif provinsi NTT, lima partai politik belum menerima tanda terima pendaftaran dari KPU.
Kelima partai tersebut, yakni PKS, PPP, PBB, Berkarya dan Partai Garuda. Kelima partai tersebut baru saja menyerahkan dokumen di menit-menit terakhir. Sementara Ketua KPU dan anggota saat itu sedang melakukan pemeriksaan berkas pendaftaran Partai Golkar yang juga baru diserahkan beberapa saat sebelumnya.
“Pendaftaran kami tutup. Kami sudah berikan tanda terima sebanyak 10 partai politik. Golkar sedang berproses kemudian lima parpol itu akan proses setelah ini. Dokumen sudah diterima sebelum pukul 00.00,” kata Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe saat jam menunjukkan pukul 00.00.
Setelah dilakukan pemeriksaan berkas, dokumen Partai Demokrat dinyatakan lengkap dan akan dilanjutkan dengan verifikasi berkas para calon. Beberapa syarat utama pendaftaran, yakni pakta integritas, surat pernyataan keterwakilan perempuan minimal 30 persen, bahwa perekrutan caleg dilakukan secara demokratis dan SK kepengurusan.
Anggota Bawaslu NTT, Jemris Fointuna kepada koran ini menjelaskan, jika salah satu dari syarat itu tidak terpenuhi, dokumen pendaftaran akan dikembalikan. Sehingga otomatis tidak bisa diterima pendaftarannya karena tidak ada lagi waktu untuk perbaikan bagi kelima partai tersebut. “Yang bisa diperbaiki itu misalnya di dalam surat keterangan sehat jasmani dan rohani itu ada tiga item, misalnya bebas narkoba dan juga tes kejiwaan. Kalau ada salah satu saja itu masih bisa diterima untuk nanti diperbaiki saat masa perbaikan. Asal jangan kosong semua,” jelas Jemris.
Menariknya, KPU NTT menerima dokumen pendaftaran dari dua kubu yang mengaku sebagai pengurus DPW Partai Berkarya NTT. Kedua kubu tersebut, yakni yang diketuai Antonius Kaunang dan kubu kedua dipimpin Jan Benyamin. Dalam proses pemeriksaan berkas, KPU menyebutkan, kepengurusan Antonius Kaunang yang diterima karena sesuai dengan yang data KPU RI berdasarkan kepengurusan yang sah di DPP Partai Berkarya.
Hingga berita ini diturunkan pukul 01.10 Rabu (18/7) dini hari tadi, KPU masih melakukan pemeriksaan berkas pendaftaran kelima partai tersebut yang dimulai dari Partai Berkarya. (cel/mg29/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!