Timor Express

PENDIDIKAN

Fisika Undana Dipastikan Wisuda September

KETERANGAN.Wakil Rektor Undana Kupang Bidang Akademik, Dr.drh.Maxs U.E. Sanam memberikan pernyataan kepada Timor Express di ruang kerjanya, Rabu (18/7)

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

KUPANG, TIMEX-Polemik akreditasi yang terjadi pada Program Studi Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang segera berakhir. Pihak Undana memastikan, mahasiswa Prodi Fisika bisa diwisuda pada September 2018 nanti.
Sebelumnya, Prodi Fisika Undana dilarang melakukan wisuda, buntut dari tudingan plagiat dalam proses akreditasi prodi tersebut April 2018 lalu.
Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Dr.drh.Maxs U.E. Sanam di ruang kerjanya, Rabu (18/7). Maxs membenarkan adanya informasi yang berkembang di publik bahwa terdapat masalah pada status akreditasi program studi Fisika karena ditemukan kemiripan dukumen terutama pada dukumen evaluasi diri.
Dijelaskan, saat mengisi berkas yang berkaitan dengan akreditasi pada sistim online, terdapat narasi-narasi yang diisi ulang lalu memasukan data yang berkaitan dengan proses akreditasi yang diminta BAN-PT. Namun dalam proses memasukan evaluasi diri, ada kemiripan narasi dengan pendidikan profesi dari salah satu prodi sipil di sebuah perguruan tinggi di Bbali.
“Sehingga, status pendidikan akreditasi ini dipending dan karena menggunakan online ditunjukan di situ bahwa dilarang melakukan wisuda selama 2 tahun. Namun sejauh ini pihak universitas dan juga prodi belum mendapat surat keputusan pemberian sangsi itu,” kata Maxs.
Dilanjutkan, pihak universitas patut memberikan apresiasi kepada prodi Fisika karena prodi Fisika merupakan satu-satunya prodi yang melakukan pengisian data akreditasi menggunakan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Secara Online (SAPTO). “Semua data yang berkaitan dengan prodi harus dimasukan ke sistem tersebut untuk dilakukan verifikasi, namun prodi yang lain masih manual,” tutur Maxs.
Dia juga membantah adanya informasi terkait isu plagiat yang diduga dilakukan panitia akreditasi. Dia kembali tegaskan, hanya terjadi kemiripan narasi yang dinilai melaui sistem. Sehingga bukan saja program studi Fisika yang mengalami masalah, namun ada juga program studi yang ada di universitas besar lain yang tersebar di seluruh Indonesia berjumlah 205 program studi termasuk salah satunya prodi Fisika Undana.
“Sehingga masyarakat diimbau untuk tidak perlu mempercayai adanya isu bahwa ada penipuan, plagiat dan sebagainya yang mengakibatkan timbulnya polemik ini,” ungkap Maxs.
Menyikapi persoalan ini, Rektor Undana dan Ketua LP3M melakukan klarifikasi ke BANPT pada 10 Juli 2018. Hasilnya, ada keputusan bahwa tidak ada sangsi seperti isu yang telah berkembang di publik. Undana melalui FKIP, khususnya prodi Fisika diminta untuk memperbarui atau mengapload data yang ditemukan kemiripan yang ditemukan ke SAPTO.
“Waktu yang diberikan untuk melakukan perubahan ini selama 1 bulan, sehingga bulan depan sudah diketahui status akreditasinya. Dan, dipastikan pada wisudah September, mahasiswa yang sudah melakukan yudisium akan diwisuda,” ujar Maxs Sanam yang didampingi Kepala Humas, David Sir.
Proses penerimaan mahasiswa baru, belajar mengajar dan ujian akhir tetap berjalan seperti biasa sejak ada masalah. Namun dia akui, setelah isu adanya sanksi tersebut, dan perindah dalam sistem, prodi Fisika tidak melakukan yudisium dan juga wisuda. Sehingga, berdasarkan informasi terbaru tersebut, pihaknya kembali memastikan akan melakukan yudisum dan juga wisuda pada September nanti.(mg29/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!