Sekeluarga Rebutan Kursi – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Sekeluarga Rebutan Kursi

Jonathan: Untuk Dongkrak Suara Partai
Pengamat: Parpol sangat Pragmatis

KUPANG, TIMEX – Pesta demokrasi yang akan dihelat April 2019 mendatang akan menyuguhkan pertarungan yang berbeda. Betapa tidak, tidak sedikit bakal calon legislatif yang datang dari satu keluarga.
Ada yang berasal dari satu partai dan satu daerah pemilihan, namun ada juga yang berbeda partai. Salah satunya adalah mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya yang bertarung ke DPR RI melalui PDIP dari daerah pemilihan NTT 1. Sementara sang istri, Lucia Adinda Dua Nurak bertarung menuju Senayan lewat pintu DPD RI daerah pemilihan Provinsi NTT.
Sementara adik kandung Frans Lebu Raya, yakni Kamilus G. Tokan dari PDIP, maju caleg DPRD Kota Kupang daerah pemilihan Oebobo. Frans Lebu Raya sendiri sebelumnya menjabat wakil Ketua DPRD NTT, Wakil Gubernur NTT dan dua periode menjadi Gubernur NTT dan baru berakhir 16 Juli 2018 lalu.
Di lain sisi, satu keluarga yang sama-sama caleg adalah Jonathan Nubatonis bersama istrinya, Carolin Nubatonis dan anaknya, Ronny Nubatonis. Jonathan dan istrinya sama-sama maju DPR RI dari Partai Perindo dari dapil NTT 2. Sementara sang anak maju calon DPD RI dapil Provinsi NTT. Menariknya, Jonathan dan istri adalah mantan anggota DPD RI. “Ini kan sistem kumpul suara untuk partai. Kami tidak target untuk masuk semua. Hanya satu saja,” kata Jonathan kepada Timor Express Minggu (29/7). Menurut dia, kunci untuk meraih suara rakyat adalah berlaku jujur dan ikhlas membantu sesama tanpa pandang bulu.
Yang menarik lagi datang dari keluarga besar Bria Seran di Kabupaten Malaka. Terdapat empat bersaudara kandung yang sama-sama caleg dari partai berbeda. Alfridus Bria Seran dari Nasdem menjadi calon anggota DPR RI dapil NTT 2, Agus Bria Seran dari Gerindra dan Yohanes Bria Seran dari Golkar bertarung ke DPRD NTT. Sementara Adrianus Bria Seran dari Golkar yang juga Ketua DPRD Malaka, bertarung kembali di Kabupaten Malaka.
Alfridus dan Agus adalah anggota DPRD NTT. Sementara Yohanes adalah mantan Kadis Pertambangan dan Energi Provinsi NTT.
Di Kabupaten TTU, ayah dan dua anaknya sama-sama caleg dari PKS. Menariknya lagi, ketiganya maju di daerah pemilihan yang sama, yakni daerah pemilihan 3 TTU. Ketiganya, yakni Matheus Nifu, Veludencia Manuela Nifu dan Godefrida Nifu.
Sebelumnya Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan KPU tidak berwenang mengumumkan nama-nama calon legislatif dari satu keluarga. KPU hanya mengumumkan nama caleg yang mantan narapidana korupsi.
Menurutnya, untuk caleg yang berasal dari satu keluarga juga tidak diatur oleh undang-undang. Semua mempunyai hak yang sama. Oleh karena itu, tidak ada larangan satu keluarga maju caleg. “Belum ada aturannya soal itu (sekeluarga maju caleg),” kata Arief.
Namun, menurutnya, media massa bisa menyampaikan kepada publik nama-nama caleg yang berasal dari satu keluarga. Dengan demikian publik sebagai pemilih bisa mengetahuinya.
Pengamat komunikasi politik Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Mikhael Rajamuda Bataona sebelumnya mengatakan saat ini partai politik sangat pragmatis. Partai-partai politik sedang mempertontonkan ketidakdewasaan dan ketidakcerdasan yang nyata. “Sistem oligarki masih sangat kuat di internal partai dan belum mengalami reformasi. Dari pusat sampai daerah, perilaku partai hampir mirip,” jelas Mikhael.
Ia kembali menjelaskan, dalam demokrasi tak langsung yang diterapkan di hampir semua negara modern, termasuk Indonesia, partai politik adalah pilar utama dan terpenting bagi terlaksananya demokrasi perwakilan. Tapi kenyataannya tidak demikian. Partai belum menjadi pilar demokrasi. Partai masih sering digunakan sebagai mesin uang bagi sebagian besar elit dan sekaligus mesin kekuasaan semata. Bukan alat konsolidasi demokrasi. “Menurut saya banyak partai menjadi pragmatis karena orientasi mereka masih pada hasil instan untuk jangka pendek,” ujarnya. (cel/jpg/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!