Sekda Minta Rekanan Tidak Demo – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Sekda Minta Rekanan Tidak Demo

YOPI TAPENU/TIMEX

SOE, TIMEX – Sekretaris DPRD TTS, Marthen Selan menegaskan, wajar jika rekanan marah, sebab hingga saat ini Pemkab TTS belum membayar hak mereka. Pasalnya, rekanan sudah mengerjakan pekerjaan milik Pemkab TTS menggunakan uang pribadi, namun Pemkab TTS belum mengganti uang rekanan.

“Saya kira wajar kalau kawan-kawan rekanan marah. Tetapi saya harap jangan demo karena kalau pak bupati sudah ada di SoE, nanti kami undang rekanan dan DPRD untuk kita duduk bersama untuk samakan persepsi,” ungkap Marthen kepada wartawan di kantor bupati TTS, Senin (6/8).

Dikatakan, upaya Pemkab TTS untuk membayar hak rekanan sudah dilakukan. Hanya saja masih dilakukan koordinasi karena sepertinya terjadi miskomunikasi yang perlu dibahas secara bersama.

“Kan sudah ada perbup untuk bayar, tetapi katanya ditarik kembali. Nah apakah ditarik kembali betul atau tidak, karena saya belum tau. Apakah itu hanya asalan PKAD atau memang betul ditarik kembali. Kalau tarik kembali alasannya apa, nanti kita duduk bersama untuk dijelaskan secara terbuka,” ungkap Marthen.

Sementara, Ketua DPRD TTS, Jean Neonufa ketika dikonfirmasi mengatakan, sesuai hasil konsultasi yang dilakukan di Kemenkeu dan Kemendagri, memang secara aturan dana pihak ketiga tidak bisa dibayarkan pada penyempurnaan ini, karena tidak dimasukan dalam KUA PPAS dan juga DPA induk 2018. Sementara, penyempurnaan sifatnya hanya menggeser anggaran yang sudah termuat dalam DPA induk 2018.

“Saya juga tidak tahu apakah Pemkab TTS sengaja tidak masukan hak-hak rekanan dalam DPA induk 2018 atau seperti apa. Kami kan hanya bahas dokumen yang diajukan pemerintah, untuk memasukan dana pihak ketiga mereka yang tahu,” kata Jean.

Sesuai regulasi, utang pihak ke tiga hanya bisa dibayar pada perubahan nanti. Karena itu, pihaknya akan memperhatikan hal tersebut pada pembahasan perubahan agar Pemkab TTS dapat membayar hak pihak ketiga.

“Kita tentu hanya bisa bantu dengan cara mempercepat pembahasan perubahan, supaya hak pihak ketiga bisa dibayarkan sesegera mungkin,” terang Jean.

Anggota DPRD TTS, Relygius Usfunan mengatakan, dana luncuran merupakan dana bertuan, sehingga pemerintah harus memasukan dana luncuran itu ke dokumen KUA PPAS dan dokumen DPA induk 2018. Persoalan ini memang sudah disinyalir seluruh komisi di DPRD TTS bahwa uang kas daerah kosong pada akhir tahun anggaran 2017, sehingg pemerintah harus jujur jika mencintai daerah ini. Karena jika pemerintah jujur dan terbuka, maka seluruh pihak dapat duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Sebagai ketua pansus LKPj 2017 sudah meminta bank untuk mengetahui kas daerah, namun bank tidak bersedia untuk memberikan rekening karena harus meminta persetujuan pemilik rekening. Karena tidak dapat memberikan rekening koran Pemkab TTS, pihaknya merasa kecewa karena sebagai anggota DPRD melakukan fungsi pengawas secara politis bukan auditor, sehingga untuk mendapatkan rekening koran harus berbelit-belit. “Pemerintah harus jujur ada uang atau tidak,” tegas Relygius.

Anggota DPRD lainnya, David Boimau mengaku kecewa dengan Pemkab TTS, karena persoalan utang pihak ketiga sudah dibahas sejak bulan Mei lalu, namun hingga saat ini belum tuntas. Padahal, Bupati TTS sudah mengundurkan diri sehingga persoalan tentu semakin rumit diselesaikan.

“Pemerintah TTS tidak serius urus ini persoalan. Jadi sekarang urusannya sudah semakin rumit karena pak bupati sudah mengajukan pengunduran diri,” kata David.

Terpisah, sekretaris Kabag ULP Setda TTS, Bai Benu mengatakan, tahun 2018 ini gagal tender sangat tinggi. Pasalnya, khusus jalan hotmix sebanyak tujuh titik dengan nilai sekira Rp 22 miliar tidak ada rekanan yang memasukan dokumen penawaran.

“Memang ada rekanan yang tawar, tapi tidak masukan dokumen sehingga dinyatakan gagal lelang,” pungkasnya. (yop/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!