Jaringan Listrik Belum Ada, Developer Sulit Jual Rumah – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Jaringan Listrik Belum Ada, Developer Sulit Jual Rumah

Dok. PT Charson Timorland Estate

KUPANG, TIMEX – Sejumlah pengembang perumahan (developer) yang tergabung dalam organisasi Real Estate Indonesia (REI) saat ini mengalami kendala untuk menjual perumahan. Baik itu rumah subsidi maupun rumah komersil. Hal ini disebabkan karena ketersediaan kWH meter (meteran listrik) masih kosong, sehingga pemasangan jaringan listrik baru belum bisa dilayani PLN. Padahal, jaringan listrik merupakan salah satu fasilitas pendukung yang harus sudah tersedia pada rumah-rumah yang hendak dijual.

Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby mengatakan, selama ini pihaknya sangat gencar melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mengenai program sejuta rumah. Tujuannya adalah agar masyarakat bisa mengetahui program subsidi dan kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh pemerintah. Selain itu, masyarakat bisa mengerti apa yang menjadi hak dan kewajiban masyarakat terkait program sejuta rumah.

“Selain promosi, kita juga melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai program sejuta rumah. Sebab subsidi yang diberikan pemerintah berupa rumah dengan harga yang relatif murah, merupakan hak MBR untuk mendapatkannya,” sebut Bobby saat diwawancara Timor Express, Rabu (8/8).

REI NTT, lanjut Bobby, juga meminta masyarakat untuk tidak ragu menanyakan kepada pengembang mengenai fasilitas pendukung seperti air dan listrik. “Mereka harus pastikan pengembang sudah menyiapkan jaringan listrik dan air pada rumah yang hendak dibeli,” katanya.

Yang jadi persoalan sekarang, lanjut Bobby, rumah-rumah yang sudah dibangun developer ternyata belum dilengkapi jaringan listrik baru. Akibatnya, rumah-rumah yang sudah dibangun, belum bisa dijual kepada masyarakat.

“Faktanya sekarang banyak rumah yang sudah dibangun developer tapi belum dilengkapi jaringan listrik. Jadi percuma kita edukasi masyarakat tapi kita (developer, red) sendiri belum siapkan fasilitas pendukung seperti listrik,” jelasnya.

Menurut CEO PT Charson Timorland Estate itu, persoalan seputar belum tersedianya jaringan listrik sudah dialami developer sejak dua atau tiga bulan terakhir. Padahal developer sudah dari jauh-jauh hari melakukan pengajuan pemasangan jaringan listrik baru kepada PLN.

“Saya sempat bicara dengan pihak PLN. Info yang saya dapatkan, proses pengadaan meter dan lain sebagainya itu yang memakan waktu cukup lama. Mereka janji Agustus ini sudah bisa terealisasi. Karena sekarang baru awal Agustus, jadi kita masih menunggu,” sebut Bobby.

Sementara General Manager PLN Wilayah NTT Christyono melalui Deputi Hukum dan Humas, Nikolaus Soelistiyo mengatakan, pada dasarnya PLN berkomitmen untuk melayani masyarakat. Apalagi ditunjang dengan pasokan listrik yang masih aman. Hanya saja, pengadaan barang-barang seperti kWh meter butuh proses yang cukup lama.

“Barang yang kita pesan dari Jawa itu tidak sedikit. Kita serentak untuk satu tahun anggaran, jadi barangnya pasti banyak. Kalau barangnya banyak, prosesnya pasti panjang dan harus hati-hati,” kata pria yang akrab disapa Niko itu.

Niko menambahkan, informasi yang dia peroleh menyebutkan bahwa distribusi meteran sudah sampai di Kupang. Sedangkan distribusi kabel masyarakat dalam perjalanan. “Setelah meteran sampai, masih ada proses administrasi supaya meter bisa diaktivasi,” katanya.

Keluhan REI NTT, kata Niko, memang wajar. Dan yang pasti, PLN juga bersinergi dengan REI untuk memenuhi kebutuhan rakyat akan perumahant. “Kami paham kalau REI mengeluh. Tapi kita berharap pengusaha properti dan masyarakat sedikit bersabar. Kita maunya cepat, tapi memang pengadaan butuh proses,” ungkapnya. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!