Timor Express

PENDIDIKAN

FSKN-STIKOM Mou Peningkatan Kearifan Lokal

SILATURAHMI.Ketua FSKN, Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat mendatangani MoU dengan Yayasan Uyelindo Kupang, di Aula serba guna STIKOM Uyelindo Kupang, Kamis (9/8).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

KUPANG, TIMEX–Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) dan Yayasan Uyelewun Indonesia (Uyelindo) Kupang membangun kerja sama untuk meningkatkan kearifan lokal dan mempromosikan pariwisata NTT. Kegiatan itu berlangsung di Aula Serba Guna Sekolah Tinggi Menejemen Informatika Komputer (STIKOM) Uyelindo Kupang, Kamis (9/8).

Penandatangan tersebut berlangsung dalam acara silaturami rombongan FSKN yang dipimpin Sultan Sepuh XIV Keraton Kesepuhan Cirebon yang juga Ketua FSKN Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat didampinggi Bunda Permaisuri Isye dan disaksikan 5 ketua lembaga adat dan raja yakni, Brigjen Pol (Purn) Dr. AA Mapperessa (Dewan Pakar FSKN), Bunda Evi Oktavia (Bendahara Umum FSKN), Lalu Satria Wangsa (Kedatuan Pejanggik Lombok NTB), Connie Irwiyani (Wakil Bendahara umum FSKN dan Lembaga Adat Jawa Barat), Ir. Jenny Helda Sarimanlla (Wasekjen FSKN dan Lembaga adat Maluku) serta Raja Kupang, Leopard Nisnoni.

Pembina Yayasan Uyelindo dan Yayasan Soekarto, Bruno Sukarto usai acara silaturahmi dan penandatanganan MoU kepada Timor Express mengatakan, dengan adanya tuntutan zaman yang semakin canggih dan memasuki refolusi industi yang serba digital, perlu disikapi bersama semua kalangan atau stakeholder. Untuk itu FSKN merupakan salah satu lembaga yang bertugas untuk melestariak ekonomi lokal dan melakukan promosi kearifan lokal di Nusantara, melakukan kunjungan ke semua daerah untuk memastikan kebudayaan dan sumber daya alam.

“Kami melakukan kerja sama pada bidang pendidikan kebudayaan yang lebih fokus pada informasi dan teknologi, sehingga dengan adanya FSKN ini STIKOM bisa mempromosikan dengan SDM yang ada,” papar Bruno.

Diharapkan, dengan kehadiran Ketua Umum FSKN bisa membakar semangat persatuan tokoh adat di NTT, sehingga spirit untuk membangun daerah ini lebih baik ke depan. “Saya adalah salah satu anggota dari FSKN ini, namun baru mendapatkan Pin FSKN dan dengan visi misi yang ada, kami akan memberikan motifasi kepada raja-raja yang ada di NTT untuk membantu melestarikan kearifan lokal,” tegas Bruno.

Sementara Ketua FSKN, Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat menjelaskan, FSKN terbentuk sejak 2006, salah satu pendirinya adalah Raja Kupang, Leopard Nisnoni, yang sudah beranggotakan 254 dan tersebar di Indonesia. Sementara untuk NTT masih diinventarisir.
Kunjungan kerja ke NTT merupakan salah satu program kerja dari FSKN. Sebelum mendatanggi NTT, sudah dilakukan ke Sulawesi dan Maluku dengan tujuan silaturahmi dengan para raja dan meninjau pariwisata serta pendidikan.

Ditambahkan, pendidikan merupakan faktor utama yang perlu di dorong untuk memaksimalkan potensi yang ada di daerah karena diyakini kekayaan alam yang ada di NTT sangat potensial. “Ini baru pertama kali saya ke NTT, tapi yang saya ketahui melalui internet, kekayaan alam NTT melebihi kekayaan alam yang ada di negara-negara tetangga kita. Untuk itu kami yang tergabung dalam FSKN ini perlu mendorong yang pertama pendidikan, sehingga mampu mengelola sumber daya alam,” papar Sultan Sepuh XIV Keraton Kesepuhan Cirebon itu.

Selain itu, FSKN perlu menjalin silaturahmi untuk menjaga keragaman, karena di zaman sekarang berita-berita hoax, ujaran kebencian dan beberapa faktor lain yang dapat memecah bangsa. “Kami bersyukur karena NTT belum terkontaminasi dan masih aman. Kami harap keutuhan ini terus dijaga,” tegas Arief.(mg29/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!