Timor Express

NASIONAL

Pengumuman Cawapres Penuh Drama

PENGUMUMAN. Presiden RI, Joko Widodo bersama sejumlah petinggi Partai Koalisi Indonesia Kerja saat mengumumkan kembali pencalonan dirinya sebagai Capres pada Pemilu 2019-2024 di Plataran Menteng, Jakarta, Kamis (9/8).

Ismail Pohan/INDOPOS
HENDRA EKA/JAWA POS. PRABOWO-SANDI. Prabowo mendelakrasikan pasangan calon presiden dan wakil presiden di Jakarta, Kamis (9/8).

HENDRA EKA/JAWA POS.  PRABOWO-SANDI. Prabowo mendelakrasikan pasangan calon presiden dan wakil presiden di Jakarta, Kamis (9/8).

Mengulang Pilpres 2014
Demokrat Jomblo Lagi

JAKARTA, TIMEX – Dua kubu koalisi telah mengumumkan pasangan capres dan cawapres. Koalisi petahana mengusung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Koalisi oposisi mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hari ini (10/8) kedua kubu akan mendaftarkan pasangan capres ke Komisi Pemilihan Umun (KPU).

Keputusan Jokowi memilih Ma’ruf Amin memang mengejutkan karena sangat mendadak. Diputuskan tidak sampai sejam. Sebelumnya, Mahfud MD disebut-sebut sebagai pendamping Jokowi.
“Profesor Kiai Haji Ma’ruf Amin adalah sosok tokoh agama yang bijaksana,” kata Jokowi saat mengumumkan cawapresnya di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta, tadi malam (9/8).

Keputusan itu hanya berselang dua setengah jam seusai Mahfud MD menyebut dirinya dipilih sebagai wakil pendamping Jokowi. Hingga pukul 17.30, nama Mahfud masih santer disebut sebagai calon wakil Jokowi. Bahkan, Mahfud diketahui sudah ada di kawasan Menteng, hanya 100 meter dari lokasi Jokowi bertemu dan mengumumkan wakilnya bersama sembilan partai koalisi.

Jokowi menuturkan, pemilihan Ma’ruf sebagai wakilnya dilakukan melalui proses yang panjang. Bahkan, sebelum diumumkan tadi malam, sembilan pimpinan partai koalisi kembali berkumpul sejak pukul 16.30.

Dia menyebut keputusannya sudah melalui perenungan yang mendalam. Mempertimbangkan masukan dan saran dari berbagai elemen masyarakat. Untuk masyarakat yang mungkin mempertanyakan pemilihan sosok Ma’ruf, Jokowi memberikan alasan. Selain tokoh agama yang bijaksana, pria kelahiran Tangerang itu dinilai cukup berpengalaman di pemerintahan.

Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya. Mulai anggota DPR, anggota MPR, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), rais am PB NU, ketua umum MUI, hingga anggota dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Dari aspek elektoral, mantan wali kota Solo itu menilai dirinya dan Ma’ruf sebagai kombinasi yang ideal. Yakni, mewakili unsur nasionalis dan religius yang saling melengkapi. Soal terget suara dengan sosok wakil yang sepuh, Jokowi menjawab normatif. Dia menargetkan suara dari rakyat Indonesia di seluruh wilayah.

Rencananya, Jokowi dan Ma’ruf beserta para pimpinan partai melakukan pendaftaran ke KPU hari ini. “Jam sembilan kami akan daftarkan ke KPU, berangkat dari Gedung Djoang 45,” tuturnya.
Mengenai pendaftarannya hari ini, Jokowi memastikan tidak akan penuh euforia atau berlebihan. Salah satu alasannya adalah menghormati para korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. “Setelah pendaftaran ke KPU, saya akan ke Nusa Tenggara Barat,” kata Jokowi di Istana Wakil Presiden.

Kemarin (9/8) Jokowi sempat bertemu Jusuf Kalla (JK) dan “pamit” maju ke pilpres. Sebelumnya, JK masuk nominasi yang diunggulkan, tetapi terbentur aturan dalam UU Pemilu yang merujuk UUD 1945.

Sementara itu, setelah pertemuan, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar membantah partainya menjadi sosok sentral di balik batalnya Mahfud MD sebagai wakil Jokowi. Pria yang akrab disapa Cak Imin itu mengaku akan mendukung jika memang Mahfud yang dipilih Jokowi. Sebab, sejak awal, partainya berkomitmen untuk menghormati pilihan Jokowi. “Tidak ada (penolakan). Saya bahkan sebelum ke istana sudah bertemu Pak Mahfud dan menyatakan dukungan saya. Saya ketemu sebelum acara ini,” ungkapnya.

Terpilihnya Ma’ruf Amin, bagi dia, sedikit mengejutkan. Sebab, nama Mahfud santer disebut-sebut sebelumnya. Bahkan, dia tidak tahu bahwa Mahfud sudah berada di kawasan Menteng, tidak jauh dari lokasi pertemuan Jokowi.

Muhaimin juga legawa meski dirinya gagal dipilih sebagai cawapres. Apalagi, yang terpilih pernah menjabat ketua Dewan Syura DPP PKB. “Bahagia lah, yang penting join, Jokowi-Ma’ruf Amin,” ujarnya, lantas tertawa.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menambahkan, Ma’ruf dipilih untuk melengkapi unsur nasionalis religius. Diharapkan, sosoknya bisa meredam gejolak politik identitas yang meruncing setelah Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ma’ruf dihubungi Mensesneg Pratikno sekitar pukul 18.00. “Dia tanya, mau nggak saya jadi cawapres alternatif,” ungkap Ma’ruf di kantor PB NU beberapa jam setelah namanya diumumkan Jokowi sebagai cawapresnya kemarin malam.

Alumnus Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, itu langsung mengiyakan. “Ini panggilan negara. Seorang ulama itu idza ihtaja, fa’a. Kalau dibutuhkan, ya harus bermanfaat,” tegas Ma’ruf.
Pengumuman capres-cawapres kubu oposisi diumumkan pukul 23.25 di depan kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara. Hanya terlihat tiga pimpinan partai, yakni Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan didampingi Sekjen Eddy Soeparno, Presiden PKS Sohibul Iman bersama Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Aljufri, dan puluhan pengurus dan simpatisan Partai Gerindra.

Tidak ada perwakilan dari Partai Demokrat pada deklarasi itu. “Baru saja tiga pimpinan partai Gerindra, PKS, dan PAN telah memutuskan dan memberikan kepercayaan kepada saya dan Saudara Sandiaga Uno untuk maju sebagai capres dan cawapres masa bakti 2019–2024,” kata Prabowo yang disambut sorak-sorai para simpatisan tiga partai.

Prabowo mengakui, proses penentuan cawapres melelahkan. Selain PKS dan PAN, Prabowo mengakui banyak berkomunikasi dengan Partai Demokrat. “Membangun koalisi memang tidak mudah, karena harus ada yang dipertemukan,” ujar Prabowo.

Prabowo menyebut Sandi sebagai pilihan terbaik dari yang ada. Sandi dinilai telah berkorban karena akan mundur dari jabatan wakil gubernur DKI Jakarta. “Karena beliau harus diterima partai lain, beliau juga saya minta mundur dari Partai Gerindra, sehingga diterima sebagai calon independen,” tutur Prabowo.

Sementara itu, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan, Partai Demokrat menolak pencawapresan Sandiaga Uno karena melanggar etik koalisi. Sandi berasal dari partai yang sama dengan Prabowo. Pihaknya juga belum bisa menerima alasan Prabowo tidak menunjuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

Menurut dia, pagi ini partainya menyampaikan sikap terhadap kelanjutan dalam koalisi. “Karena menurut aturan tidak boleh netral,” kata Andi melalui akun Twitter-nya.

Mahfud MD Mengaku Legowo

Sementara itu, Mahfud MD mengaku legowo dengan keputusan koalisi Jokowi yang batal mengusungnya. Menurutnya, itu kewenangan mutlak Jokowi yang didasarkan pada pertimbangan politik. Mahfud sendiri mengaku tidak kecewa. “Kaget saja karena sudah diminta mempersiapkan diri,” ujarnya di Kantor MMD Institute, Jakarta, tadi malam. Bahkan, lanjutnya, permintaan yang disampaikan sudah agak detail ke persiapan pendaftaran.

Meski demikian, dia menilai hal itu sebagai sesuatu yang biasa. Yang terpenting dilakukan secara konstitusional. Mahfud menambahkan, dalam politik, yang harus diutamakan adalah kepentingan negara. “Dari pada sekadar nama Mahfud MD,” imbuhnya.

Pria asal Madura itu mengakuisisi dirinya sempat berencana hadir di acara deklarasi Jokowi. Namun jelang sore, informasinya masih simpang siur terkait dirinya. Sehingga dia memutuskan untuk pulang. “Kalau sudah lebih setengah jam berita simpang siur berarti tidak akan ada sesuatu yang diharapkan ya pulang ya,” tuturnya.

Mahfud sendiri mengaku sudah bertemu dengan Jokowi beberapa saat setelah deklarasi. Dalam kesempatan itu, dia menyatakan memaklumi keputusan tersebut. Dia sadar dalam politik segalanya bisa berubah. “Pak Jokowi gak usah merasa bersalah atau apa, saya bilang nggak usah, wong sayapun tidak apa,” pungkasnya.
(bay/lum/tom/jpg/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!