Timor Express

NUSANTARA

Gempa Ketiga Renggut 9 Nyawa

MATARAM, TIMEX-Untuk ketiga kalinya, Pulau Lombok diguncang Gempa tektonik Kamis (9/8). Kali ini berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR). Guncangan dirasakan sangat keras dan kembali merusak bangunan hingga ambruk. Gempa ketiga tersebut merenggut nyawa sembilan orang. Dua di Lombok Utara, Enam di Lombok Barat, dan dua di Kota Mataram. Menambah jumlah 391 jiwa yang meninggal akibat akibat gempa 7,0 SR, Ahad malam lalu.
Gempa terjadi sekitar pukul 13.25 Wita. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan 6,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 5,9 SR.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,49 LS dan 116,19 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 13 km arah timur laut Kota Mataram, NTB pada kedalaman 16 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan bahwa jika memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya, BMKG memperkirakan gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault). Mengingat episenternya relatif sama dengan gempabumi yang terjadi pada 5 Agustus 2018 lalu.

“Jadi gempa ini merupakan susulan (aftershock) dari rangkaian gempabumi yang terjadi sebelumnya,” kata Rahmat.

Dampak gempabumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) dan laporan masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di kabupaten Lombok Utara dengan skala III SIG-BMKG (VI Modified Mercalli Intensity), Kota Mataram dengan skala II SIG-BMKG (V MMI), Klungkung, Denpasar, dan Lombok Tengah II SIG BMKG (III-IV MMI), Sumbawa dan Karangasem II SIG-BMKG (III MMI).

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” ujar Rahmat.

Hingga pukul 21.00 WITA, Hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 392 aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Di antaranya 18 gempabumi dirasakan.

Berdasar analisis BMKG, ketiga gempa yang terjadi masing-masing pada 29 Juli (6,4 SR), 8 Agustus (7.0 SR), serta kemarin (6,2 SR) merupakan aktivitas sesar busur belakang flores. BMKG memperkirakan gempa susulan akan terus terjadi dengan fluktuasi kekuatan yang berbeda-beda 3 hingga 4 minggu kedepan.

“Untuk itu masyarakat diimbau menghindari bangunan yang lelah atau telah retak. Sementara jangan ditempati dulu,” kata Kepala Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko.

Di Lombok Utara kemarin, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat di Pulau Lombok agar tetap waspada terhadap gempa susulan. Hal ini dikarenakan gempa susulan ini bersifat fluktuatif. Tetap harus waspada, kendati magnitudnya tak akan sebesar gempa utama lima hari lalu.

Selain menghindari bangunan rusak, Dwikorita juga mengingatkan warga menghindari tebing dan dataran tinggi yang berpotensi longsor. Sementara potensi tsunami diperkirakan tak akan muncul lagi. (fer/ton/zad/kus/jpg/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!