Sengketa Pilkada TTS Lanjut ke Pembuktian – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Sengketa Pilkada TTS Lanjut ke Pembuktian

58 Perkara Dismissal, Lima dari NTT

JAKARTA, TIMEX – Lima perkara gugatan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHP Kada) Bupati dan Wakil Bupati dari Provinsi NTT akhirnya diputus dismissal oleh majelis hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) selama dua hari berturut-turut yakni Kamis-Jumat (9/10) pekan lalu.

Kelima perkara itu masing-masing satu dari Kabupaten Alor, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dan dua dari Kabupaten Rote Ndao. Perkara-perkara ini dinyatakan dismissal karena tak memenuhi
syarat.

Satu perkara gugatan PHP Kada dari Kabupaten Rote Ndao juga ikut diputuskan majelis hakim MK RI yakni pembacaan ketetapan karena sudah ditarik oleh pemohon melalui kuasa hukumnya sebelum disidangkan.

Sementara untuk perkara PHP Kada dari Kabupaten TTS dengan pemohon Obed Naitboho-Alexander Kase dipastikan akan terus berproses di meja majelis hakim MK RI hingga ke tahap pembuktian dan pemeriksaan saksi.

Pasalnya, perkara dari Kabupaten TTS tidak termasuk dalam kelompok perkara PHP Kada yang sudah diputus dismissal pekan lalu.
Juru Bicara (Jubir) MK RI, Fajar Laksono kepada Timor Express di Jakarta menegaskan perkara PHP Kada Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang diputus dismissal pekan lalu sebanyak 58 perkara gugatan. “Jadi, jadwal pembacaan ketetapan dan pembacaan keputusan selama dua hari pada pekan kemarin dilakukan untuk 58 perkara PHP Kada. Untuk sidang putusan hari pertama (Kamis, Red) sebanyak 34 perkara. Dan hari kedua sebanyak 24 perkara. Putusannya ada yang hanya ketetapan saja dan ada juga yang dismissal,” jelas Fajar.

Perkait permohonan gugatan PHP Kada yang belum dipanggil termasuk dari Kabupaten TTS, Fajar mengaku bahwa akan dipanggil. “Yang belum dipanggil tentunya akan dipanggil juga untuk tahap berikutnya. Yang dipanggil nanti, bisa langsung ke tahap pembuktian dan bisa juga tidak, tergantung apa agenda sidang lanjutan. Yang jelas, agenda sidang lanjutan untuk pemohon yang belum dipanggil akan diberitahukan di dalam surat panggilan nanti. Bisa saja pembuktian dan bisa saja keputusan,” jelasnya.

Untuk diketahui, agenda sidang lanjutan yang sudah ditetapkan MK RI yakni pemeriksaan persidangan akan dilaksanakan pada 26 Agustus- 10 September dengan agenda sidang pembuktian oleh pemohon, termohon dan pihak terkait serta mendengarkan keterangan Bawaslu/Panwaslu jika diperlukan dan kesimpulan oleh pemohon, termohon dan pihak terkait.

Selanjutnya, rapat permusyawaratan hakim akan dilaksanakan pada tanggal 12-17 September. Sementara untuk sidang pengucapan putusan baik itu putusan akhir maupun putusan sela akan dilaksanakan pada 18-16 September. (gat/fmc/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!