Gempa 6,2 SR, Gedung Sasando Retak – Timor Express

Timor Express

METRO

Gempa 6,2 SR, Gedung Sasando Retak

ILUSTRASI

Para Pegawai Berhamburan Keluar
Terjadi 18 Kali Gempa Susulan

KUPANG, TIMEX – Selasa (28/8), Kota Kupang dua gali berguncang dihantam gempa. Gempa pertama berkekuatan 6,2 SR. Sedangkan gempa kedua 5,8 SR. Akibatnya, beberapa bagian Kantor Gubernur NTT tampak retak-retak.
Gedung senilai Rp 178 miliar yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada Januari 2018 itu tampak retak di tiga titik. Timor Express merekam retakan terjadi di tiga titik di lantai 3. Dua titik retakan pada sisi kiri dan kanan tepat di pintu menuju ruang Biro Tata Pemerintahan Setda NTT di lantai 3.
Retakan pertama sepanjang dua meter lebih. Retakan kedua di sisi yang lain juga lebih dari dua meter. Namun lebar retakan di dinding itu kurang dari 5 milimeter. Kedua retakan tersebut muncul saat gempa pada Senin (27/8).
Retakan ketiga terjadi pada sisi luar bagian belakang gedung. Retakan ini ada pada sambungan coran antara gedung utama yang berkonstruksi empat lantai dan gedung sayap kanan. Retakan ketiga tersebut baru diketahui usai gempa Selasa (28/8). “Memang kami semua rasa waktu goncangan tadi (kemarin). Dia goyang ke kiri, ke kanan baru ke kiri lagi. Untung tidak lanjut,” kata Kepala Biro Umum Setda NTT, Zakarias Moruk kepada Timor Express usai gempa tersebut.
Gempa tersebut membuat ratusan pegawai dan pengunjung Gedung Sasando berhamburan keluar. Sejumlah pegawai bahkan enggan kembali ke ruang kerjanya hingga beberapa menit.
Ditanya terkait adanya retakan di Gedung Sasando, Zakarias akui, ada beberapa titik retak. Namun menurut dia, retakan tersebut tidak berbahaya. Pasalnya, retakan terjadi pada sambungan antara dua gedung berbeda, yakni gedung utama dan gedung sayap kanan.
“Itu kan tiga gedung yang terpisah. Gedung utama itu yang sasando dan sayap kiri kanan itu terpisah. Jadi sambungan antar tiga gedung itu hanya semacam plesteran saja, tetapi sebenarnya mereka terpisah,” jelas Zakarias.
Menurut dia, retakan tersebut tidak mempengaruhi konstruksi pada gedung utama. Dia katakan, gedung tersebut sudah ditakar kekuatannya dan daya tahan terhadap guncangan gempa. “Jadi gedung Sasando itu bisa tahan gempa sebesar 7,5 sampai 8 magnitude. Ini kan baru 6,2 magnitude,” tandasnya.
Gedung Sasando mulai dibangun pada Oktober 2015 oleh Mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya. Dan, selesai dibangun pada Desember 2016. Saat kunjungan Presiden Jokowi Desember 2016, pemerintah Provinsi NTT sempat menyiapkan prasasti peresmian bertuliskan Presiden Joko Widodo, namun batal diresmikan saat itu. Meski demikian gedung sudah difungsikan oleh gubernur dan jajaran. Dan, Jokowi baru meresmikan gedung tersebut pada Januari 2018 lalu.

Warga Diminta Senantiasa Waspada

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Kampung Baru, Kupang, mencatat gempa terjadi pada Selasa (28/8) pukul 15.08. Dengan kekuatan gempa 6,2 SR dan kedalaman laut 10 km. Sementara gempa kedua terjadi pada pukul 15.13, kekuatan gempa 5,8 SR dengan kedalaman 10 km.
Pusat gempa pertama terletak pada koordinat 10,89 LS dan 124,09 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 93 km arah selatan Kota Oelamasi, Kabupaten Kupang. Sedangkan gempa kedua berjarak 8 km arah selatan dari gempa pertama.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Kampung Baru Robert Owen Wahyu melalui Kepala Seksi Data dan Informasi Sholakhudin Noor Falah ketika ditemui koran ini di ruang kerjanya, Selasa (28/8) mengatakan gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami. “Kami meminta masyarakat agar tetap waspada,” ujarnya.
Dijelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, kedua gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas tektonik di outer-rise.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Laut Timor ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik (Thrust Fault).
Dampak gempa bumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) dan laporan dari masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang dalam skala intensitas II SIG-BMKG (II-III MMI). “Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami,” jelasnya.
Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak 18 kali. Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (cel/mg22)

DATA GEMPA

Magnitude
6,2 SR

Kedalaman
10 km

Lokasi
10,89 LS dan 124,09 BT

Jarak
93 km arah selatan Kota Oelamasi, Kabupaten Kupang

– Tidak berpotensi tsunami

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!