Bonafasius Oldam Divonis 1,5 Tahun Penjara – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Bonafasius Oldam Divonis 1,5 Tahun Penjara

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Korupsi Pajak Galian C di Manggarai Barat

KUPANG, TIMEX – Majelis hakim di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang, memutuskan terdakwa Bonafasius Oldam terbukti melakukan tindak pidana korupsi pajak galian C pada tahun 2013-2015.

Terdakwa merupakan salah satu tenaga kontrak pada Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Manggarai Barat.

Setelah melalui tahapan sidang dan berdasarkan alat bukti serta keterangan para saksi di persidangan, majelis hakim dalam diktum putusannya menjatuhkan vonis hukuman terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan atau 1,5 tahun.

Dalam amar putusan yang dibacakan dalam persidangan, Selasa, (28/8), terdakwa juga dihukum dengan pidana denda sebesar Rp 50 juta subsider 4 bulan kurungan.

Sesuai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tentang dakwaan primer, majelis hakim menimbang dan memutuskan dakwaan primer dan fakta persidangan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sehingga terdakwa dibebaskan dari dakwaan tersebut.

Namun majelis hakim memutuskan terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan menyalahgunakan kewenangan, kesempatan dan untuk menguntungkan orang lain.

Terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sidang putusan dipimpinan oleh Hakim Ketua Fransiska Paula Nino didampinggi hakim anggota Ali Muhtarom dan Gustap Marpaung.

Sedangkan terdakwa didampinggi penasihat hukum, Meriyeta Soruh.

Hakim Ketua Fransiska Paulina, usai persidangan menyampaikan, amar putusan kepada terdakwa tersebut, setelah mempertimbangkan fakta sidang dan pembelaan penasihat hukum yang meminta hukuman seringan-ringannya, sehingga majelis hakim menimbang semua yang ada dan memberikan hukuman yang sesuai.

“Dari amar putusan ini, kami memberikan waktu kepada terdakwa dan jaksa penuntut umum mengajukan persepsi jika merasa keberatan dengan putusan yang diberikan,” ungkap Fransiska.

Dalam pertimbangan majelis hakim, lanjut Fransiska, hal yang memberat terdakwa adalah perbuatannya membuat masyarakat resah, tidak nyaman dan tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Sementara hal yang meringankan adalah terdakwa memiliki itikad baik mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 30 juta, terdakwa belum pernah dihukum dan merupakan tulang punggung keluarga. (mg29/joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!