Timor Express

HUKUM

Diana Aman Dieksekusi ke Lapas Wanita

TERPIDANA. Diana Aman (tengah) saat tiba Bandara El Tari Kupang, Sabtu (1/9) pagi.

OBED GERIMU/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Diana Aman alias Diana Chia alias Mam Dian telah dieksekusi oleh jaksa eksekutor Kejari Kota Kupang sebagai terpidana perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau human trafficking.

Ratu trafficking itu dijebloskan ke Lapas Wanita Kelas III Kupang untuk menjalani masa hukuman sesuai putusan Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang, Sabtu (1/9) pagi.

Diana Aman dibawa dari Medan, Sumatera Utara, oleh tim Kejati NTT yang dipimpin jaksa Sukwanto dan perwakilan dari Kejari Kupang, masing-masing jaksa fungsional Vinsensius Tampubolon dan staf Seksi Tipidum Yansen Bureni.

Tampak ikut menjemput Diana Aman di Bandara El Tari, Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT Iwan Kurniawan, Kasi Tipidum Kejari Kota Kupang Henderina Malo, Kasi “A” M. Khuzeini, didampingi staf Edy Sukarman.

Wakajati NTT Rusdi Hadi Teguh yang diwawancarai, membenarkan Diana Aman dieksekusi di Lapas Wanita Kelas III Kupang.

“Tim Kejati NTT menjemput Diana Aman di Medan, dan dieksekusi di Lapas Wanita Kupang,” kata Rusdi.

Orang nomor dua di Kejati NTT itu sampaikan, Diana Aman dibawa dari Medan melalui Bandara Kualanamu ke Jakarta, dan langsung dibawa ke Kupang menggunakan penerbangan Batik Air pukul 03.00 dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, dan tiba di Bandara El Tari Kupang pukul 07.00, Sabtu (1/9).

Diana Aman ditangkap di Tanjung Balai, Sumatera Utara, oleh pihak Kantor Imigrasi Klas II Tanjung Balai Asahan saat hendak berangkat ke Malaysia, Kamis (30/8) malam. Dia langsung dibawa ke Kejati Sumatera Utara.

Diana Aman adalah terdakwa perkara TPPO dengan korban Yufrinda Selan, yang melarikan diri setelah majelis hakim yang menyidangkan dan mengadili perkaranya di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang mengabulkan permohonan penangguhan/pengalihan status penahanannya dari tahanan Lapas Wanita Kupang menjadi tahanan kota.

Peralihan status penahanan terdakwa oleh majelis hakim ini diduga sarat kepentingan.

Sebelumnya, Humas PN Kelas 1A Kupang Jimmy Tanjung Utama, sampaikan, penetapan tahanan kota bagi Diana Aman karena majelis hakim mendapat surat permohonan dari penasihat hukum terdakwa dengan alasan yang bersangkutan sakit saraf sehingga mengonsumsi banyak obat.

Akan tetapi, penetapan itu sudah dicabut majelis hakim karena terdakwa tak hadir di sidang tuntutan sebanyak tiga kali.

Diberitakan sebelumnya, status penahanan Diana Aman dialihkan dari tahanan Lapas Wanita Kupang menjadi tahanan kota karena alasan sakit.

Majelis hakim yang diketuai Nuril Huda didampingi hakim anggota Jimmy Tajung Utama dan Fransiska Nino mengeluarkan penetapan penahanan kota untuk terdakwa Diana Aman, Nomor 12/Pen.Pid Sus/2017/PN Kpg, tanggal 14 Maret 2017. Sejak saat itu, Diana Aman langsung menghilang dari Kota Kupang.

Penetapan majelis hakim bagi Diana Aman hanya karena dirinya diduga sakit. Namun dalam surat penetapan majelis hakim tersebut, sakitnya tidak dijelaskan secara rinci. Diana Aman juga menjadi buronan kasus TPPO oleh penyidik Reskrim Polres Kupang.

Diana Aman dijatuhi pidana penjara selama 9 tahun dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Klas IA Kupang, Selasa (30/5/2017).

Dalam amar putusan, terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 4 jo Pasal 48 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO (dakwaan primer).

Selain pidana penjara, majelis hakim juga membebani Diana Aman untuk membayar denda sebesar Rp 120 juta subsider tiga bulan penjara.

Hukuman yang dijatuhi majelis hakim ini, setahun lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pasalnya dalam putusan, majelis hakim juga mempertimbangkan hal yang meringankan, yakni adanya restritusi dari terdakwa kepada ahli waris korban yang meninggal dan kepada korban yang masih hidup.

Sedangkan hal yang memberatkan, yakni terdakwa tidak kooperatif, karena tidak hadir sejak tuntutan sampai putusan. Padahal saat mengajukan permohonan pengalihan penahanan, saksi menyatakan untuk hadir dalam persidangan dan tidak menghindar dari panggilan. (joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!