15 Ribu Warga Sambut Laiskodat di Semau – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

15 Ribu Warga Sambut Laiskodat di Semau

RAKA DENNY/JAWAPOS

200 Tamu Dijamu Makan Adat

KUPANG, TIMEX – Sekira 15.000 warga akan menyambut Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur, Josef Nae Soi serta rombongan, Kamis (6/9) siang ini

Sebagian kecil masyarakat akan menyambut di titik pertama, yakni di Pelabuhan Haensisi dan di titik kedua di Desa Hilelot. Setelah acara penyambutan dan tutur adat Basan, semua akan bergabung di Desa Otan, yakni di rumah ibunda Viktor Laiskodat. “Informasi terakhirnya diperkirakan paling kurang 15.000 orang,” kata Yos Lasi dari Otan Pulau Semau, Rabu (5/9) malam

Terkait persiapan di lokasi syukuran, Yos jelaskan, seluruh tenda dan ribuan kursi sudah disiapkan. Konsumsi pun sudah dilakukan. Dengan perkiraan masyarakat yang hadir tersebut, panitia telah menyiapkan sedikitnya 10 ekor sapi dan tujuh ekor babi. Namun dia pastikan, semua proses persiapan konsumsi tersebut tetap menjaga saudara-saudara yang beragama muslim. “Kita siapkan 200 tempat untuk kaa hadat (makan adat). Itu ada gubernur dan wakil serta tamu-tamu dari luar, tokoh adat dan tokoh agama,” jelas Yos.

Kaa hadat merupakan salah satu tradisi jamuan makan oleh suku Helong di Pulau Semau untuk momen-momen tertentu atau khusus. Misalnya pesta di istana kerajaan atau penyambutan tamu-tamu istimewa. Bahkan untuk menjamu tamu-tamu dalam acara pemakaman tokoh-tokoh penting seperti raja, kepala suku dan tokoh adat

Para tamu dijamu makan di meja yang panjangnya tidak terbatas. Menu yang disajikan adalah nasi yang telah disajikan di dalam piring. Sementara lauk berupa daging rebusan yang dipotong dengan ukuran lebar sekira 5 centimeter dan panjang bisa mencapai 10 centimeter. Lauk daging tersebut disajikan di mangkuk dan terpisah dengan kuahnya.

Sembari menyantap, para pelayan pun sudah siaga di belakang kursi. Saat nasi atau daging sudah hampir habis, para pelayan akan menawarkan daging, kuah atau nasi tambahan. Mereka yang duduk pada ujung meja atau “kepala meja” juga merupakan orang-orang khusus. Tradisi ini sudah turun temurun, namun terus berubah sesuai perkembangan zaman. Misalnya, wadah untuk nasi atau daging sebelumnya menggunakan kerajinan tangan

Yos menambahkan, tim Tagana dari Dinas Sosial Provinsi NTT telah berada di lokasi untuk membantu mempersiapkan konsumsi dan sejumlah fasilitas lainnya. “Mereka juga siapkan WC portable untuk tamu,” tambahnya.

Di sisi lain, arus transportasi laut ke Pulau Semau melalui Pelabuhan Bolok menggunakan kapal fery meningkat. Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kupang (KSOP), Kundrad Siahaan mengakui, sejumlah armada fery melayani pelayaran khusus ke Pulau Semau. “Untuk hari ini (kemarin), ke Semau itu kapal Inerie II sebanyak satu kali dan Ile Boleng sebanyak dua kali,” terang Kundrad. Dia lanjutkan, untuk pelayaran hari ini, KMP. Uma Kalada milik PT. ASDP melayani pelayaran sebanyak satu kali pada pagi hari. Sementara untuk KMP Ile Boleng milik PT. Flobamor stand by untuk melayani penumpang khusus yang menuju tempat kegiatan tersebut.

Sementara itu, Gubernur, Viktor Laiskodat dijadwalkan akan berangkat ke Pulau Semau menggunakan speedboad miliknya dari Pelabuhan Tenau sekira pukul 14.00. (cel/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!