Timor Express

SPORTIVO

KONI Agendakan Beraudiens dengan Gubernur

MATANGKAN PERSIAPAN. Ketua Umum KONI NTT, Andre KOreh saat memimpin jalannya rapat pemantapan panitia Porprov NTT di Ruang rapat DInas PUPR, Rabu kemarin (5/9) petang.

RUDY MANDALLING/TIMEX

        Minta Petunjuk Terkait Welcome Party dan Pembukaan Porprov 2018

KUPANG,TIMEX – KONI NTT bersama Panitia Penyelenggara Porprov NTT 2018, mengagendakan untuk beraudiens dengan Gubernur NTT, Victor B. Laiskodat, untuk meminta kesediaan Gubernur membuka Porprov NTT sekaligus menghadiri acara Welcome Party bersama seluruh kontingen.

Sebelumnya, KONI NTT dan Panitia Penyelenggara telah beraudiens dengan Penjabat Gubernur, Robert Simbolon, Penjabat Gubernur telah menyetujui untuk menggelar Welcome Party di rumah jabatan gubernur dan juga membuka Porprov NTT 2018 tanggal 10 September nanti. Namun, adanya perubahan jadwal pelantikan, dimana Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih telah di lantik Presiden RI Joko Widodo di Istana, Rabu kemarin (5/9) sehingga KONI NTT dan Panitia penyelenggara tentunya harus menyesuaikan dengan kondisi tersebut.

“Karena Gubernur NTT sudah dilantik siang tadi, sehingga mau tidak mau kita juga harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Dan mengingat waktu yang mepet, kita akan upayakan untuk beraudiens dengan Gubernur,” kata Ketua Umum KONI NTT, Andre Koreh dalam rapat pemantapan panitia di ruang rapat Dinas PUPR, Rabu kemarin (5/9) petang.

Acara Welcome party bagi seluruh kontingen yang diagendakan dilangsungkan di rumah jabatan Gubernur, bagaimanapun tetap harus berjalan demikian juga acara Pembukaan Porprov.

“Karena itu, kita wajib menyampaikannya ke gubernur untuk meminta petunjuk gubernur.” terangnya.
“Kita (KONI,red) sudah bersurat ke Protokol untuk meminta audiens dengan Gubernur, dan waktu paling memungkinkan hanya di hari Sabtu (8/9),” imbuhnya.

Dalam rapat tersebut, sebagai Ketua KONI NTT Andre juga mengecek kesiapan panitia untuk menggelar Porprov NTT 2018, terutama persiapan acara Welcome Party dan juga acara pembukaan.
“Soal teknis pertandingan, saya yakin semua cabang olahraga sudah siap menggelar pertandingannya. Saya hanya ingin mengecek kesiapan panitia untuk acara welcome party dan pembukaan Porprov nanti, yang akan mengawali seluruh rangkaian kegiatan Porprov,” ungkapnya.

Karena itu, Andre meminta penjelasan secera mendetail dari seksi acara, perlengkapan, dan juga konsumsi terkait acara Welcome party dan juga acara pembukaan.

“Pada saat pembukaan, konsep acaranya seperti apa, harus dikemas dengan baik. Yang hadi apakah hanya atlet saja,” kata Andre yang meminta agar masyarakat diluar atlet juga dilibatkan, termasuk pelajar.
“Porprov sebelumnya kita bekerjasama dengan Dinas pendidikan Kota untuk melibatkan pelajar saat pembukaan,” tambahnya

Demikian juga dengan acara Welcome Party yang rencananya akan dihadiri 600 orang.
“Harus dipastikan seluruh kontingen hadir, jangan sampai hanya pengurus saja. Dan konsep welcome Party-nya seperti apa harus dipastikan,” lanjutnya.

Dari penjelasan seksi acara, Pembukaan Porprov akan berlangsung kurang lebih dua jam dan akan dikemas semeriah mungkin. Selain diisi dengan devile peserta, juga dimeriahkan atraksi drumband dan beberapa acara lainnya.
Acara pembukaan nanti akan diakhiri dengan Lomba Lari 5000 meter, dan pengalungan medali bagi para juara.
Untuk menghindari agar lomba lari 5000 meter hingga pengalungan medali tidak berlangsung hingga malam, Andre memutuskan untuk memajukan acara pembukaan, yang semula dijagwalkan pukul 14.30, dimajukan ke pukul 13.00 Wita.

Terkait dengan jalannya pertandingan di setiap cabang Olahraga, Andre meminta seluruh Panitia Pelaksana Cabang olahraga agar memastikan seluruh pertandingan berjalan aman dan lancar.
“Tidak boleh ada penundaan pertandingan,” tegasnya.
“wasit/juri harus bisa mengendalikan pertandingan dengan baik, karena ini merupakan momentum kita menuju Pra PON di tahun 2019 dan bermuara ke PON XX – 2020, Sehingga tidak boleh ada pertandingan yang gagal,” ingatnya.

Andre meminta agar Tecnical Meeting (TM) harus di manfaatkan betul untuk membahas regulasi yang digunakan dalam pertandingan sehingga di pahami oleh seluruh peserta.
“Jangan sampai sudah bertanding, baru ada regulasi baru yang diterapkan. Kekacauan dalam pertandingan muncul biasanya dari persoalan teknis. Dan tugas kita adalah mengarahkan sesuai regulasi,” kata Andre lagi.

Demikian juga prosedur protes, dalam TM sudah harus dijelaskan mekansimenya, termasuk jika ada uang protes. harus di lakukan sesuai mekanisme.
“Jika ada insiden yang menjurus untuk menggagalkan pertandingan maka pihak kemanan jangan ragu untuk mengamankan bahkan menciduk siapa saja yang berupaya membuat kacau atau menghambat pertandingan,” pintanya.(rum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!