Timor Express

HUKUM

Mantan Kades dan Sekdes Dihukum 1,8 Tahun

PUTUSAN. Terdakwa Melkior Pot Aumenu saat mendengar pembacaan amar putusan di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (4/9)

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

       Korupsi Dana Desa di Kabupaten TTU

KUPANG, TIMEX – Mantan Kepala Desa (Kades) Neonasi, Kecamatan Miomaffo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Melkior Pot Aumenu dan Sekretaris Desa (Sekdes), Siprianus Koli, divonis 1 tahun, 8 bulan penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor) Kupang, Selasa (4/9).

Sidang pembacaan putusan tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Syaiful Arief didampingi dua hakim anggota masing-masing Ibnu Kholik dan Ali Mukhtarom, serta disaksikan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Benfrid Foeh, dan penasehat hukum kedua terdakwa Adelci J.A. Seran.

Pembacaan amar putusan oleh majelis hakim kepada para terdakwa dilakukan secara terpisah dan didahului dengan membacakan amar putusan kepada terdakwa Melkior Pot Aumenu, setelah itu dilanjutkan kepada terdakwa Siprianus Koli.

Sesuai amar putusan yang dijatuhkan kepada kedua terdakwa, para terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sesuai dengan dakwaan primer, namun terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa di Desa Neonasi.

Ketua Majelis Hakim Syaiful Arief mengatakan, berdasarkan keterangan para saksi-saksi dan fakta persidangan, sesuai dengan dakwaan subsidair JPU yakni Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 junto UU Nomor 20 Tahun 2001 KUHP, tentang pemberantasan tindakan pidana korupsi.

“Menjatuhkan hukuman kepada kedua terdakwa Melkior Pot Aumenu dan Siprianus Koli dengan pidana penjara selama satu tahun dan delapan bulan, denda masing-masing sebesar Rp 50 juta, dengan ketentuan apabila tidak membayar denda maka ditambah dengan pidana kurungan selama satu bulan,” tegas Syaiful saat membaca amar putusannya.

Lanjut Syaiful, menetapkan masa penahanan yang dijalani oleh kedua terdakwa dikurangi selurunya dengan pidana penjara yang dijatuhkan dan memerintahkan agar kedua terdakwa Melkior Pot Aumenu dan Siprianus Koli tetap ditahan.

Syaiful menambahkan, terdakwa Melkior Pot Aumenu dan Siprianus Koli dihukum untuk membayar biaya perkara masing-masing sebesar Rp 5.000.

“Terhadap putusan yang dijatuhkan kepada terdakwa, kami memberikan kesempatan selama tujuh hari kepada terdakwa, melalui penasihat hukum dan jaksa penuntut umum untuk mengambil langkah hukum jika tidak menerima putusan majelis hakim,” ujar Syaiful.

Menjawab penawaran majelis hakim, JPU menyatakan pikir-pikir, sementara terdakwa melalui penasIhat hukumnya menyatakan menerima putusan tersebut. (mg29/joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!