Siswa SMA Giovanni Belajar Jurnalistik di Timex – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Siswa SMA Giovanni Belajar Jurnalistik di Timex

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

KUPANG, TIMEX-Puluhan siswa SMA Katolik Giovanni Kupang bertandang ke Graha Pena Harian Timor Express, Selasa (4/9). Kunjungan para siswa yang didampingi gurunya itu dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang jurnalistik dan menyukseskan program SMA rujukan pemantapan wirausahaan.

Rombongan yang merupakan siswa kelas X dan XI ini diterima Sekretaris Redaksi Timor Express, Linda Makandoloe di lantai satu gedung Graha Pena. Para siswa langsung diarahkan untuk melihat ruang kerja redaksi serta ruang percetakan koran. Usai memantau para siswa diberikan kesempatan untuk berdialog dengan Sekretaris Redaksi di lantai dua Graha Pena.

Para pendampingi, yakni Hanni Kurniawan, Yasinta S. Kasi dan Maria G. Klau mengatakan, tujuan utama para siswa mendatangai Timor Express untuk mengetahui bagaimana sistim pengelolaan sebuah media cetak. Hal ini karena para siswa ingin membuat media sekolah dalam bentuk Tabloid.

Ditambahkan alasan pihaknya memilih Timor Express sebagai media pembelajaran setelah mempelajari sistem kerja, menejemen dan pengelolaan berita Timor Express. Timex dinilai bisa menjadi salah satu media yang sementara masih bersaing di NTT dalam menghadapi era digital.

“Bukan berarti media-media besar lainnya tidak mampu, namun secara kasat mata, dan sesuai hasil percetakannya, kami memilih untuk melakukan studi, guna meningkatkan pemahaman tentang cara membuat sebuah tulisan yang baik dan benar,” jelas Hanni.
Selain para guru pembimbing, sejumlah siswa yang diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan seputar.

Linda Makandoloe dalam kesempatan tersebut menjelaskan, saat ini media cetak sementara dihadapkan dengan perkembangan zaman yang serba digital. Bahkan banyak kalangan yang menyatakan media cetak akan bubar karena zaman telah berubah. Namun menurut dia, hal tersebut tidak akan terjadi saat ini, karena setiap perusahaan media memiliki kiat-kiat untuk tetap mempertahankan eksistensinya.

Linda jelaskan, hasil survei menunjukkan, media cetak akan hidup seribu tahun lagi. Pasalnya, perkembangan teknologi informasi melalui media online dan media masaa, justru dirusak oleh hoax yang disebarakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
“Tidak ada koran yang hoax dan diyakini berita yang diterbitkan oleh koran, sudah melalui proses yang memenuhi unsur jurnalistik. Maka, dijamin kebenarannya dan dipastikan berimbang. Kami kerja harus profesional dan sesuai dengan kode etik jurnalistik. Sehingga hal itu yang meyakinkan pembaca,” kata Linda.

Masih menurut dia, sebuah media cetak tidak beroprasi lagi bukan karena tantangan dari digitalisasi, namun itu disebabkan karena manajemen dan sistem pengelolaan yang tidak baik. “Media cetak ditutup kecuali manajemennya sudah tidak berjalan dengan baik,” tutup Linda.(mg29/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!