Alfred Lele Alami Kurang Gizi – Timor Express

Timor Express

SUROSA

Alfred Lele Alami Kurang Gizi

EDY BEREN/TIMEX

TAMBOLAKA, TIMEX – Alfred Umbu Lele, bayi berusia 1 tahun 4 bulan, mengalami kekurangan gizi. Alfred merupakan anak kelima dari pasangan Melkianus D Popo dan Kristina, warga Desa Weerena Kecamatan Kota Tambolaka.

Bulu Dairo, bapak besar Alfred yang ditemui Timor Express di ruang anak Puskesmas Watukawula tempat Alfred dirawat, Rabu (5/9) menuturkan, sesungguhnya Alfred adalah anak yang sehat. Namun demikian, sejak satu bulan terakhir dia mengalami gatal-gatal di seluruh tubuh sampai luka.

Karena itu, Alfred malas makan, bahkan terkadang sehari tidak makan sama sekali. Hal inilah yang membuat kondisi Alfred drop sehingga divonis kurang gizi.

Dirinya mengaku, selama ini adik dan adik iparnya yang adalah orang tua Alfred enggan membawa Alfred ke posyandu. Sejak lahir, Alfred hanya sekali saja ke posyandu yakni pada bulan Januari ketika Alfred sudah berusia delapan bulan.

Ia mengaku, saat menderita gatal-gatal, pihaknya belum pernah membawa anak tersebut ke puskesmas atau meminta bantuan bidan desa Weerena. Sebaliknya, mereka menggunakan obat tradisional berupa daun-daunan.

“Kami mengaku salah. Kami yang salah, bukan ibu bidan yang salah atau kader yang salah. Kami orang tua yang sudah salah karena kami tidak pernah bawa dia ke puskesmas atau bidan. Kami juga malas ke posyandu jadi anak jadi begini,” katanya.

Kondisi ini dibenarkan Florentina Ina, bidan desa Weerena. Ia mengatakan, sejak melahirkan, ibu Alfred tidak pernah datang ke posyandu. “Ibu anak ini tidak pernah bawa anaknya ke posyandu. Biar sudah diimbau ulang-ulang, bahkan kader panggil juga tidak mau datang. Satu kali saja datang pada bulan Januari. Saat itu Alfred berusia delapan bulan. Pada posyandu bulan Januari itu berat badan Alfred 8,5 kg dan panjang badan 69 cm. Ini ukuran normal dan dia dinyatakan sehat. Tapi setelah itu tidak pernah datang lagi,” katanya.

Florentina mengaku, karena jarangnya Alfred diantar ke posyandu, sehingga ketika kasusnya muncul, Selasa (4/9), dirinya bingung dan sulit mengenalinya.

“Saya sampai bingung waktu petugas kesling Puskesmas Watukawula menyampaikan kasus Alfred. Saya malah bertanya-tanya ini anak yang mana,” akunya.

Diceritakan, kasus Alfred mencuat ketika petugas kesehatan lingkungan dari Puskesmas Watukawula melakukan kunjungan lapangan dalam kaitannya dengan sanitasi dan ketersediaan MCK keluarga. Ketika sampai di rumah orang tua Alfred dan menemukan kondisi Alfred yang sakit petugas mengarahkan orang tua Alfred untuk segera membawa Alfred ke Puskesmas Watukawula.

Setelah pasien tiba di Puskesmas Watukawula, dirinya datang untuk mendampingi. Pasien diterima oleh perawat Andrawati dan Asmi yang bertugas jaga saat itu. Berdasarkan konsultasi, pasien tidak diberikan obat maupun infus. Florentina membeli susu SGM dan dot untuk memberi minum anak tersebut.

Setelah mendapat perawatan sesuai standar operasional dan prosedur di Puskesmas Watukawula pasien diminta inap untuk terus diobservasi.

Pada saat pasien diantar ke puskesmas berat badannya 7 kg dengan panjang badan 70 cm. Anak mengalami penurunan berat badan apabila dibandingkan dengan hasil posyandu saat berusia delapan bulan. Sementara itu, secara ideal seharusnya berat badan anak seusia Alfred minimal 10 kg.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Watukawula, Paulina Robaka mengatakan, Puskesmas Watukawula telah melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai prosedur yang ada. Selain tindakan kuratif, namun Puskesmas Watukawula melalui tenaga kesehatan lingkungan dan gizi telah melaksanakan tindakan prefentif dengan melakukan penyuluhan mengenai kesehatan lingkungan dan gizi. Namun demikian, semuanya kembali kepada kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.

Tentang kasus Alfred, Paulina mengatakan, sejak ditemukan sakit di rumahnya dan dibawa ke Puskesmas Watukawula, pihak puskesmas telah melakukan pelayanan sesuai standar dan prosedur pelayanan kesehatan di Puskesmas Watukawula. Pihaknya mengakui bahwa Puskesmas Watukawula selalu mengedepankan pelayanan yang prima terhadap pasien yang datang, apalagi puskesmas berkonsentrasi pada kesehatan ibu dan anak.

Menurutnya, kasus Alfred merupakan kasus pertama yang ditangani di Puskesmas Watukawula. “Selama ini belum pernah ada kasus serupa di sini. Ini pertama kalinya. Kami di sini bahkan ketika ibu melahirkan dan bayinya mengalami cacat juga kami tahan dan dampingi terus sampai ada donatur yang bantu mereka berobat ke luar Sumba. Kami tidak tutup mata membiarkan kasus kesehatan terjadi di wilayah pelayanan kami,” katanya.

Setelah sehari menginap di Puskesmas Watukawula dan mendapat perawatan, Alfred sudah mulai pulih kembali.

Saat dikunjungi Timor Express, Alfred sedang tertidur pulas di kamar perawatan Puskesmas Watukawula. (mg28/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!