Faperta Undana Gelar Festival – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Faperta Undana Gelar Festival

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Peringati Dies Natalis

KUPANG, TIMEX – Memperingati Dies Natalis ke-56 Undana dan HUT Fakultas Pertanian ke-36, mahasiswa dan doses Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) mengelar Festival Tanaman Hias dan Buah, Kamis (6/9).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT, Yohanis Tay Ruba didampinggi Pembantu Rektor Bidang Akademik, Dr. Max U.E Sanam serta dihadiri para dosen Faperta dan peserta pameran.

Ketua Panitia Festival, Gaudens Remaja Putra Tallo, S.Hut, M.Sc menjelaskan, kegiatan festival melibatkan beberapa instansi pemerintah dan stakeholder lainnya yang ada di NTT. Namun, yang terlibat dan mengikuti festifal hanya peserta yang berasal dari kota kupang dan kabupaten kupang.

Selain festival, ada beberapa kegiatan yang digelar dalam festival tersebut, yakni lomba tanaman hias, lomba merangkai bunga, kuliner, buah serta tanaman buah dan pot.

“Festival tanaman hias dan buah mendapat dukungan dan kerja sama dari semua stakeholders. Karena itu, kegiatan festival harus dilakukan secara baik, sistematis dan lebih luas, sehingga bisa dirasakan oleh semua stakeholder,” kata Gaudens Tallo.

Sementara Penanggung Jawab Stan BPTP NTT, Ir. Irianus Rohi, M.Si, menjelaskan lewat kegiatan ini BPTP ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa bawang merah saat ini menjadi komoditi unggulan yang memiliki nilai ekonomis.

Ditambahkan, tahun 2017 NTT mengekspor bawang merah ke luar negeri yakni ke Timor Leste. “Wilayah NTT memiliki potensi pengembangan bawang merah,” ujar Irianus Rohi.

Dikatakan, keterlibatan BPTP NTT dalam kegiatan pameran diharapkan sebagai media informasi teknologi yang bisa menjadi inovasi yang berguna bagi masyarakat NTT pada umumnya dan lebih khusus lagi masyarakat Kota Kupang bersama para pendidik dan mahasiswa Undana.

“Diharapkan kepada panitia agar penyelenggaraan festival berikutnya stan harus ditata dengan baik dan harus ada sekat sehingga penggunjung yang ingin mengunjunggi dan mendapat informasi tidak terganggu dengan aktifitas di stan lainnya,” usul Irianus Rohi.

Festival Tanaman Hias dan Buah ini akan berlangsung selama tiga hari dan akan berakhir pa 7 September 2018. Hal menarik yang ditampilkan oleh BPTP NTT adalah patung raksasa dari tumpukan bawang merah dan jagung. (mg29/cel)

Tingkatkan APK, Universitas Terbuka Jangkau Daerah 3T

TANGSEL, TIMEX-Universitas Terbuka (UT) diberikan amanah oleh pemerintah untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi. Bagi UT, kepercayaan pemerintah merupakan tantangan sekaligus peluang untuk merajut nusa dalam membangun bangsa.

“Mandat UT sesuai SK Presiden nomor 41 Tahun 1984 adalah memberikan layanan pendidikan tinggi kepada semua lapisan masyarakat. Sehingga UT harus memilliki jangkauan layanan akademik hingga ke daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T),” ungkap Rektor UT Prof Ojat Darojat dalam sambutannya pada Dies Natalis ke-34 di Kampus UT, Selasa (4/9).

Pemerataan akses pendidikan tinggi, lanjutnya, merupakan mandat utama UT. Hal ini sejalan dengan nawa cita ke-5 Presiden Republik Indonesia, yaitu peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas dan pendidikan terutama di daerah pinggiran.

Prof Ojat membeberkan, di Indonesia saat ini peningkatan APK Perguruan Tinggi baru mencapai 31,5% dari penduduk rentang usia 19-23 tahun yang mengenyam pendidikan tinggi. APK ini masih rendah dibandingkan rata-rata APK di Asean yang mencapai hingga 40%.

Ikhtisar Data Pendidikan Tahun 2016/2017 menunjukkan, jumlah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat pada tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 2.548.389 siswa. Sementara itu, daya tampung PTN selain UT hanya sekitar 546.583 mahasiswa. Dengan demikian, terdapat sekitar 2.001.806 lulusan SMA/ sederajat yang tidak tertampung di PTN.

“Data tersebut menunjukkan, UT memiliki peluang yang cukup besar dalam membantu pemerintah dalam meningkatkan APK karena keluasan daya jangkau, akses, dan kapasitas layanannya,” paparnya.

Tahun ini jumlah mahasiswa UT mencapai di atas 300 ribu orang termasuk 2.000 lebih yang tersebar di 33 negara dan dilayani oleh 39 kantor UPBJJ-UT dan PPMLN.

“Dari jumlah ini, sebanyak 25% merupakan generasi milenial (berusia di bawah 23 tahun) dan sisanya sebanyak 75% berusia di atas 23 tahun,” ucapnya.

Pada 2017, jumlah peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebesar 128.244 orang. Sementara itu, daya tampung PT Negeri yang tersedia adalah 101.906 kursi. Dan berdasarkan data SNMPTN 2017, jumlah sekolah yang terdaftar pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sebanyak 14.790 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 130.854 orang.

Dengan jumlah lulusan SMA dan sederajat sebesar 2.548.389 siswa maka cukup banyak siswa SMA dan sederajat yang tidak bisa menempuh kuliah di PT Negeri.

“Tahun 2017 UT telah menampung 10% (28.439) lulusan yang tidak diterima di PT Negeri tersebut. Jumlah mahasiswa UT lulusan SMA dan sederajat tersebut mencapai sekitar 52% dari total jumlah mahasiswa baru UT dan trend mahasiswa lulusan SMA dan sederajat ini terus mengalami peningkatan,” tutupnya. (esy/jpnn/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!