Pemuda jadi Pelopor Indonesia Mandiri – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Pemuda jadi Pelopor Indonesia Mandiri

FENTI ANIN/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, menggelar dialog peningkatan kewirausahaan pemuda dalam rangka mewujudkan Indonesia mandiri di Hotel Neo by Aston, Kamis (6/9).

Asisten I Setda Kota Kupang Yos Rera Beka, pada kesempatan itu, mengatakan, kemiskinan adalah masalah yang sementara menjadi pergumulan di berbagai wilayah, termasuk di Kota Kupang. Sehingga peningkatan kewirausahaan pemuda dalam rangka mewujudkan Indonesia mandiri sangat bermanfaat.

“Berbagai materi yang disampaikan oleh pemateri sangat berharga untuk membangun sumber daya manusia di Kota Kupang, khususnya generasi muda sebagai generasi penerus bangsa,” kata Yos.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian

Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Nyoman Shuida, mengatakan, semua menyadari bahwa saat ini kita dihadapkan oleh tantangan yang begitu hebat dalam pembangunan manusia

Indonesia khususnya untuk mendorong agar generasi muda terus kreatif, berinovasi, berkarakter, berintegritas dan tetap bergotong royong.

Dia mengatakan, peluang bangsa Indonesia dalam menghadapi Bonus Demografi serta Ekonomi ASEAN juga sekaligus merupakan tantangan yang nyata bagi kita semua, khususnya para pemuda.

Berdasarkan Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS tahun 2017, terdapat 63,36 juta (24,27%) jumlah penduduk Indonesia yang berusia 16-30tahun.

Ini adalah jumlah yang cukup besar untuk mendatangkan keuntungan bagi bangsa, ataupun sebaliknya dapat mendatangkan bencana bagi bangsa.

“Bila tidak kita persiapkan pembinaan generasi muda secara benar. Oleh karena itu, sangat tepat jika para generasi muda sejak dini sudah mempersiapkan kapasitas dirinya melalui peningkatan pendidikan dan keterampilan, serta berfikir kreatif, inovatif, dan memiliki cara pandang dan jiwa wirausaha, tidak hanya bercita-cita menjadi pegawai atau mencari kerja,” katanya.

Dia menjelaskan, gemilang sejarah pemuda Indonesia dalam setiap fase sejarah bangsa ini, adalah harapan dan pesan kepada pemuda untuk terus mengulang sejarah itu yang relevan terhadap perkembangan kehidupan kebangsaan saat ini.

Meskipun begitu, lanjut dia, tetap harus menyadari bahwa pemuda saat ini menghadapi berbagai persoalan yang justru dapat mengancam keberadaan bangsa ini di masa mendatang.

Penyalahgunaan Narkoba, penyebaran HIV/AIDS, pergaulan bebas, pornografi dan pornoaksi, tindak kekerasan, radikalisme, terorisme dan lunturnya nilai nilai kebangsaan serta nasionalisme, adalah fakta yang juga mewarnai kondisi para pemuda saat ini.

Disampaikan, meskipun saat ini para pemuda dihadapkan dengan berbagai persoalan, juga masih memiliki harapan besar pada diri pemuda.

“Banyak pemuda kita yang telah mengharumkan nama bangsa ini dengan berprestasi di tingkat internasional, baik di bidang olahraga, ilmu pengetahuan, sains, teknologi dan bidang-bidang profesional lainnya. Itu semua membuktikan kita memiliki potensi dan harapan untuk maju,” ujarnya.

Nyoman mengatakan, di sisi lain, penanganan pemuda yang bermasalah harus seiring dengan upaya pembinaan pemuda unggul, sehingga tidak ada pemuda kita yang tertinggal dalam keterbelakangan, kebodohan, dan kehancuran. Semuanya harus mendapatkan pelayanan yang benar sesuai porsinya.

Menurut Nyoman, pembangunan sumber daya manusia yang dilakukan hingga saat ini merupakan bukti bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata.

Pemerintah tidak mendikotomikan pembangunan fisik dan pembangunan manusia, namun tetap mensinergikan pembangunan fisik dan pembangunan manusia.

“Memperhatikan berbagai persoalan yang ada pada pemuda kita, saya selalu meminta kepada semua pihak yang terkait dalam penyelenggaraan pelayanan kepemudaan, baik tingkat pusat maupun di daerah, bahkan hingga ke desa-desa, untuk terus meningkatkan kesempatan, fasilitas dan aksesibilitas generasi muda ke dalam berbagai kegiatan positif,” ungkapnya.

Nyoman melanjutkan, upaya tersebut dilakukan dalam berbagai bentuk, baik fasilitasi peningkatan kapasitas pemuda pendidikan dan ketrampilan, penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan kreatifitas, seni dan budaya, peningkatan kewirausahaan pemuda, kegiatan keolahragaan, dan lainnya.

Berbagai bentuk penyelenggaran pelayanan kepemudaan tersebut diupayakan untuk dibangun secara terkoordinasi lintas sektor, bersinergi, dan kolaborasi dengan perencanaan yang baik, sistematis dan tentunya berkelanjutan.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam penyelenggaran pelayanan kepemudaan, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan.

Perpres ini kata dia, mengamanatkan bahwa pelayanan kepemudaan tidak saja dilaksanakan oleh Kemenpora, tetap oleh 25 kementerian atau lembaga, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Ditambahkan, seluruh kementerian atau lembaga, provinsi dan kabupaten/kota harus saling berkoordinasi, berkolaborasi, bersinergi dan berintegrasi dalam menjalankan program sesuai tema dan lokusnya.

Dia mengaku, BPS bersama Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) telah merilis bahwa industri kreatif telah menyumbang 7,05 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Nilai ini memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional berkisar 7,38% sampai 7,66%, dengan sub sektor dominanya knikuliner (32,4%), fashion (27,9%), dan kriya (14,88%).

Laju pertumbuhan PDB ekonomi kreatif 2010-2015 berkisar 4,38% sampai 6,33%, dan trend-nya terus meningkat.

Disamping menyumbang pada PDB nasional, industri kreatif merupakan sektor keempat terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, dengan konstribusi secara nasional sebesar 10,7 persen atau 11,8 juta orang.

“Saya ingin mengingatkan kembali salah satu poin penting Pidato Kenegaraan 14 agustus 2015 di hadapan DPR RI, bahwa Presiden RI telah mencanangkan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Revolusi Mental yang dimaksud adalah perubahan cara berpikir dan bertindak untuk ikut memiliki tanggung jawab dalam melakukan pembangunan bangsa dan negara,” terangnya.

Dikatakan, Gerakan Nasional Revolusi Mental memiliki tiga nilai esensial atau strategis, yakni integritas, etos kerja dan gotong royong, dimana selanjutnya nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi acuan pembangunan manusia Indonesia di berbagai bidang kehidupan.

Fakta-fakta tentang lunturnya nilai-nilai luhur bangsa pola pikir lama birokrasi dalam pelayanan publik, rendahnya produktivitas masyarakat, dan berkembangnya masyarakat yang semakin konsumtif, menuntut semua untuk melaksanakan revolusi mental, revolusi yang akan menjadikan bangsa Indonesia berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Sebagai upaya untuk melakukan perubahan secara masif, pada tahun 2016 telah diterbitkan Inpres Nomor 12 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental yang meliputi program Gerakan Indonesia Melayani, Program Gerakan Indonesia Bersih, Program Gerakan Indonesia Tertib, Program Gerakan Indonesia Mandiri, dan Program Gerakan Indonesia Bersatu, yang kesemuanya ini bertujuan agar Indonesia dalam waktu singkat dapat berubah kearahnyang lebih baik lagi.

Dia melanjutkan, amanat Inpres dengan 5 program gerakan tersebut tentunya menuntut seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama terlibat dalam GNRM, termasuk di dalamnya para pemuda yang senantiasa menjadi agen, pelopor dan penggerak perubahan bangsa ini. Oleh karena itu sikap mental pemuda juga harus mengedepankan nilai-nilai revolusi mental.

“Saya berharap kepada seluruh pemuda Indonesia dan khususnya para peserta yang hadir, jadilah pemuda yang tangguh, berkarakter, mandiri, rela berkorban dan berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara serta mampu berperan dalam pembangunan,” pungkasnya.  (mg25/joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!