Stok Beras Bulog Aman Hingga Akhir Tahun – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Stok Beras Bulog Aman Hingga Akhir Tahun

TOMMY AQUINODA/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Ketersediaan stok beras cadangan pemerintah (beras medium) di Gudang Perum Bulog Divre NTT masih sangat aman hingga akhir tahun 2018. Dengan demikian, pasokan dan harga beras medium akan tetap stabil. Hal ini ditegaskan  Plt. Kadivre NTT Supriyono setelah melanching operasi beras cadangan pemerintah (OP-CBP), Selasa (4/9) lalu.

Supriyono menyebutkan, gudang Bulog Divre NTT dapat menampung 17.500 ton beras. Dan saat ini, beras yang ada di gudang sebanyak 10 ribu ton lebih. Untuk itu, stok beras medium masih aman hingga akhir tahun 2018. Bahkan masih aman hingga Maret 2019, karena ada ribuan ton beras yang akan masuk dalam waktu dekat.

“Yang ada di gudang sekarang 10 ribu ton, jadi bisa bertahan sampai akhir tahun. Apalagi beras yang dalam perjalanan akan sampai. Dan meman tiap tahun, analisa kita untuk kebutuhan beras harus aman hingga tiga bulan di tahun berikutnya. Jadi hingga bulan Maret 2018, stok kita masih aman,” jelas Supriyono.

Dia mengaku, pihaknya sudah mengusulkan permintaan pasokan beras medium ke kantor pusat sebanyak 12 ribu ton. Namun untuk distribusinya tidak dilakukan serentak, tetapi secara bertahap.

“Kita sudah usulkan ke kantor pusat, tapi distribusinya bertahap. Bisa tujuh ribu ton, bisa juga hanya dua ribu ton. Dan sekarang yang masih dalam perjalanan sebanyak 3 ribu ton,” ujarnya.

Sementara Plh. Kepala Biro Ekonomi Setda NTT Joni Waleng, mengatakan, TPID Provinsi NTT selalu berkomitmen untuk mengendalikan harga barang, khususnya sembilan bahan pokok (Sembako) yang di dalamnya termasuk beras.

“Selain melakukan pemantauan harga komoditas di pasar, kita juga pantau arus bongkar muat di pelabuhan. Kita sudah minta Pelindo agar bongkar muat harus memprioritaskan sembako, sehingga pasokannya tetap aman. Itu sudah komitmen kami,” katanya.

Joni mengapresiasi kinerja Bulog yang dapat mengendalikan harga beras di pasar. Dia berharap, Bulog tetap menjaga ketersediaan pasokan sehingga harga beras tidak mengalami gejolak.

“Kita juga apresiasi karena penyaluran rastra berjalan lancar. Dan operasi pasar semacam ini harus terus dilakukan Bulog dalam rangka optimalisasi pelaksanaan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras medium,” kata Joni.

Joni juga mengapresiasi kinerja Satgas Pangan yang mampu bersinergi dengan seluruh stakeholder TPID NTT untuk mengendalikan inflasi daerah. Sehingga TPID NTT baru-baru ini meraih predikat sebagai TPID terbaik di kawasan timur Indonesia.

“Saat ini kita pastikan tidak ada persoalan berkaitan dengan keteseridaan sembako di NTT,” tegasnya.

Selanjutnya, Wadirkrimsus Polda NTT AKBP Dominicus Savio Yampormase menegaskan, Satgas Pangan Polda NTT akan terus mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan laju inflasi.

Khusus terkait dengan pengamanan pasokan dan ketersediaan beras medium di lapangan, Dominicus katakan, pihaknya konsisten melakukan kontrol sehingga potensi terjadinya penyimpangan seperti penimbunan beras bisa diminimalisir.

“Bagaimanapun juga, ini berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Jadi kami akan terus bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam melakukan kontrol sehingga kemungkinan penyimpangan bisa dieliminir,” kata mantan Kapolres Kupang itu.

Selama ini, lanjut Dominicus, penyimpangan seperti penimbunan beras jarang terjadi di wilayah NTT. Kendati demikian, potensi-potensi penyimpangan bisa terjadi kapan saja mengingat wilayah NTT yang cukup luas.

“Kita juga berharap, orang jangan melakukan penyimpangan. Bagi yang menyimpang, jelas akan ditindak,” tegas mantan Kapolres Alor itu. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!