Muncul Desa Siluman di Rote – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Muncul Desa Siluman di Rote

KPU Lapor ke KPU Pusat

KUPANG, TIMEX-Rapat pleno rekapitulasi data pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) 2 Provinsi NTT ditunda. Pasalnya, dalam rapat pleno yang berlangsung di KPU NTT itu, ditemukan sejumlah masalah di sejumlah kabupaten.

Jemris Fointuna

Jemris Fointuna

Rapat yang digelar Rabu (14/11) itu ditunda dan baru dilanjutkan lagi Kamis (15/11) pukul 17:00 WITA. Hal ini dijelaskan Anggota Bawaslu NTT, Jemris Fointuna kepada Timor Express. Menurut Jemris, dalam rapat disemukan masalah di tujuh kabupaten.

Yang paling menarik, lanjut dia ditemukan di Kabupaten Rote Ndao. “Di Rote Ndao, Desa Tesabela, Kecamatan Pantai Baru hilang dari Sidalih, dan 30 desa pemekaran tidak ada dalam Sidalih. Dan ada satu desa siluman, namanya Desa Muara Leba muncul dalam DPT kabupaten Rote Ndao,” beber Jemris.

Menurut dia, KPU NTT harus berkoordinasi dengan KPU pusat untuk segera memasukkan desa yang hilang dan 30 desa pemekaran yang namanya tidak ada dalam Sidalih, termasuk desa siluman tersebut.

Selain Ronda, di Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Sumba Tengah pemilih non KTP-e atau pemilih tanpa identitas dimasukan dalam DPTHP2. Sehingga KPU harus mengeluarkan pemilih non KTPe dari DPTHP2. Pemilih non KTP-e Sumba Timur sebanyak 2.734 dan Sumba Tengah sebanyak 143. “Harusnya pemilih tanpa identitas hanya dicatat dalam form AC,” terang dia.

Di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Alor, dimana harus memperbaiki BA pleno DPTHP2 karena terjadi kesalahan input data pada lampiran BA, sehingga berpengaruh pada jumlah DPTHP1 yang ditetapkan sebelumnya dengan data DPTHP 1 pada BA pleno rekapitulasi DPTHP2. “Kalau Kabupaten Ngada, pemilih non KTP-e diakomodir dalam DPTHP2, sehingga KPU harus mengeluarkan dari data manual maupun Sidalih,” tambahnya.

Selanjutnya, di Kabupaten Timor Tengah Selatan, ada 10 PPK yang baru melakukan pleno rekapiulasi DPTHP 2 di tingkat kecamatan dan baru melakukan virtual terbatas. Selain itu, dari 32 kecamatan baru 15 kecamatan yang datanya di-input ke Sidalih. 17 kecamatan masih dalam proses

Masih menurut Jemris, di Kabupaten Timor tengah Utara, proses input ke Sidalih baru 9 kecamatan. Operator KPU masih melakukan input data 15 kecamatan ke Sidalih. Prosesnya belum selesai sampai Rabu (14/11).
Ditambahkan, untuk Kabupaten Manggarai, baru selesai melaksanakan pleno karena ditunda sebelumnya akibat terdapat selisih antara data Sidalih dan rekapan manual. “Selain itu, 12 kabupaten sudah selesai pleno,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas-Adoe yang dikonfirmasi terkait desa yang hilang dan desa siluman di Ronda, mengatakan, hal itu bukan karena kesalahan dari KPU Ronda. Sehingga, pihaknya akan berkoordinasi dengan KPU pusat. “Harus dilaporkan ke KPU RI, karena sumbernya ya dari KPU RI. Aplikasi Sidalih itu kan bukan KPU Rote yang buat,” terang Tanti.(cel)

Kabupaten yang sudah pleno

1. Belu
2. Kupang
3. Kota kupang
4. Manggarai barat
5. Nagekeo
6. Sikka
7. Ende
8. Flotim
9. Sumba barat
10. SBD
11. Sabu
12. Malaka



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!