Timor Express

PENDIDIKAN

Orang Tua Keluhkan Fasilitas Sekolah

DIALOG.Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemy Francis dan Penjabat Sekda Kota Kupang, Thomas Jansen Ga berdialok dengan orangtua murid di SDK dan SMPK. Sta. Maria Assumpta Kupang, Rabu (14/11)

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Dialog di SDK Sta.Maria Assumpta Kupang

KUPANG, TIMEX-Para orangtua murid SD Katolik dan SMP Katolik Santa Maria Assumpta Kupang, mengeluhkan kekurangan fasilitas seperti gedung dan laboratorium, sehingga menyulitkan siswa dalam proses belajar.

Padahal sekolah tersebut ditunjuk oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang untuk menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Namun hingga sekarang fasilitas pendukung belum ada.

Keluhan orang tua dan pihak sekolah ini disampaikan langsung kepada Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemy Francis dan Pemerintah Kota Kupang melalui Penjabat Sekda Kota Kupang, Thomas Jansen Ga dalam tatap muka di sekolah tersebut, Rabu (14/11).

Kepala Sekolah SMPK Sta.Maria Assumpta Kupang, Gasper Baga mengaku, selain fasilitas komputer untuk UNBK, pihaknya masih kekurangan ruang belajar untuk menempatkan para siswa untuk mengikuti proses belajar, baik pada SDK maupun di SMPK.

“Melalui kesempatan ini kami titipkan keluhan kami ini agar bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah kota dan ketua Komis V, agar segera direalisasi karena kami sangat membutuhkan fasilitas tersebut,” ungkap Gasper.

Sementara Kelvin salah satu perwakilan orang tua murid pada sesi dialog menyampaikan, kekurangan ruang belajar dan laboratorium di sekolah tersebut. Hal yang sama disampaikan Herlin Gani yang bersyukur karena sejak sekolah tersebut didirikan, baru kali ini pejabat bisa mengunjungi dan melihat secara langsung kondisi sekolah tersebut.

Dengan kehadiran para pejabat, sebagai orang tua sangat bangga, namun dirinya menitipkan kondisi sekolah yang serba kekurangan serta mengharapkan adanya beasiswa agar pemerintah dapat memperjuangkannya.

Sementara Jhon, orang tua murid lainnya menegaskan, jika permintaan beasiswa kepada siswa di sekolah tersebut terpenuhi, diharapkan tidak dipolitisasi dan mengakibatkan kesulitan bagi orang tua murid.

“Secara pribadi, perwakilan komite dan juga orang tua murid, saya meminta agar bisa menambah beasiswa, lalu meminta agar tidak mempersulit kepengurusaan jika beasiswa tersebut dialokasikan. Karena sesuai pengalaman sebelumnya, proses pengambilan bantuan sangat berbelit-belit,” ungkap Jhon.

Menjawab pengeluhan orang tua murid, Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis mengaku akan menyampaikan keluhan-keluhan yang sudah disampaikan orang tua murid kepada mitra kerjanya di pemerintahan untuk memberikan bantuan.

“Kita sudah menjadi sahabat dan keluhan yang sudah disampaiakan ini saya akan berkoordinasi dengan mentri PUPR agar menyediakan ruang belajar. Karena untuk pembangunan gedung sekolah sudah menjadi tanggung jawab PUPR. Sedangkan untuk beasiswa juga saya akan berkoordinasi dengan anggota DPR komisi X karena itu merupakan kewenangan mereka,” tegas Fary.

Sementara Thomas Jansen Ga yang menjawab terkait proses pengambilan beasiswa yang berbelit-belit dijelaskan, pengambilan beasiswa sangat mudah. Namun karena bertepatan dengan momen politik saat itu, sehingga sengaja dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.

“Saya tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. Namun keluhan orang tua murid ini akan saya sampaikan kepada wali kota agar bisa dialokasikan pada anggaran 2019. Karena mekanisme pengalokasian anggaran harus dibahas satu tahun sebelumnya,” jelas Thom Ga.(mg29/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!