Timor Express

SPORTIVO

Wing Chun Harus Bergabung dengan KONI

FOTO BERSAMA. Ketua KONI NTT, Andre Koreh bersama Wasekum KONI NTT, Eduard setty serta para pengurus, pelatih dan atlet Wing Chun NTT, diantaranya Samuel Tandean, Gerry, Stanley, Alesandro, Josua, Triniti Eleanor Kawiran dan Kevin, di ruang kerjanya, Rabu (14/11) kemarin.

RUDY MANDALLING/TIMEX

Agar bisa di Pertandingkan di PON

KUPANG,TIMEX – Ketua Umum KONI NTT, Andre Koreh mengharapkan dan mendorong agar Olaharga Wing Chun, bisa segera berproses untuk menjadi anggota KONI pusat, dan berusaha agar Winchun bisa di pertandingkan secara eksebisi di PON 2020 nanti.

Harapan dan dukungan tersebut disampaikan Andre, ketika menerima pengurus dan atlet Wing Chun NTT yang sukses menorehkan prestasi membanggakan di Turnamen Nasional Wing Chun Indonesia 2018 yang berlangsung di Yogyakarta 3-4 November 2018 lalu, dimana Wing Chun NTT yang menurunkan 11 atletnya, berhasil menyabet 6 medali emas dan 2 Perak.

Pengurus dan atlet Wing Chun NTT yang bertemu dengan Ketua Umum KONI NTT antara lain, Samuel Tandean selaku pelatih, Gerry, Triniti Eleanor Kawiran yang menyabet tiga medali emas, Stanley, Alesandro, Josua, dan Kevin. Sedangkan Andre Koreh didampingi Wasekum KONI, Eduard Setty.

Menurut Andre, dirinya telah membaca prestasi yang diraih atlet Wing Chun melalui media, dan tentunya prestasi yang diraih para atlet Wing Chun NTT patur di apresiasi.
Karena itu Wing Chun harus didorong untuk menjadi anggota KONI pusat, dan harus punya target tahun 2024 bisa dipertandingan di PON
“Untuk itu, PON 2020, harus di upaykan bisa di perandingkan sebagai cabang olahraga eksebisi. Kalau sudah menjadi anggota KONI, akan lebih mudah, Dan kalau butuh dukungan, KONI NTTT siap mendukung, Asal masuk menjadi anggota KONI,” kata Andre.

Dicontohkannya, cbang olahraga Gate Ball yang di pegangnya sebagai ketua Pengprov, tahun 2016 telah di pertandingkan secara eksebisi di PON 2016 di Bandung.
“Pada PON 2020 nanti, Gate Ball menjadi salah satu dari 50 cabang olahraga yang pertandingkan,” terangnya.

Andre menjelaskan juga, KONI bertugas untuk membina cabang olahraga prestasi yang bersifat amatir dan bukan profesional.
“Kalau dilihat, Wing Chun ini merupakan olahraga prestasi, sehingga harus masuk menjadi anggota KONI,” ungkapnya.
“Kalau olahraga profesional, itu bernaung di bawah BOPI,” imbuhnya.

Andre juga mengatakan bahwa KONI NTT akan mengupayakan bantuan pendanaan bagi Wing Chun. Namun, ada baiknya Wing Chun menjadi anggota KONI, kalau tidak akan sulit mengalokasikan dana pembinaan.

Menjawab harapan Ketua Umum KONI tersebut, Samuel maupun gery dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa Wing Chun telah berproses untuk menjadi Anggota KONI sejak dua tahun lalu.

“Namun masih ada sedikit kendala, dimana Wing Chun di sarankan bergabung dalam Wushu, dan ini masih di cari titik temunya,” jelas Gery yang dalam kesempatan tersebut sedikit memaparkan sejarah Wing Chun, termasuk nduk organisasi dunia Wing Chun yang berkedudukan di Hongkong.

“Kalau Wing Chun berdiri sendiri juga baik. Tapi kalau memang harus bergabung dengan Wushu tentunya akan lebih mudahkan, tinggal nama Induk Organisasinya yang di rubah, misalnya menjadi Persat Wushu dan Wing Chun Indonesia dengan memasukkan Wing Chun dan nomor pertandingannya yang disesuaikan dan bisa langsung di pertandingkan di PON,” ungkap Andre menanggapi.

“Ini sama seperti PABBSI, dimana didalamnya ada angkat berat, angkat besi dan binaraga,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, samuel Tandean menyerahkan kenang-kenangan kepada Ketua KONI NTT, berupa miniatur manusia kayu, yang merupakan salah satu nomor yang di pertandingkan dalam Wing Chun. (rum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!