Timor Express

PENDIDIKAN

150 Siswa Paud Belajar Bersih Sejak Dini

CUCI TANGAN.Ketua TP PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mendampinggi siswa belajar cuci tangan pada perayaan HCPS yang digelar TP PKK Provinsi NTT di halaman gedung PKK Provinsi NTT, Kamis (15/11)

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

KUPANG, TIMEX-Sebanyak 150 siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ikut dalam kegiatan Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun (HCPS) yang diselenggarakan pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi NTT di halaman Gedung PKK Provinsi NTT, Kamis (15/11).

Para siswa PAUD tersebut berasal dari empat sekolah, yakni PAUD Lordes (Binaan TPK-PKK Provinsi NTT), PAUD Maria Pia Mastena, PAUD dan SD Sasando (Binaan UPT Kebudayaan Dinas Kebudayaan, TPK-PKK Provinsi NTT) dan TK St.Yosef Naikoten.

Ketua Panitia Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCPS), Yulia Afra mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah kecil memulai hidup sehat. “Perilaku hidup sederhana ini bisa melindungi kita dari penyakit seperti diare dan saluran pernapasan,” ujarnya.

Selain itu, CTPS bisa mencegah menyebarnya penyakit infeksi dan setiap tanggal 15 November akan selalu diperingati CTPS.

Berdasarkan penilitian, merubah perilaku manusia akan sangat efektif jika dilakukan sejak dini. Sehingga TP-PKK memandang perlu untuk melakukan edukasi terkait CTPS pada anak-anak PAUD. “Dengan harapan anak-anak ini akan menjadi agen perubahan bagi lingkungannya,” tegas Yulia Afra.

Ketua TP-PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan kesehatan adalah fondasi awal membangun sebuah negara. “Dan itu dimulai dari anak kecil. Orangtua kadang melalaikan itu,” ujarnya.

Dikatakan, CTPS merupakan kegiatan sederhana, tapi dampaknya luar biasa. Anak-anak harus melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan sisi kesehatan. “Mereka bermain, pegang sesuatu, makan sesuatu, tanpa mempertimbangkan sisi kesehatan,” katanya.

Dengan adanya kampanye seperti ini, anak-anak sudah bisa diberikan pelajaran dari kecil. “Mencuci tangan atau menjaga kebersihan itu bukan sesuatu yang dipelajari. Namun harus dibiasakan. Dengan kegiatan ini, minimal mereka sudah didoktrin tentang kesehatan sejak dini,” papar istri Gubernur NTT itu.

Julia mengimbau semua orangtua untuk selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan pribadi, anak, maupun lingkungan. “Kadangkita tidak tahu sakit karena apa. Contohnya anak saya,” ungkapnya.

Terkait kondisi Kota Kupang yang tidak bersih, dia berharap warga bisa memulai menjaga kebersihan dengan melakukan hal-hal sederhana. “Kita tidak usah suruh orang lain dulu. Kita mulai dari diri sendiri. Anak-anak pun perlu dibiasakan. Karena anak-anak di NTT, saya lihat lingkungan bermain mereka berpindah dari tetangga ke tetangga, bukan seperti kota-kota besar. Mereka perlu menjaga kebersihan dan kesehatan mereka,” terangnya.(mg29/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!