Timor Express

KUPANG METRO

Gubernur Sebut Calon Dirut dari Luar

Tegaskan Banyak Hal yang Diubah di Bank NTT

KUPANG, TIMEX – Isu tentang rencana perombakan di manajemen Bank NTT bukan isapan jempol. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat memastikan akan ada banyak perombakan di dalam bank kebanggaan masyarakat NTT itu.

Hal ini diungkapkan Viktor saat diwawancara Timor Express di Gedung Sasando, Kamis (15/11). Viktor diwawancara terkait rencana RUPS-LB yang akan digelar 28 November mendatang. Pasalnya, sejak 30 November 2016 atau sudah dua tahun, Bank NTT belum memiliki Direktur Utama yang definitif. “Intinya kita perlu rapikan, perlu targetnya harus didorong. Karena itu perlu ada pergantian-pergantian yang lain, SOP-nya perlu dirubah. Banyak hal perlu dirubah,” kata Viktor yang dialntik 5 September 2018 itu.

Ditanya terkait pergantian yang dia maksud, Viktor tegaskan, dia ingin ada orang dari luar yang memiliki kemampuan untuk mengelola bank tersebut agar menjadi lebih baik.
“Pastilah (orang dari luar). Dan dicari yang bagus. Yang punya mimpi yang baik. Etos kerja. Semangat. Target yang dicapai. Itu pasti perlu energi baru dari luar,” tegas mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu.

Ia mejelaskan, ada target yang ingin dicapai dari perubahan-perubahan yang dia sebutkan. Misalnya, terkait deviden yang dibagikan kepada pemegang saham setiap tahun.
Menurut dia, selama ini Bank NTT hanya berharap deviden dari keuntungan kredit yang sudah fiks. Misalnya kredit oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). Sehingga, Bank NTT hanya menunggu dan setiap akhir bulan dipotong angsuran ke Bank NTT. Viktor katakan, sebagian besar mereka adalah kredit konsumtif.

Hal ini menurut dia sudah dipastikan kredit zero persen, Non Performing Loan (NPL). Atau tidak ada kredit macet. Viktor menginginkan kredit-kredit di Bank NTT produktif bukan konsumtif. “Pertanian, peternakan, perikanan, atau pariwisata. Ini akan bertumbuh. Nah, kalau bertumbuh, baru boleh kita ambil dari sana (deviden). Tapi dari pegawai negeri, barangnya sudah pasti. Tidak boleh. Karena itu, selama ini bank itu diperkosa,” tandasnya.

Saat ini seperti yang ditegaskan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT Winter Marbun, bahwa OJK sedang memproses calon direktur utama dan direktur umum Bank NTT yang diajukan Bank NTT. Usulan ini sesuai hasil RUPS 2 Juli 2018. Saat itu forum RUPS mengusulkan dua nama calon Dirut yakni Absalom Sine (Direktur Pemasaran Kredit) dan Hilarius Minggu (Direktur Kepatuhan). Juga dua nama calon Dirum yakni Bonefasius Ola Masan (Pemimpin KCU Kupang) dan Didakus Adi Leba (Pemimpin KCU Surabaya).

Dikatakan Winter, proses ini bisa berubah kalau ada keputusan terbaru dari Bank NTT dan ada pembatalan proses untuk calon yang telah diusulkan. Jika belum ada usulan baru dan membatalkan usulan sebelumnya, maka proses di OJK tetap berlansung. Saat ini, jelas Winter, sedang dalam masa penelitian berkas calon. Jika sudah lengkap maka OJK segera menjadwalkan pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test (FPT). OJK hanya memiliki waktu sebulan untuk menyelesaikan proses ini.

Sementara itu, jika RUPS 28 November nanti mengusulkan calon baru maka butuh waktu lagi sekitar 3-6 bulan untuk menghasilkan calon Dirut dan Dirum. Dengan demikian Bank NTT baru akan memiliki Dirut dan Dirum defenitif pada awal tahun depan. Itupun jika prosesnya berjalan lancar. Padahal sejak ditinggal Daniel Tagu Dedo pada 30 November 2016 lalu, Bank NTT belum punya Dirut yang defenitif. Aksi korporasi bank ini dikendalikan oleh Plt. Dirut. (cel/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!