Harga Komoditas Pangan Masih Stabil – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Harga Komoditas Pangan Masih Stabil

MASIH STABIL. Harga telur ayam ras di sejumlah pasar tradisional hingga kini masih stabil. Jelang natal dan tahun baru, harganya kemungkinan besar akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

TOMMY AQUINODA/TIMEX

Bawang Merah Mulai Merangkak Naik

KUPANG, TIMEX – Puncak perayaan Natal 25 Desember 2018 dan Tahun Baru 2019 masih menyisahkan waktu satu bulan lebih. Seiring dengannya, harga komoditas pangan di beberapa pasar tradisional di Kota Kupang ada yang mulai merangkak naik. Kendati demikian, kenaikan harganya masih belum signifikan. Beberapa komoditas pangan lainnya seperti beras dan telur ayam ras, harganya relatif stabil.

Pantauan Timor Express di Pasar Kasih Naikoten, harga telur ayam ras saat ini hampir sama di antara beberapa pedagang. Harganya pun masih stabil seperti di bulan-bulan sebelumnya. Padahal belakangan ini, lonjakan harga pakan ayam tengah hangat diperbincangkan di skala nasional.

Untuk telur ayam yang berukuran kecil, harganya Rp 48 ribu per rak (30 butir). Sedangkan telur ayam yang berukuran besar, harganya Rp 50 ribu per rak. Pengakuan sejumlah pedagang, telur ayam ras dijual dengan harga demikian karena harga telur yang diambil/diterima dari distributor masih di kisaran Rp 275 ribu sampai Rp 285 ribu untuk satu ikat (enam rak).

“Kami biasa ambil telur di Oesapa. Harganya sekarang masih stabil. Satu rak telur ayam ukuran kecil Rp 48 ribu dan Rp 50 ribu telur ayam untuk ukuran yang lebih besar,” ujar Ibu Reny, salah satu pedagang telur ayam ras di Pasar Inpres Naikoten saat diwawancara, Kamis (15/11).

Hal yang sama juga dikemukakan pedagang telur ayam ras bernama Ibu Baya. Menurutnya, harga telur ayam ras saat ini masih stabil. Tetapi dia memprediksi harga telur ayam akan naik sekitar satu minggu mendatang karena momen perayaan Natal semakin dekat.

“Sekarang harganya masih di kisaran Rp 48 ribu sampai Rp 50 ribu. Masih stabil, tapi sekitar minggu depan, harga telurnya akan naik. Karena jelang natal, harga telur pasti naik,” katanya.

Selain telur ayam ras, komoditas pangan yang masih stabil harganya yakni bawang putih. Harganya bawang putih relatif sama diantara para pedagang. Harga bawang putih per kilogram yakni Rp 25 ribu.

“Harga bawang putih masih stabil. Soalnya kalau naik, bisa sampe Rp 30 ribu ke atas. Tapi barhubung sudah mau menjelang hari raya (natal dan tahun baru, red) kemungkinan besar harganya akan naik,” kata Ibu Niny, salah satu pedagang bawang.

“Bawang putih harganya masih Rp 25 ribu. Kebanyakan pedagang, harga bawang putih hampir sama,” lanjut Faizal, pedagang bawang lainnya.

Berbeda dengan bawang putih yang harganya masih stabil, Ibu Niny mengaku, harga bawang merah mulai merangkak naik. Sebelumnya, harga bawang merah masih di kisaran Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu. Namun saat ini, harganya sudah mencapai Rp 15 ribu.

“Kami ambil bawang merah dari beberapa tempat. Seperti dari Rote dan Semau. Bulan kemarin, harganya masih Rp 10 ribu per kilogram. Sekarang harganya sudah naik sampai Rp 15 ribu,” sebutnya.

Meski harga bawang merah di beberapa pedagang sudah merangkak naik, Faizal mengaku, bawang merah yang dijualnya masih di kisaran Rp 10 ribu samapi 12 ribu. “Bawang merah biasanya saya ambil dari Rote, Semau, dan Bima. Kalau pedagang lain sudah jual dengan harga Rp 15 ribu, saya masih dengan harga Rp 12 ribu. Paling rendah Rp 10 ribu,” ungkapnya. (tom)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!