Pleno DPTHP Diskors Tanpa Batas Waktu – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Pleno DPTHP Diskors Tanpa Batas Waktu

RAPAT.Suana rapat di KPU NTT yang dipimpin Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas-Adoe.

FACEBOOK Tanti Adoe

KPU Ronda Tegaskan Tad ada Desa Muara Leba

KUPANG, TIMEX-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTT kembali merekomendasikan kepada KPU untuk menunda Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 2 yang di gelar di KPU NTT, Kamis (15/11).

Menurut Anggota Bawaslu NTT, Jemris Fointuna, pleno penetapan DPTHP tersebut ditunda untuk waktu yang belum ditentukan. “Penundaan atas rekomendasi Bawaslu NTT untuk menunggu hasil pleno Kabupaten TTS dan menunggu KPU masukkan desa Tesabela yang hilang dari Sidalih untuk dimasukkan dan menghapus desa siluman yang ada di Sidalih Kabupaten Rote Ndao,” jelas Jemris.

Smeentara Juru Bicara KPU NTT, Yosafat Koli yang dikonfirmasi Timor Express mengakui, rapat pleno tersebut terpaksa diskors untuk menunggu pleno daro TTS dan juga menunggu konsultasi ke KPU RI tentang masalah di Kabupaten Rote Ndao.

“Untuk TTS itu kita masih menunggu pleno di sana. Semenra untuk Rote Ndao, desa Tesabela itu tidak masuk dalam Sidalih, jadi mesti diluruskan. Dan itu tugas kami untuk ke KPU RI. Jadi ada dua kabupaten yang belum,” terang Yosafat.

Sementara itu, Ketua KPU Rote Ndao, Hofra Anakai kepada koran ini menegaskan, tidak ada desa Muara Leba di daerah tersebut. Hofra akui, rapat pleno di KPU NTT ditunda karena adanya data di Sidalih Kabupaten Rote Ndao yang tidak sesuai.

“Yang memegang server ini bukan kita KPU Rote Ndao tetapi KPU pusat. Dimana dalam aplikasi itu ada satu nama kita tidak tahu apa itu desa atau apa namanya, Muara Leba yang terinput di dalam 89 desa/kelurahan di Ronda,” jelas Hafra.

Di sisi lain, Deasa Tesabela justru tidak ada di dalam Sidalih. Sehingga Hafra mencurigai, Muara Leba muncul dan menggantikan Desa Tesabela. “Kami pun tidak tahu dari kabupaten mana, sehingga tidak ada desa Tesabela di dalam apalikasi Sidalih,” jelas Hafra.

Menurut dia, dalam rapat pleno 12 November lalu, KPU Ronda sudah menetapkan DPT sebesar 88.783. “Tentu data ini bisa bertambah dan bisa berkurang. Misalnya ada penduduk yang meninggal atau ada yang lulus TNI/polri,” ungkap anakai.

Sementara Nem Pah, Kasubag Program dan Data KPU Rote Ndao menambahkan, Desa Tesabela sempat muncul dua kali di Kecamatan Pantai Baru. Sehingga, dari 11 desa, menjadi 12 desa di kecamatan tersebut. Dan, dalam rapat pleno DPT Agustus 2018, pihak operator hanya membuka satu dari dua nama desa tersebut. “Ketika habis penetapan DPT dalam proses DPTHP satu yang kita plenokan Bulan September lalu, Desa Tesabela ini hilang kemudian munculah Muara Leba.(mg23/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!