7 Kelurahan Punya Tim Pengawas TPPO – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

7 Kelurahan Punya Tim Pengawas TPPO

RAKOR. Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto bersama Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man, serta Sekretaris Dinas P3A Kota Kupang drg. Fransiska Johanna saat memimpin Rakor TPPO di Hotel Swiss Bell Kristal, Jumat (16/11).

FENTI ANIN/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Kupang menggelar rapat koordinasi gugus tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tingkat Kota Kupang di Hotel Swiss Bell Kristal Kupang, Jumat (16/11).

Rakor ini dihadiri oleh anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto,  Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man, Sekretaris Dinas P3A dr. Siska Johanna, para lurah se-Kota Kupang, serta para stakeholder lainnya.

Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man, mengatakan, di Kota Kupang, salah satu fasilitas kesehatan yang menjadi kebanggaan masyarakat yaitu Brigade Kupang Sehat (BKS), yang juga menjadi salah satu program Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dalam bidang kesehatan.

Sementara di bidang TPPO, ada 7 kelurahan yang sudah memiliki tim pemantau dan pengawas TPPO.

Berbicara tentang rapat koordinasi, menurut Wawali, para lurah menjadi garda terdepan untuk menyentuh langsung ke masyarakat.  Untuk itu, sangat penting peran para lurah.

“Perlu ada sinergitas, agar semua program yang telah dirancang bisa berjalan baik, sehingga kekuatan baru dapat digunakan untuk mencegah dan melawan perdagangan orang di Kota Kupang,” ujar Wawali.

Selain itu, Pemkot Kupang telah membentuk sebuah tim pengawas dan pemantau TPPO yang ada di Kecamatan Oebobo.

Tim ini untuk mengamati apakah ada gerakan-gerakan mencurigakan yang memungkinkan terjadi perdagangan orang. Tentunya bentuk dari perdagangan orang itu tidak serta merta langsung menjual orang tapi ada mekanismenya.

Di NTT ada sekira 537 orang yang menjadi korban perdagangan orang, yang sebenarnya bukan warga Kota Kupang, tetapi warga luar yang datang.

“Jadi masing-masing harus mengawasi dan mengamati wilayahnya.  Biasanya perekrut menggunakan cara-cara yang tidak bisa ditebak,  misalnya mencari anak-anak di desa, lalu dibujuk dengan gaji atau upah yang besar. Hal ini yang harus dicegah dan diamati secara baik agar bisa mengurangi tingkat perdagangan orang,” ujarnya.

Wawali mengaku, memang faktor utama terjadi perdagangan orang adalah karena kemiskinan, dimana kebutuhan ekonomi tidak bisa terpenuhi, sehingga seseorang harus mencari pekerjaan yang dapat menghasilkan uang untuk bisa menghidupinya, dengan iming-iming upah yang tinggi dan melihat negeri luar dan alasan lainnya,”  terangnya.

Menurut Hermanus, bagaimana upaya pemerintah dalam membentuk sebuah tim untuk mengawasi dan mengamati semua pergerakan dan proses dari waktu ke waktu.

“Kebanyakan masalah tenaga kerja terjadi karena kurangnya keterampilan dan tingkat pendidikan yang rendah, sehingga masyarakat cenderung mencari pekerjaan di luar negeri. Sekarang tuntutan dunia mencari tenaga terampil dan punya keahlian, sehingga semua harus meningkatkan keterampilan. Makin hari kemampuan otak sangat dibutuhkan,” terangnya.

Dia mengatakan, semua lurah wajib untuk mengawasi wilayahnya secara baik. Jika ada warga baru, maka wajib lapor, paling lambat 1 x 24 jam, agar tidak terjadi hal-hal yang melanggar aturan dan dapat membuat permasalahan kedepannya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas P3A Kota Kupang drg. Fransiska Johanna, mengatakan, ada 7 kelurahan yang sudah ada tim pengawas dan pemantau, yaitu di Kelurahan Oebobo, Fatululi, Oetete, Liliba, Kayu Putih dan Oebufu.

Semua kelurahan ini ada di Kecamatan Oebobo yang merupakan kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi.

“Kami sudah mengganggarkan untuk penguatan tim ini, sehingga di tahun 2019 mendatang, langkah awalnya adalah pembentukan tim ini di seluruh kelurahan. Sementara untuk 7 kelurahan yang sudah ada ini, akan dilatih oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, terkait tugas dan fungsinya,” ujarnya.

Sementara untuk Kota Kupang, di  tahun 2018 ini, ada satu calon tenaga kerja luar negeri yang dipulangkan karena tidak memiliki izin resmi atau illegal.

“Sekarang sementara dilakukan moratorium TKI, jadi semua izin dan lainnya benar-benar diperketat. Begitu pun yang terjadi di Kota Kupang, kami sangat konsern untuk hal ini,” katanya.

Untuk masalah tenaga kerja, masing-masing harus mulai introspeksi diri, jika berangkat dan bekerja di luar negeri tanpa dibekali dengan skil atau kemampuan, maka banyak yang pulang ke tanah air dalam keadaan memprihatinkan.

“Di Kota Kupang sekarang sudah fokus untuk memberikan pelatihan keterampilan, agar tidak hanya mencari pekerjaan tetapi mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Ernes Ludji, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pola pikir tentang pencegahan dan penanganan kasus TPPO di Kota Kupang, juga untuk mencari dan menemukan solusi serta memberikan perlindungan maksimal bagi korban TPPO.

“Hasil dari rakor ini diharapkan dapat mencapai kata mufakat tentang perlindungan maksimal bagi korban TPPO,” harap Ernes.

Jika diteliti kata dia, ada banyak cara yang dilakukan para oknum, mulai dari perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan dengan ancaman kekerasan, penyekapan, pemalsuan dokumen, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan dan karena terjerat utang.

Semua hal ini memberikan kekuatan bagi para pelaku sehingga lebih leluasa melakukan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereploitasi.

“Sebagai ibu kota Provinsi NTT, Kota Kupang menjadi pintu gerbang masuk dan keluarnya manusia yang dimana dapat memberikan peluang besar bagi para pelaku TPPO dapat melakukan aksinya baik melalui transportasi darat, laut maupun udara.

“Maka rapat koordinasi terhadap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang ini harus digelar setiap tahunnya dan menjadi agenda tahunan,” pungkas Ernes Ludji. (mg25/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!