KPU-Bawaslu Ronda Kembali Diadili DKPP – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

KPU-Bawaslu Ronda Kembali Diadili DKPP

SIDANG.Tim Pemeriksa Daerah (TPD) yang dipimin Anggota DKPP, Prof.Teguh (tiga kanan) saat sidang perkara dugaan kode etik di Bawaslu NTT, Jumat (16/11).

IST

Dituding Langgar Kode Etik

KUPANG, TIMEX-KPU dan Bawaslu Kabupaten Rote Ndao seolah tidak habis-habisnya menuai masalah. Setelah dua kali diperkarakan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), kedua lembaga tersebut kembali diadili DKPP atas dugaan pelanggaran kode etik sebagai penyelenggara pemilu.

Hal ini terungkap dalam sidang pemeriksaan perkara yang berlangsung di Bawaslu NTT, Jumat (16/11). Sidang yang dipimpin Anggota DKPP, Prof.Teguh didampingi anggota Tim Pemeriksa Daerah (TPD), Jemris Fointuna dari Bawaslu NTT dan Gasim dari KPU NTT.

Endang Sidin yang mengadukan perkara tersebut menyebutkan, KPU dan Bawaslu Ronda (teradu) diduga tidak profesional dalam melakuakn tahapan pemilihan legislatif 2019 dengan melakukan pelanggaran kode etik sebagai penyelenggara pemilu.

Menurut Endang, setelah penetapan Daftar Calon Sementara (DCS) bakal calon legislatif DPRD Kabupaten Ronda, pihaknya mengajukan keberatan atas ditetapkan 37 dari 301 bacaleg karena diduga tidak memenuhi syarat. “Namun KPU dan Bawaslu Kabupaten Roten Ndao tetap mengakomodir 37 bacaleg tersebut ke dalam Daftar Calon Tetap (DCT) pada September 2018,” kata Endang.

Mereka yang diduga tidak memenuhi syarat tersebut, kata dia ada yang merupakan mantan narapidana, menggunakan ijasah palsu dan ada pula yang menggunakan alamat tidak sesuai data yang sebenarnya. Menurut Endang, KPU Ronda sudah melakukan verifikasi terhadap salah satu bacaleg yang diadukan karena diduga menggunakan ijasah palsu. Dan, KPU akui, nama yang bersangkutan tidak terdeteksi di sekolah yang disebutkan, yakni di Ende.

Menurut KPU, yang bersangkutan tidak terdeteksi di salah satu sekolah di Ende, karena yang bersangkutan merupakan siswa dari sekolah di Kupang yang dititipak mengikuti ujian di Ende.

Sementara terhadap tudingan pengadu terkait salah satu bacaleg yang diduga merupakan mantan napi korupsi, langsung dibantah oleh bacaleg tersebut, yakni Adrianus Adu yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Ronda. Menurut Adrianus, dirinya pernah ditahan karena dugaan tindak pidana korupsi. Namun Pengadilan Tipikor Kupang memutuskan dirinya bebas murni. Bahkan keputusan tersebut sudah diperkuat dengan putusan Mahkamah Agung bahwa dirinya tidak bersalah.

Atas sejumlah penjelasan teradu dan saksi, teradu memohon majelis sidang untuk menolak pengaduan pengadu. “Teradu sudah bekerja sesuai dengan prosedur. Sehingga teradu memohon majelis untuk menolak permohonan pengadu dan merehabilitasi teradu,” kata Ketua KPU Ronda, Hofra Anakay.(cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!