Harga Bahan Pokok Relatif Stabil – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Harga Bahan Pokok Relatif Stabil

PANTAU HARGA. Wakil Ketua TPID NTT, Naek Tigor Sinaga bersama Ketua TPID Kota Kupang, Jefri Riwu Kore beserta pejabat lingkup Pemkot Kupang saat melakukan sidak pasar di Pasar Kasih Naikoten beberapa waktu lalu.

TOMMY AQUINODA/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Meski hampir memasuki bulan Desember, harga sejumlah bahan pokok di beberapa pasar tradisional masih relatif stabil. Hal ini membuat masyarakat tidak cemas, mengingat harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya cenderung meroket di bulan-bulan seperti ini. Sebab ada dua momen besar di penghujung tahun, yakni perayaan Natal dan Tahun Baru.

Berdasarkan hasil pemantauan Timor Express di Pasar Kasih Naikoten Kupang, Selasa (27/11), harga beras berkisar dari Rp 9.000 – Rp 12.000 dan harga setiap jenisnya bervariatif per kilogram (kg). Beras bulog Rp 9.000 – Rp 9.500, beras mol Oesao Rp 10.000 Rp 11.000, beras mol membramo Rp 10.000 – Rp 11.000, beras Sulawesi Rp 9.500 – Rp 11.000, dan beras Nona Kupang Rp 11.000 – Rp 12.000.

Harga telur ayam Rp 48 ribu per rak. Gula pasir Rp 12.000. Cabai merah dengan ukuran kaleng kecil harganya Rp 5.000 dan kaleng besar Rp 10.000. Sedangkan harga bawang merah masih fluktuatif. Meski sudah mengalami kenaikan hingga Rp 15.000 per kg, namun ada beberapa pedagang masih menjual dengan harga Rp 10.000 – Rp 12.000. Begitu juga dengan bawang putih dimana harganya berkisar dari Rp 25.000 – Rp 30.000.

“Kami jual (bawang merah, red) Rp 15.000 per kilogram karena memang harganya sudah naik. Kalau yang lain masih jual Rp 10 ribu, kemungkinan bawangnya kecil-kecil,” ujar salah seorang pedagang bawang merah yang enggan namanya dikorankan.

Harga Sayur-sayuran Melonjak

Berbeda dengan sejumlah bahan pokok yang relatif stabil, harga sayur-sayuran justru melambung. Misalnya, kangkung, sawi putih, daun singkong, bayam, dan beberapa jenis sayur lainnya.

Salah satu pedagang mengaku, beberapa jenis sayur dan umbi-umbian mulai mahal karena memang rentan dengan musim hujan. Apalagi jika hujan turun dengan intensitas tinggi dan berlanjut selama beberapa hari. Selain serangan hama penyakit pada tanaman, juga terjadi pembusukan atau kerusakan pada akar dan daun.

“Kalau hujan terus-menerus sepanjang hari, justru tidak baik buat sayur-sayur tertentu. Misalnya sawi dan kangkung. Jadi jangan heran kalau sekarang harga sayur cukup mahal,” kata Meri kepada Koran ini.

“Kami pikir sayur pasti murah di musim hujan. Ternyata malah sebaliknya. Tapi biar harga sayur mahal, mau tidak mau ya kami tetap beli,” kata salah seorang pembeli. (tom)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!