Tiap Kabupaten Harus Punya Pembangkit Listrik – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Tiap Kabupaten Harus Punya Pembangkit Listrik

Learning Event Sumba Iconic Island

KUPANG, TIMEX – Sumba Iconic Island (SII) atau Sumba sebagai Pulau Ikonis Energi Terbarukan membuktikan wilayah Provinsi NTT kaya akan potensi energi terbarukan.

Potensi ini menurut Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, harus dikelola secara maksimal untuk keberlangsungan energi di daerah ini. Energi terbarukan, kata Viktor, adalah masa depan. “Sebagai gubernur, saya tentunya bermimpi, dan berhasrat dalam mendorong teman-teman bupati untuk provinsi ini punya perusahaan lsitrik sendiri,” kata Viktor saat memberikan sambutan pada Learning Event Sumba Iconic Island yang berlangsung di Hotel Aston Kupang, Selasa (27/11).

Ida Nuryatin Finahari

Ida Nuryatin Finahari

Menurut Viktor, seluruh potensi energi terbarukan yang ada di wilayah NTT akan dimanfaatkan. Mulai dari air, panas bumi, matahari, angin, dan inovasi lainnya. Menurut Viktor, Sumba Iconic Island sangat luar biasa. Program energi terbarukan yang sudah dimulai sejak tahun 2010 oleh Kementerian ESDM dengan Bappenas dan Hivos, sebuah lembaga non-Pemerintah internasional itu akan menjadi contoh untuk daerah lain di NTT. Selain Sumba, Flores juga memiliki energi panas bumi yang besar. “Di Pulau Timor, Kabupaten TTS, nanti kita akan bangun yang bayu (energi bayu),” kata Viktor.

Ditanya Timor Express terkait rencana pembangunan jembatan Palmerah di Selat Gonsalu, Kabupaten Flores Timur dan pembangkit listrik arus laut, Viktor mengakui, arus laut adalah sumber energi yang sangat potensial untuk memenuhi kebutuhan listrik di Flores. Namun sampai saat ini pihak PLN dan perusahaan penyedia listrik belum sepakat terkait harga pembelian. “Mungkin kita bisa mengubah desainnya. Bangun duluan turbin untuk listriknya,” kata Viktor.

Sementara Ida Nuryatin Finahari, Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM pada kesempatan itu mengungkapkan, program ini diharapkan dapat mendorong perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pulau Sumba melalui penyediaan akses energi terbarukan yang dapat diandalkan kepada masyarakat dengan target 95 persen rasio elektrifikasi dan 65 persen program energi terbarukan pada tahun 2020.

Program SII mempunyai pendekatan multiaktor yang mendorong para pemangku kepentingan di sektor energi terbarukan berkontribusi dalam pengembangan energi terbarukan di Pulau Sumba.

Dalam hal ini yang menjadi link institution dari pihak pemerintah adalah direktorat jenderal energi baru terbarukan dan konservasi energi Kementerian ESDM. Sedangkan pihak non-pemerintah adalah Hivos. Program multipihak ini membutuhkan partisipasi dan kerja sama dari berbagai kementerian lembaga, pemerintah daerah swasta dan lembaga non-pemerintah.

Menurutnya, energi terbarukan di Pulau sumba harus mendukung pemanfaatan sumber daya energi setempat. Mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil BBM dan mendukung peningkatan akses energi serta pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.

Sejak diinisasi tahun 2010, program SII telah menunjukkan kemajuan pada pencapaian target. Antara lain rasio elektrifikasi Pulau Sumba meningkat signifikan dari 24,5 persen pada tahun 2010 menjadi 50,9 persen pada tahun 2018. Kontribusi energi terbarukan juga telah mengambil peranan pada bauran energi yang telah mencapai 20,9 persen atau sebesar 9,3 MW dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2010. Dimana kontribusi energi terbarukan pada pemenuhan kebutuhan energi di Pulau Sumba lebih kecil dari 1 MW.

Ia mengatakan pihaknya mengapresiasi usaha dan kerja sama semua pihak yang telah berkontribusi dalam usaha mewujudkan target program SII. “Namun pekerjaan rumah kita masih panjang,” ujar Ida. Ia menambahkan pihaknya masih harus menempuh setengah jalan lagi untuk mencapai target 95 persen rasio elektrifikasi dan 65 persen bauran energi baru terbarukan dalam dua tahun ke depan hingga 2020. (cel/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!