Timor Express

PENDIDIKAN

FKH Undana Teliti Budidaya Hewan Wilayah Kekeringan

POSE.Para pemateri Seminar Nasional Himpunan Minat Profesi (HIMPRO) IV pose usai menerima cinderamata di Swisss-belinn Kristal Hotel Kupang, Sabtu (1/12)

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

KUPANG, TIMEX-Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang bertekad melakukan pengembangan budidaya ternak lahan kering dan menjadikan Provinsi NTT sebagai provinsi percontohan bagi provinsi lain tentang pembudidayaan ternak di lahan kering.

Hal tersebut disampaikan Wakil Dekan I Bidang Akademik FKH Undana Kupang, drh.Diana Agustiani Wuri usai pembukaan Seminar Nasional Himpunan Minat Profesi (HIMPRO) IV di Swiss-belinn Kristal Hotel Kupang, Sabtu (1/12).

Dikatakan, selama ini FKH lebih fokus pada kesehatan ternak, namun terhadap pembudidayaan hewan merupakan sesuatu yang sangat melekat dengan kesehatan. Sehingga harus bersinergi dengan pihak terkait untuk meningkatkan produktivitas ternak di NTT.

Dijelaskan, seminar yang diselenggarakan setiap tahun tersebut bertujuan agar mahasiswa mendapat pengetahuan dan sharing pengalaman dari para narasumber. Karena narasumber yang hadir memang memiliki banyak kelebihan. Di sisi lain pengelolaan dan pembudidayaan hewan di wilayah dengan iklim seperti NTT, para nara sumber juga ingin belajar.

“Dengan seminar tersebut sebenarnya bertujuan agar mahasiswa FKH dapat men-sharing pengetahuan untuk meningkatkan produktivitas ternak, kata Diana.

Dia tambahkan, salah satu ciri khas ternak di NTT adalah hidup di daerah kepulauan yang kering. Sementara ini pihaknya melakukan penilitian tentang pengembangan ternak di daerah kering.

“Kita akan mengoptimalkan peternakan dengan kondisi daerah yang kering seperti ini. Jadi FKH terus melakukan inovasi-inovasi serta penilitian agar budidaya ternak di daerah lahan kering itu tetap optimal,” ungkapnya.

Selain itu, dengan inovasi dan penilitian yang ada, dapat menjadikan NTT sebagai pusat pengetahuan. Sehingga NTT menjadi provinsi contoh.
Penelitian ini tidak hanya dilakukan di pertanian, peternakan, tapi dokter yang membidangi kesehatan hewan juga terus berupaya dan mengarahkan penelitian ke daerah lahan kering.

“Dengan upaya-upaya ini dapat memberikan manfaat dan orang lain datang belajar bagaimana budidaya ternak di daerah dengan kondisi iklim yang kering seperti ini,” paparnya.

Diharapkan dengan seminar tahun ini pada tahun 2019 mendatang dapat ditingkatkan menjadi seminar internasional, sehingga bisa menghadirkan para mahasiswa dari perguruan tinggi lain.

“Kami memiliki 11 FKH yang tersebar di Perguruan Tinggi di Indonesia. Sehingga diharapkan seminar di tahun berikutnya dapat melibatkan semua mahasiswa,” ujarnya.

Sementara Ketua Panitia seminar, Andianus Fransiskus Surak mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada para pemateri yang telah menyempatkan waktu untuk mengikuti dan berbagi pengetahuan serta pengalaman dengan mahasiswa.

Dia berharap, seminar tersebut menambah wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa dan pengembangan disiplin ilmu kedokteran hewan dan peternakan secara khususnya.
“Harapan kami dari seminar hari ini, kami sebagai calon dokter hewan dimana kita bisa mengimplementasikan ke masyarakat. Bagaimana budidaya ternak yang baik dan juga sesuai dengan regulasi yang ada,” tambahnya.

Ia mengaku, di tahun berikutnya akan melakukan seminar dengan skala yang lebih besar, yakni melakukan seminar internasional. “Tahun depan akan dilaksanakan secara internasional. Dan akan lebih besar dan banyak peserta termasuk negara tetangga, Timor Leste,” katanya.

Pemateri yang dihadirkan dalam Seminar Nasional tersebut, yakni Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Danny Suhadi, Nasril Subakti dan Mr. Phaitoon Nna. Ph.D dari PT.Charoen Pokphan Indonesia, Ketua Asosiasi Medik Reproduksi Veteriner Indonesia, drh. Agung Budiyanto Asessor Lembaga Sertifikasi Profesi Kesehatan Hewan, Badan Nasional Sertifikasi Profesi, drh. Sugeng Dwi Hastono dan Dokter Hewan Puskeswan, drh. Theresia Murni. Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh ratusan mahasiswa FKH Undana.(mg29/cel).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!