Timor Express

RAKYAT TIMOR

Tiga Rumah Hanyut Terbawa Banjir

BANJIR. Tiga unit rumah milik Sisilia Bubu, Antonius Amtonis dan Baba, warga RT 06/RW 02 Kelurahan Tubuhue yang hanyut terbawa banjir akibat meluapnya kali Noemeto, Sabtu (1/12).

PETRUS USBOKO/TIMEX

Kali Noemeto Meluap

KEFAMENANU, TIMEX – Tiga unit rumah beserta seluruh isinya yang terletak di bantaran kali Noemeto Kelurahan Tubuhue Kecamatan Kota Kefamenanu, hanyut terbawa banjir, pasca hujan deras yang mengguyur Kota Kefamenanu, Sabtu (1/12).

Ketiga rumah tersebut milik Sisilia Bubu, Antonius Amtonis dan Baba, warga RT 06/RW 03 Kelurahan Tubuhue.

Antonius Amtonis, salah satu pemilik rumah ketika ditemui Timor Express, Minggu (2/12) menuturkan, saat kejadian berlangsung, dirinya bersama lima anggota keluarga yang lain tidak berada di rumah. Pihaknya baru mengetahui rumahnya diterjang banjir dari warga lainnya.

Dikatakan, setelah mendapat informasi tersebut, dirinya langsung kembali ke rumah. Namun saat itu ia melihat seluruh isi rumah dan harta benda lain hanyut terbawa banjir dan yang tersisa hanyalah sebagian material rumah. Sedangkan seluruh isinya tidak ditemukan.

“Banjir pikul bawa semua barang-barang. Pakaian, peralatan dapur dan makanan. Saya punya ijazah juga kena pikul banjir termasuk babi dua ekor yang ada di kandang juga ikut terbawa banjir,” tuturnya.

Antonius menambahkan, kini yang tersisa hanyalah pakaian di badannya bersama lima anggota keluarga. Sedangkan harta benda lainnya ikut diterjang banjir sehingga pihaknya alami kesulitan. Apalagi keempat anaknya masih bayi dan balita yang membutuhkan pakaian untuk ganti.

Ia berharap, secepatnya ada uluran tangan dari pemerintah daerah maupun pihak lainnya yang ingin membantu meringankan beban yang dialaminya. Ia sangat mengharapkan bantuan terutama pemenuhan kebutuhan makan minum maupun pakaian.

“Saya hanya ingat saya punya anak-anak yang masih kecil. Semua pakaian kena pikul, kami hanya berharap adanya bantuan sehingga kami bisa gunakan. Kami sangat membutuhkan makanan dan minum serta pakaian,” pungkasnya sembari meneteskan air mata.

Hal serupa dikisahkan seorang janda, Sisilia Bubu, salah satu korban yang rumahnya ikut diterjang banjir.  Sisilia menuturkan, kini ia tidak bisa berbuat apa-apa karena seluruh isi rumah ikut hanyut terbawa banjir dan yang tersisa hanyalah pakaian di badan. Sementara harta benda lainnya tidak ada yang tertinggal.

Dikatakan, kini pihaknya harus rela untuk tinggal di indekos bersama ketiga anaknya sambil menunggu keringanan tangan dari para pihak yang mau membantu untuk membangun kembali rumah tinggalnya.

“Sementara ini saya terpaksa harus tinggal di kos dulu. Kami sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah maupun dari para pihak. Kami hanya membutuhkan rumah untuk bisa tinggal,” pinta wanita separuh baya itu dengan nada penuh harapan.

Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten TTU, Yosefina Lake ketika dikonformasi Timor Express melalui telepon seluler, Minggu (2/12) menuturkan, pihaknya telah memerintahkan tim teknis untuk turun ke lokasi bencana guna mendata kebutuhan yang paling pokok dan utama dibutuhkan para korban bencana.

Dikatakan, terkait ketiga rumah yang hanyut terbawa banjir, pihaknya akan memberikan bantuan berupa seng. Sedangkan untuk bantuan sembako pihaknya akan memberikan sesuai dengan kebutuhan dari para korban bencana.

“Tim sudah turun lokasi bencana untuk mendata setiap kebutuhan dari masyarakat. Kami akan memberikan bantuan secepatnya sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh para korban bencana sesuai dengan apa yang disiapkan oleh BPBD,” katanya. (mg26/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!