Timor Express

EKONOMI

Indonesia komit Tangani Perubahan Iklim

Wakil Presiden M Jusuf Kalla

DOK.JAWAPOS.COM

JAKARTA, TIMEX – Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla membahas pentingnya memberi perhatian pada isu pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim dalam rapat G20, khususnya membangun kesamaan pandangan antar pemimpin negara.

“Pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim adalah dua isu global yang terkait erat yang perlu diatasi secara bersama-sama,” ujarnya dalam siaran persnya, Minggu (2/12).

Terkait perubahan iklim, JK menyampaikan, sebagai negara kepulaian terbesar di dunia, perubahan iklim sangat terasa dampaknya di Indonesia. JK mengaku senang ketika banyak diskusi dan perundingan di taraf global tentang perdagangan dan pajak karbon. Karena hal itulah yang menjadi salah satu kunci untuk menangani perubahan iklim.

Sayangnya, bagi JK, mekanisme perdagangan karbon belum berjalan efektif.

“Indonesia prihatin dengan fakta bahwa mekanisme dan harga carbon trade masih jauh dari harapan yang dapat secara efektif memberikan insentif bagi reforestasi dan konservasi hutan,” tuturnya.

JK menyebutkan bahwa keberhasilan penanganan isu perubahan iklim inilah yang juga akan mendorong kesuksesan agenda Pembangunan Berlanjutan atau sering kita sebut SDGs.

“Semua aksi mitigasi perubahan iklim, dapat mengakselerasi implementasi SDGs. Hal ini berpengaruh pada keberlanjutan pembangunan kami,” tandasnya.

Dengan demikian, JK menegaskan bahwa Indonesia tidak main-main dalam mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang pro pembangunan berkelanjutan. Sebuah laporan bertajuk Review Sukarela Nasional pertama di tahun 2017 telah membahas upaya Indonesia dalam agenda-agena SDGs.

“Review tersebut telah mengangkat keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperkuat perekonomian untuk menciptakan mata pencaharian yang berkelanjutan,” imbuhnya.

JK mengungkapkan bahwa dalam kaitan dua isu utama di atas, Indonesia bangga karena pada titik ini bisa mengangkat sebuah produk finansial bernama Green Sukuk Indonesia. Sukuk atau surat utang negara tersebut adalah obligasi syariah pertama di dunia.

Upaya ini dipandang sebagai upaya inovatif untuk mendorong pembangunan yang ‘hijau’, berkelanjutan dan dapat melibatkan berbagai pihak misalnya swasta dan pemerintah.

“Inovasi (Green Sukuk) ini bertujuan untuk mengangkat pendanaan swasta untuk pembangunan hijau dan berkelanjutan, sekaligus menempatkan perekonomian Indonesia di jalur menuju pembangunan rendah karbon dan tahan perubahan iklim,” tutupnya. (mys/JPC/tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!