Timor Express

PENDIDIKAN

Kurangi Jam Tidur, Banyak Praktik

CINDERAMATA.Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menerima cinderamata dari Rektor Undana, Prof. Fredrik Benu usai memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Hukum Undana di Aula Undana Kupang, Senin (3/12)

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Gubernur Tantang Mahasiswa Undana

KUPANG, TIMEX-Proses pendidikan di setiap Perguruan Tinggi (PT) di NTT harus merubah pola pembelajarannya. Praktik atau kerja di lapangan dan teori harus seimbang. Selain itu, mahasiswa dibekali agar bisa menciptakan lapangan kerja serta berwirausaha. Jangan hanya ingin menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Demikian dikatakan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Hukum (FH) universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Senin (3/12). Viktor katakan, NTT merupakan salah satu provinsi terkaya yang dititipkan Tuhan, namun belum terkelola dengan baik.

Kekayan alam belum dikelola secara baik. Curah hujan juga belum dimanfaatkan, sehingga air hujan hanya bisa tertampung di laut.
Lahan kering yang ada tidak boleh kosong. Harus ditanam dengan tanaman yang bisa menghasilkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Air hujan akan ditadah agar tidak mengalir ke laut. “Transformasi ini belum tertata dengan baik, sehingga membutuhkan kerja sama dari semua pihak, termasuk mahasiswa,” kata Viktor.

Untuk itu lanjut Viktor, mahasiswa harus kurangi jam tidur dan memanfaatkan waktu dengan baik. Siswa SMK dan mahasiswa harus lebih banyak melakukan praktik lapangan. Ini harus diterapkan di semua perguruan tinggi di NTT, agar mahasiswa memiliki keahlian untuk bekerja nyata. “Jangan hanya teori yang didapat. Harus seimbang dengan praktik di lapangan,” papar Viktor.

Politikus Partai Nasdem itu lanjutkan, mahasiswa juga harus merubah pola pikir yang selalu bercita-cita menjadi PNS. Sebagai generasi yang masih produktif, mahasiswa ditantang untuk menciptakan lapangan kerja serta mengelola lahan kering di NTT.

“Mulai dari SMK sampai perguruan tinggi, 3 hari belajar teori 3 hari kerja lapangan. Sehingga tidak menghasilkan lulusan teori saja. Namun, menghasilkan lulusan yang bisa bekerja,” tegas Viktor.

Kepada semua peserta seminar, viktor mengatakan, jika secara nasional menyebut ada hari perhentian, maka di NTT hanya ada jam perhentian. Pada tanggal 23 Desember 2018 mendatang, dirinya sebagai gubernur akan melakukan pelantikan terhadap salah satu bupati terpilih tepat hari minggu pukul 10.00 wita.

“Ini sebagai bukti bahwa NTT tidak ada hari perhentian. Hari Minggu juga tetap bekerja. Kita sudah miskin tapi maunya hanya tidur. Tidak bisa. Kecuali NTT sudah kaya raya. Apa lagi yang mau tidur itu mahasiswa,” ungkap Viktor.

Kepada mahasiswa diharapkan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat karena mahasiswa merupakan generasi penerus. Generasi muda harus dibina, dididik untuk bekerja. “Apalagi mahasiswa hukum, harus memberikan pendidikan hukum yang baik, agar masyarakat tidak terjerumus dalam lingkaran masalah yang tidak diinginkan. Apa lagi terlibat korupsi,” tambahnya.

Pada akhir orasinya, gubernur NTT menjanjikan kepada mahasiswa yang ingin menjadi pengusaha untuk memasukan proposal untuk mendapatkan modal dan bimbingan dari tim percepatan pembangunan NTT.(mg29/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!