Timor Express

NASIONAL

Pemohon Minta MK Batalkan Hasil Pilkada

Sengketa Pilkada TTS

Besok, Pengucapan Putusan Majelis Hakim

JAKARTA, TIMEX – Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) siap membacakan putusan sengketa Pilkada TTS. Dijadwalkan pembacaan dilakukan Rabu (5/12), pukul 09.30 WIB.

Untuk diketahui, sengketa ini diadukan oleh pemohon pasangan calon Obed Naitboho-Alexander Kase. Mereka menggugat KPU Kabupaten TTS. Sebagai pihak terkait adalah paslon Egusem Pieter Tahun-Army Konay.

Kuasa hukum pemohon, Novan Erwin Manafe kepada Timor Express melalui sambungan teleponnya mengatakan apapun putusan majelis hakim MK RI pada Rabu besok pihaknya siap menerimanya. Akan tetapi, dirinya meminta agar putusan yang dibacakan majelis hakim MK RI tetap mengacu pada fakta sidang selama ini. Disebutkan sejak awal sidang, majelis hakim MK RI sudah menemukan adanya kejanggalan selama tahapan Pilkada TTS. Ini dibuktikan dengan digelarnya PSU di 30 TPS yang tersebar di 10 kecamatan.

Dan saat dilakukan PSU pada 20 Oktober lalu, ternyata kesalahan yang sama masih terulang. “Kami temukan adanya penulisan hasil PSU bukan pada media yang ditentukan. Selain itu, ada upaya intimidasi yang dilakukan oleh pihak terkait serta digelarnya pasar murah serta pembuatan sumur bor. Dan semua temuan ini sudah kami sampaikan ke majelis hakim,” ungkap Novan.

Melihat fakta sidang tersebut, ujar Novan, majelis hakim MK RI harus adil dalam membuat putusan. “Jika fakta sidang yang dikedepankan, maka majelis hakim MK RI harus mengakomodir permohonan pemohon. Atau bila perlu, untuk hasil Pilkada Kabupaten TTS dibatalkan saja pelaksanaannya hingga ada komisioner KPU Kabupaten TTS yang baru,” kata Novan.

Alasannya, kesalahan yang sama sudah dibuat oleh KPU Kabupaten TTS yakni saat Pilkada Kabupaten TTS berlangsung dan saat digelarnya PSU. “Itu sudah kami serahkan laporannya ke majelis hakim MK RI,” ujar advokat Peradi Kota Kupang ini.

Terpisah, Termohon melalui salah satu komisioner KPU Kabupaten TTS, Sarlince Soinbala yang dikonfirmasi mengaku pihaknya selaku termohon sangat mengharapkan putusan yang adil dari majelis hakim MK RI. “Kami dari KPU Kabupaten TTS selaku termohon, siap melaksanakan putusan majelis hakim MK RI apapun putusannya nanti,” jelas Santi sapaan akrabnya.

Pihak terkait melalui kuasa hukumnya, Ali Antonius juga mengatakan bahwa putusan MK RI adalah putusan final. Dan karena itu dirinya berharap putusan benar-benar final. Dengan demikian, masyarakat TTS bisa segera punya pemimpin yang baru.

Ia mengatakan hasil Pilkada awal sudah jelas hasilnya. Dan pada saat dilakukan PSU sesuai perintah majelis hakim MK RI hasilnya tetap sama dengan hasil Pilkada sebelumnya yang memenangkan pasangan Egusem Pieter Tahun-Army Konay. “Jangan sampai hanya kepentingan individual seseorang lantas kepentingan banyak orang dikorbankan. Kan kasihan masyarakat TTS,” ujar Ali Antonius.

Diakuinya, ada kepentingan yang lebih besar dari kepentingan pihak-pihak tertentu. “Siapapun yang terpilih kita harus hargai karena itu adalah pilihan masyarakat. Kalau tidak terpilih sekarang kan masih ada waktu berikutnya. Karena itu maka putusan majelis hakim MK RI nanti harus adil demi kepentingan masyarakat TTS,” pungkas Ali Antonius. (gat/fin/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!