Timor Express

EKONOMI

Sektor Transportasi Picu Inflasi di NTT

November 2018 NTT Inflasi 0,82 Persen

KUPANG, TIMEX – Setelah berturut-turut selama empat bulan (Juli-Oktober 2018), Provinsi NTT akhirnya mengalami inflasi pada November 2018. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, pada November 2018, kota-kota di NTT mengalami inflasi sebesar 0,82 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 132,26. Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,87 persen, sedangkan Kota Maumere juga mengalami inflasi sebesar 0,48 persen.

Maritje Pattiwaellapia

Maritje Pattiwaellapia

Kepala BPS Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia mengatakan, inflasi di NTT pada November 2018 terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada enam kelompok pengeluaran. Enam kelompok tersebut diantaranya, kelompok makanan, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, sandang, kesehatan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan.

“Selama empat bulan, yakni dari Juli sampai Oktober, NTT mengalami deflasi. Namun pada November kita mengalami inflasi 0,82 persen akibat kenaikan harga pada enam kelompok pengeluaran. Tapi angka inflasi ini masih bisa terkendali,” sebut Maritje Pattiwaellape dalam jumpa pers, Senin (3/12).

Maritje menyebutkan, dari enam kelompok pengeluaran tersebut, yang mengalami kenaikan terbesar sehingga menjadi penyumbang inflasi tertinggi ada pada transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,52 persen dengan andil 0,61 persen. Sebab ada sejumlah komponen pada kelompok pengeluaran ini yang mengalami kenaikan harga. Seperti tiket pesawat, maupun pulsa telepon dan pulsa internet.

“Jelang liburan natal dan akhir tahun, harga tiket pesawat biasanya naik drastis. Selain itu, aktivtitas instansi baik pemerintah maupun swasta juga padat memasuki akhir tahun” kata Maritje.

Selain itu kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan, menurut Maritje, ada beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi. Yakni, kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 0,40 persen, Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi 0,36 persen. Kelompok kesehatan 0,14 persen, kelompok sandang 0,10 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga inflasi sebesar 0,03 persen.

Maritje manambahkan, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga hanya kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau. Kelompok pengeluaran ini mengalami deflasi sebsar 0,03 persen. “Kelompok makanan jadi mengalami penurunan indeks harga.

Untuk diketahui, pada November 2018, dari 82 kota sampel IHK Nasional, 70 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 2,05 persen dan terendah terjadi di Kota Balikpapan dengan inflasi sebesar 0,01persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Medan sebesar 0,64 persen dan terendah di Kota Pematang Siantar dan Pangkal Pinang sebesar 0,01 persen. (tom)

Perkembangan Inflasi Provinsi NTT Tahun 2018

• Januari : Inflasi 0,94 Persen
• Februari : Deflasi 0,15 Persen
• Maret : Deflasi 0,43 Persen
• April : Deflasi 0,04 Persen
• Mei : Inflasi 0,68 Persen
• Juni : Inflasi 0,73 Persen
• Juli : Deflasi 0,13 Persen
• Agustus : Deflasi 0,45 Persen
• September : Deflasi 0,69 Persen
• Oktober : Deflasi 0,04 Persen
• November : Inflasi 0,82 Persen

Kelompok Pengeluaran Penyumbang Inflasi Novembe 2018

• Transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 3,52 persen
• Bahan makanan 0,40 persen
• Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,36 persen.
• Kesehatan 0,14 persen
• Sandang 0,10 persen
• Pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!