Timor Express

SPORTIVO

Kletus Gabhe Siap Buka-bukaan Setelah 22 Desember

Jika Dipanggil PSSI
Soal Ajakan Match Fixing Bambang Suryo

KUPANG,TIMEX – Pelatih PSN Ngada, Klethus Gabhe menyatakan kesiapkannya buka-bukaan soal ajakan Match Fixing atau pengaturan skor di liga 3, yang diduga dilakukan manajer Persekam Metro FC Kabupaten Malang, Bambang Suryo, jika dirinya di panggil oleh PSSI.

Hal ini diungkapkannya, ketika ditemui koran ini di Hotel Debitos, Senin (3/12) malam. Kletus yang didampingi manajer PSN Bernard Burah menceritakan kronologis ajakan pengaturan skor yang dilakukan oleh Bambang Suryo tersebut.

 Kletus Gabhe

Kletus Gabhe

Kletus menjelaskan ia sudah dihubungi Bambang Suryo via pesan Whatsup jauh sebelum PSN berlaga di babak 32 besar.
“Dia menghubungi pertama kali tanggal 10 Oktober 2018. Tiga hari setelah setelah PSN selesai melakoni Leg pertama babak pendahuluan 2 region Bali Nusra menghadapi Putra Tresna Bali dimana PSN menang 2-0.

“Main tanggal 8, tanggal 10 paginya dia menghubungi saya. Saya tidak tau dari mana dia dapat nomor kontak saya,” kata Kletus Gabhe.

“Dia mengucapkan selamat pagi dan segala macam. Dan saya tanya ini siap? Dan dia mengatakan saya manajer Metro Malang dan dia mengucapkan selamat karena PSN berhasil mengalahkan Putra Tresna di leg kedua dan semoga lolos, dan kita nanti satu grup.

“Kan bagannya itu sudah ada, NTT kodenya Provinsi 10 yang dimenangi PSN dan Provinsi 11 dimenangi Persitoli Tolikara, sedangkan Persik Kediri dan Metro Malang sudah lolos,” terangnya.

Saat pertama kali Bambang menghubunginya, untuk minta dukungan supaya dia (Metro FC) menjadi tuan rumah. Tapi disitu sudah sempat ada bahasa-bahasa “Gimana, supaya kita sama-sama Lolos” namun kita tidak menanggapi.

“Dia tanya targetnya apa, ya kita jawab loloslah. Masak kita ikut terus tanpa target. Dan itu saya omongnya di depan manajer Ferdy Burah dan teman-teman pelatih lainnya dan kita mengetahui bersama. Dan setelah itu selesai,” ungkapnya.

Kletus melanjutkan tanggal 21 November 2018, Bambang kembali menghubunginya melalui Whatsup namun dengan nomor yang berbeda.
“Saya kembali tanya ini dengan siapa dan dia jawab ini dengan bambang Suryo Metro Malang.

Dalam komunikasi itu Bambang menannyakan kapan sampai kediri, lewat mana. Dan dijelaskannya mengenai rute keberangkatan PSN.
“Ada target? dia tanya lagi begitu dan saya jawab iya pak ada target, minimal lolos ke 16 besar.
Bambang lanjut Kletus kemudian memintanya untuk menelepon Bambang.

“Filing sya ini pasti ada yang tidak besera,” karena itu dirinya kemudian menghubungi Bambang, namun terlebih dahulu menghidupkan menu rekaman di HP untuk merekam pembicaraan dengan Bambang.

Dalam komunikasi itulah, pembicaraan ajakan pengaturan skor itu terjadi, dimana Bambang meminta PSN Ngada menyiapkan uang sebesar Rp 100 juta dan Persekam Metro FC Malang juga menyiapkan uang sebesar Rp 100 juta untuk memuluskan langkah kedua tim ke babak 16 besar. Jika sudah melewati babak 16 besar, jumlah uang tentunya akan bertambah.

“Kurang lebih 9 menit 23 detik rekaman pembcaraan itu,” imbuh Kletus sambil memperdengarkan rekaman tersebut kepada koran ini.

Dalam pembicaraan itu Bambang kata Kletus juga menyebut nama-nama petinggi PSSI. Mulai Andi Darusalam, Joko Driyono.
Masih menurut Kletus dari Komisi disiplin Asprov PSSI Jatim, diminta oleh PSSI pusat untuk menghubungi dirinya untuk meminta rekaman tersebut untuk di copy. Juga ada wartawan TV yang menghubunginya untuk minta copy rekaman tersebut.

“Namun kita sudah sepakat dengan manajemen bahwa bukti seperti ini kami buka kalau ada proses-proses yang pasti,” bebernya.

Kletus menyatakan siap membuka seluruh pembicaraannya dengan Bambang jika memang dipanggil PSSI. Namun dirinya siap melakukan itu paling cepat setelah tanggal 22 Desember nanti.”Kita ingin fokus dulu ke PNS yang akan menjalani pertandingan di babak 16 besar. Dan Kalau Tuhan menghendaki PSN lolos ke 8 besar, berarti PSN akan memainkan tiga pertandingan hingga tanggal 22 Desember. Setelah tanggal tersebut dirinya siap dipanggil PSSI baik secara tim untuk menempuh upaya lebih lanjut untuk menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.

“Kembali ke PSSI saja, apakah mereka punya niat untuk menuntaskan persoalan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Manajer PSN Ngada, Bernard dalam kesempatran tersebut mengatakan dirinya pesimis kalau berurusan dengan PSSI.
“Contoh, kasus ini sudah hampir satu minggu lebih. Dan mereka ngomong anti akan kita investigasi. Tapi secara resmi PSSI tidak menyampaikan langsung kepada kita bagaimana menyelesaikan persoalan ini. Merea tidak pernah menghubungi kita,” katanya.

Dirinya juag belajar dari pengalaman tahun lalu, ketika kisruh di Piala El Tari 2017. “Kita sudah beri bukti lengkap, mulai dokumen pertandingan, vidio dan lainnya dan dikatakan nanti di proses. Tapi sampai sekarang tidak di proses sama sekali,” pungkasnya.(rum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!