Timor Express

KUPANG METRO

KPU Kekurangan Logistik Pemilu

DISKUSI. Ketua KPU Kota Kupang Marianus Minggo didampingi, Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu NTT Susiana Kanaha, Asisten I Setda kota Kupang Yos Rera Beka dan anggota DPRD Kota Kupang Daniel Hurek berdiskusi tentang Pileg dan Pilpres di Naka Hotel, Selasa (4/12).

FENTI ANIN/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Jelang masa Pilpres dan Pileg tahun 2019, KPU Kota Kupang disibukkan dengan berbagai persiapan guna menciptakan Pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

Saat ini, dalam proses Pemilu telah masuk dalam tahapan masa-masa kampanye. Kegiatan tersebut sudah dilakukan partai politik yang dikendalikan oleh Bawaslu sebagai pihak pengawasan.

Ketua KPU Kota Kupang Marianus Minggo, mengatakan, saat ini untuk KPU telah masuk pada persiapan logistik.

Logistik yang utama disiapkan dan menjadi perhatian khusus, yaitu kotak suara, bilik, tinta, segel dan surat suara.

Hal ini dikatakan Marianus saat menggelar pertemuan dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesebangpol) Setda Kota Kupang di Naka Hotel, Selasa (4/12).

Marianus mengatakan, sarana dan prasarana harus disiapkan dan Kota Kupang sudah mengontrak gedung gereja GMIT Kaisarea di Kolhua untuk persiapan.

“Logistik sudah ada di gudang yaitu logistik kotak suara sejumlah 5.676 unit, sementara kebutuhan kota 5.696 unit dan masih kurang 20 unit. Bilik suara sudah terima sekira 3.138 unit dari kebutuhan 4.504 sehingga kurang 16 unit. Soal segel, 117.105 keping, masih kurang sekitar 35.000 keping,” ujarnya.

Menurutnya, ukuran kesuksesan adalah logistik. Jika logistik kurang maka pasti akan terjadi masalah. Sedangkan terkait surat suara, bulan ini akan dicetak.

“Ada 15 parpol di Kota Kupang dengan 592 orang calon. Namun pada surat suara ada 16 parpol ditambah Parpol Bulan Bintang hanya tulis nama partai saja, tapi calonnya kosong karena telah gagal beberapa waktu lalu,” imbuhnya.

Sedangkan terkait data pemilih, Marianus yang didampingi Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu NTT Susiana Kanaha, Asisten I Setda Kota Kupang Yos Rera Beka dan anggota DPRD kota Kupang Daniel Hurek, mengatakan, mengenai hak pemilih dilakukan sampai November dan proses pemutakhiran data dikawal oleh Bawaslu.

“Masih ada sedikit diperbaiki. Di Indonesia sekitar 5 juta data pemilih yang perlu diperbaiki, masih ada yang ganda dan lainnya. Kita juga sedang bekerja sama dengan Dispenduk untuk menyerahkan data-data yang belum valid dan dilengkapi. Selanjutnya melayani publik dengan sistem perekaman mobile,” ujarnya.

Disebutkan, jumlah pemilih di kota Kupang berjumlah 251.514 orang, dengan rincian laki-laki 124.018 dan perempuan 127.496.

Menurutnya, partisipasi masyarakat pada Pemilu tahun 2019 bisa lebih maksimal, karena Kota Kupang selalu ada di standar 70,73 persen dan belum mencapai standar nasional 75 persen untuk pemilih.

Sementara itu, Bawaslu NTT menggandeng Pemkot Kupang, dalam hal ini Sat Pol PP Kota Kupang untuk melakukan pembersihan alat peraga kampanye.

Hal ini disampaikan, Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu NTT Susiana Kanaha.

Dia mengaku, pada Oktober lalu Bawaslu bersama Sat Pol PP Kota Kupang telah melakukan pembersihan. Namun, karena saat ini dalam masa kampanye maka Pemkot sudah mengeluarkan ederan terkait daerah-daerah mana saja yang tidak boleh dipasang APK, seperti di Bundaran Patung Kirab dan tempat berbayar menjadi salah satu yang dilarang.

“Kita adakan lagi pembersihan kedua. Bawaslu tidak bisa melakukan ini sendiri tapi harus bekerja sama dengan pemerintah kota melalui Sat Pol PP,” jelas Susiana Kanaha. (mg25/joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!